Take a fresh look at your lifestyle.

Entrepreneur Tipe Apa Kamu? Perencana Matang atau Pemilik Insting Tajam

0 23

Dapat kita lihat secara umum, ada dua macam tipe berbeda tentang entrepreneur. Pertama, entrepreneur yang mempunyai perencanaan yang matang akan berbagai hal yang berkaitan dengan bisnis. Dan kedua, entrepreneur yang kurang dapat memperhatikan perencanaan dan lebih percaya kepada kekuatan instingnya akan sebuah bisnis tersebut. Nah, manakah tipe yang akan lebih berhasil mengepakkan sayapnya?

Pada dasarnya, keberhasilan dapat diraih jika kedua hal ini, yakni perencanaan yang matang serta insting yang tajam, berjalan selaras bersama. Seorang entrepre takkan mencapai kata berhasil jika hanya bisa mengandalkan salah satu diantaranya saja. Keharmonisan antara keahlian membuat business planning (Perencana Matang) dan insting tajam sebagai entrepre merupakan syarat jitu menuju kesuksesan. Mengapa dapat dikatakan demikian?

Entrepreneur Dibutuhkan Kedua-duanya

Ahli dalam membuat perencanaan bisnis, mulai dengan dari pembuatan anggaran, investasi serta strategi pemasaran atau dengan kata lain orang tersebut hebat hanya di bidang teori bisnis, bukanlah syarat mutlak seorang entrepreneur sejati. Kadang-kadang juga, sejumlah perencanaan yang telah tersusun rapi itu tak sesuai yang diharapkan dan diterapkan dalam dunia bisnis nyata yang penuh lika-liku.

Sejumlah faktor tidak terduga, baik yang berasal dari alam ataupun non alam seperti di kondisi ekonomi, politik serta keamanan suatu bangsa, dapat menjadi ganjalan dalam menjalani bisnis. Hal tersebut tidak hanya terselesaikan jika hanya mengandalkan teori saja. Entrepreneur juga diharuskan membutuhkan insting yang tajam untuk menentukan langkah yang harus segera mungkin diambil agar secepat mungkin terbebas dari beragam kesulitan.

Sebaliknya, entrepreneur yang tidak memiliki keahlian cukup dalam membuat business planning juga tak bisa menjadi jaminan bisa lolos dari persaingan bisnis yang sangat kompetitif ini. Mengandalkan insting dalam memecahkan permasalahan bukanlah sikap yang bijak. Mengapa?

Sebab, insting manusia kadang-kadang masih dipengaruhi oleh emosi semata. Jika entrepreneur mengambil keputusan bermodal insting, padahal kondisi emosionalnya sedang tidak stabil. Keputusan tersebut bisa saja menjadi bumerang yang akan merugikan bisnisnya. Karena itu, data-data dalam business planning yang tersusun secara sistematis dan tersusun melalui riset objektif dapat menjadi sarana pelengkap yang tepat dalam mengambil keputusan. (dhirga)

(insting tajam) (Perencana Matang)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar