Perempuan Modern Lebih Mudah Ucapkan Cerai?

0 14

Ada apa dengan perempuan masa kini? Dengan kemandirian finansial dalam keluarga, karir tinggi dan ekspektasi lebih dalam hidupnya, lantas memilih berhenti menjadi pendamping suami. Sangat mengejutkan ketika penulis menelaah Angka perceraian di Indonesia dari berbagai sumber, dari tahun 2011-2015 tidak kurang dari 20%. Angka perceraian tertinggi terjadi pada tahun 2012 mencapai 372.557.

Dengan kata lain, terjadi 40 perceraian setiap jamnya. Kasus perceraian tersebut dilakukan oleh pasangan yang berusia di bawah 35 tahun atau perkiraan usia pernikahan 10 tahun kebawah. Bisa dibayangkan berapa angka perceraian di tahun ini, dengan peningkatan tersebut. Ini sangat mengawatirkan. Menurut data Pustlitbang Kementerian Agama RI, penggugat cerai lebih banyak dari pihak perempuan, yaitu Kisaran 70 persen dari kasus perceraian yang ada. Mengapa bisa demikian?

Sepertinya soal komitmen pernikahan lain dulu lain sekarang. Dulu pasangan menerima apapun kondisi dalam pernikahanya, mereka bertahan Karena ada ketergantungan tinggi pada pasangannya. Di sisi lain isu perselingkuhan, perceraian dan status janda dinilai sangat buruk.

Namun lain halnya dengan Zaman sekarang. Perempuan memiliki kemandirian finsansial, karir, dan ekspektasi lebh dalam hidupnya. Dengan kata lain seperti yang katakan Psikolog Rosalina Verauli, M.Psi “ketika tidak memiliki kecocokan atau fakta peselingkuhan kata cerai bisa mudah terucap, Karena perempuan skarang dinilai lebih independen mengutamakan kebahagiaan dan kesejahteraan emosional mereka” .

Upaya Menjaga Pernikahan Tetap Utuh

Seperti api jauh dari panggang, komitmen dalam pernikahan dengan kegoisan lenyap seketika. Banyak upaya untuk mengindari perceraian diantaranya menikah dengan persiapan yang matang, kesadaran suami atas tanggung jawab terhadap keluraga dan istri yang baik adalaah yang mentaati imamnya.

Upaya pemerintah utuk mengurangi angka perceraian telah di lakukan melalui peraturan terbaru terkait pembekalan pra-nikah yang lebih terstandardisasi. termasuk dengan melibatkan unsur keluarga dari pihak suami maupun istri.

Kita semua pastinya ingin menikah dengan tujuan untuk bahagia. Sebelum menikah, sebaiknya kita sudah memiliki persiapan terlebih dahulu, persiapan harus matang baik secara fisik maupun psikis. Menjaga bahtera rumah tangga di Zaman sekarang perlu komitmen yang sangat kuat. pernikahan yang akan kita bangun atau sedang di bangun saat ini, semoga bisa memberi kebahagiaan bagi semua, baik itu kebahagian pribadi maupun pasangan kita.***aL

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.