Perilaku Homoseksual yang Dianggap Menyimpang

1 134

Pada artikel sebelumnya penulis membahas tentang “Konsep Perubahan Perilaku Seksual Remaja” dalam artikel tersebut penulis menyebutkan bahwa “Keberadaan homoseksual telah muncul setua sejarah lahirnya manusia beserta peradaban dan kebudayaannya”. Mengkaji Perilaku homoseksual yang dianggap menyimpang ini, sebelumnya perlu dipahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan perilaku menyimpang itu sendiri.

Tingkah laku abnormal atau menyimpang adalah tingkah laku yang tidak bisa diterima oleh masyarakat pada umumnya, dan tidak sesuai dengan norma sosial yang ada. Seorang individu atau kelompok yang dalam mencapai tujuannya tidak dapat menyesuaikan dengan norma yang berlaku maka disebut deviasi. Deviasi adalah penyimpangan terhadap kaidah dan nilai-nilai masyarakat. Menurut sosiokulturalnya deviasi dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Deviasi individual

Deviasi ini merupakan gejala personal, pribadi atau individual, sebab yang ditimbulkan oleh ciri-ciri yang unik dari individu itu sendiri. Hal tersebut berasal dari anomali-anomali (penyimpangan dari hukum, kelainan-kelainan, variasi-variasi biologis dan kelainan-kelainan psikis sejak lahir). Contoh-contoh yang termasuk dalam deviasi individual ini antara lain: anak-anak luar biasa, penemu-penemu dan fanatisi (orang-orang yang sangat fanatik). Mereka cenderung memiliki kepribadian yang menyimpang yang kemudian diperkuat oleh rangsangan sosial kultural dari sekitarnya.

2. Deviasi Situasional

Deviasi jenis ini disebabkan oleh pengaruh bermacam-macam kekuatan situasional atau sosial di luar individu atau oleh pengaruh situasi, di mana pribadi yang bersangkutan menjadi bagian integral dari dirinya.

3. Deviasi Sistematik

Deviasi sistematik itu pada hakikatnya adalah satu subkultur, atau satu sistem tingkah laku yang disertai organisasi sosial khusus, status formal, peranan-peranan, nilai-nilai rasa kebanggaan norma dan moral tertentu yang semuanya berbeda dengan situasi umum. Penyimpangan tingkah laku deviasi-deviasi itu menjadi deviasi yang terorganisasi atau deviasi sistematik.

a. Definisi Homoseksual

Perilaku Homoseksual juga diartikan sebagai orang yang mengalami ketertarikan emosional, romantik, seksual atau rasa sayang terhadap sejenis, sedangkan biseksual merujuk pada seseorang yang tertarik pada dua jenis kelamin. Secara sosiologis, Perilaku homoseksual merupakan seseorang yang cenderung mengutamakan orang sejenis kelaminnya sebagai mitra seksual. Perilaku Homoseksualitas merupakan kecenderungan untuk tertarik kepada orang lain yang sejenis. Perilaku Homoseksualitas pun diartikan sebagai sikap-tindak atau pola perilaku para homoseksual.

Perilaku Homoseksualitas dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan yang kuat akan daya tarik erotis seseorang justru terhadap jenis kelamin yang sama. Istilah homoseksual lebih lazim digunakan bagi pria penderita penyimpangan ini, sedang bagi wanita, keadaan yang sama lebih lazim disebut lesbian.

Kecenderugan ini dapat dibagi atas beberapa kualitas tingkah laku homoseksual antara lain :

1. Homoseksual Eksklusif

Bagi pria yang memiliki kecenderungan Perilaku homoseksual eksklusif, daya tarik wanita sama sekali tidak membuatnya terangsang, bahkan ia sama sekali tidak mempunyai minat seksual terhadap wanita. Dalam kasus semacam ini, penderita akan impoten apabila ia memaksakan diri untuk mengadakan relasi seksual dengan wanita.

2. Homoseksual Fakultatif

Hanya pada situasi yang mendesak dimana kemungkinan ini mendapatkan partner lain jenis, sehingga Perilaku homoseksual timbul sebagai usaha menyalurkan dorongan seksualnya. Misalnya di penjara. Nilai tingkah laku ini dapat disamakan dengan tingkah laku onani atau masturbasi

3. Biseksual

Orang ini dapat mencapai kepuasan erotis optimal baik dengan sama jenis maupun lawan jenis.

b. Homoseksualitas Dalam Tinjauan Islam

Pandangan Islam terhadap Perilaku homoseksualitas selain didasarkan atas penemuan ilmuwan tentang fenomena ini, harus pula didasarkan atas wahyu. Wahyu yang terkandung di dalam al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW adalah petunjuk yang tetap.

Dengan demikian, dasar penilaian terhadap Perilaku homoseksualitas tidak berubah seiring perkembangan masyarakat, melainkan turut pada keputusan Allah. Karena itu,, para ulama telah sepakat bahwa Perilaku homoseksualitas adalah sesuatu yang terlarang. Kesepakatan tersebut terjadi sebab larangan Perilaku homoseksual telah jelas di dalam wahyu, bukan karena pengaruh heteronormativisme seperti yang diyakini pemikir liberal. Lebih lengkap mengenai Homoseksualitas Dalam Tinjauan Islam baca dalam artikel selanjutnya yang berjudul “Pandangan Islam terhadap Perilaku homoseksualitas”.

c. Faktor Penyebab Homoseksual

Ada beragam pendapat untuk mencoba memahami penyebab Perilaku homoseksual pada manusia. Menurut beberapa kalangan setidaknya terdapat empat teori mengenai lahir dan adanya cinta sejenis ini yaitu:

  1. Perspektif biologis atau fisiologis Perilaku homoseksual disebabkan oleh tiga hal yang berpengaruh yaitu gen, hormon, dan kromosom atau adanya ketidakseimbangan jumlah hormon pada pada diri seseorang sejak lahir. Dijelaskan oleh beberapa penelitian para ahli, penelitian Tourney dan Gartell dalam M Noor Poedjanadi, 2005 tentang pengukuran hormon menunjukkan bahwa ada predisposisi genetis yang tersembunyi dan adanya pengaruh dari situasi hormonal selama masa perkembangan mental, faktor lingkungan (keluarga dan sosiokultural) mempunyai peran yang sangat besar dalam menentukan Perilaku homoseksual seseorang. Banyak para ahli menyatakan bahwa Perilaku homoseksual telah lahir karena beberapa jenis kekurangimbangan dari hormon-hormon yang berhubungan dengan seks. Menurut mereka testosterone merupakan suatu faktor yang bersifat menentukan bagi perkembangan dari semua karakteristik seks yang sekunder dari manusia, seperti perubahan suara, dan sebagainya. Sedangkan estrogen merupakan faktor yang penting bagi perempuan dalam pembentukan fisik seorang perempuan. Loraine dan kawan-kawan dalam penelitiannya, menjumpai fakta bahwa air seni orang yang homoseksual ternyata mengandung testosterone yang kurang dari mereka yang heteroseksual, sedangkan pada lesbian dijumpai kadar testosterone yang lebih tinggi dari pada perempuan yang heteroseksual. Penelitian Kolodny dengan menentukan kadar testosterone dan sperma, menemukan bahwa para homoseksual eksklusif atau yang mendekati eksklusif mempunyai plasma testosterone dengan kadar yang lebih rendah dari pada mereka yang heteroseksual. Laki-laki yang menjadi gay karena faktor biologis biasanya tidak akan bisa kembali menjadi laki-laki dalam arti sebenarnya, akan tetapi frekuensinya dapat menjadi berkurang. Berbagai penemuan dan penelitian yang dilakukan oleh para ahli ini membuktikan adanya kenyataan bahwa faktor biologis memiliki pengaruh terhadap perkembangan seorang homoseks.
  2. Penyebab seseorang menjadi Perilaku homoseksual, juga banyak dilihat dari perspektif psikologi. Sudut pandang dari dimensi psikologis menekankan pada masa awal perkembangan seksual sebagai faktor yang patut dipertimbangkan dalam melacak penyebab Perilaku homoseksual. Menurut psikoanalisa Freud, Perilaku homoseksual bermula dari pekembangan psikoseksual anak pada masa kecil. Pengalaman hubungan orang tua dan anak pada masa kanak-kanak sangat berpengaruh terhadap kecenderungan Perilaku homoseksual. Perspektif lain adalah teori perilaku atau psikoseksual yang menekankan bahwa homoseksual secara mendasar merupakan fenomena proses belajar. Penyebab seseorang menjadi Perilaku homoseksual dapat berasal dari adanya penghargaan atau hukuman atas perilaku seksual yang dialami sejak awal perkembangan atau cenderung ke arah gangguan perkembangan psikoseksual pada masa anak-anak. Menurut Master & Jhonson penyebab seseorang menjadi homoseksual dapat berasal dari adanya penghargaan atau hukuman atas perilaku seksual yang dialami sejak awal perkembangan. Misalnya bila seseorang mendapatkan pengalaman heteroseksual yang kurang menyenangkan dan justru mendapatkan kenikmatan dengan pengalaman homoseksual maka secara bertahap orientasi seksualnya akan ke arah sesama jenis.
  3. Perspektif sosiokultural, merupakan pendorong keadaan sekitar dapat berupa adat istiadat atau kebiasaan setempat yang telah menjadi tradisi (tampak pada masyarakat adat kepulauan Malenesia).
  4. Perspektif lingkungan, situasi lingkungan merupakan salah satu perangkat pendorong tindakan Perilaku homoseksual. Tindakan ini tampak pada orang-orang yang telah terisolasi dengan rekan sejenis dalam waktu yang lama dan ikatan ruang yang ketat seperti penjara dan pesantren.

d. Dampak Perilaku Homoseksual

Salah satu akibat lain dari meningkatnya aktivitas seksual pada remaja yang tidak diimbangi dengan alat kontrasepsi adalah meningkatnya penyakit kelamin di kalangan remaja. Infeksi menular seksual atau Sexually Transmitted Infection (STI) terutama ditularkan melalui kontak seksual. Kontak ini tidak terbatas pada hubungan seksual namun juga kontak genital oral dan kontak genital anal. Seperti pada hubungan seksual Perilaku homoseksual yang melakukan genital oral dan genital anal. Berikut ini penyakit yang diakibatkan oleh infeksi menular seksual diantaranya :

AIDS

Aids adalah infeksi yang ditularkan secara seksual yang disebabkan oleh sebuah virus yang disebut Human Immunidefciency Virus (HIV), yang menghancurkan sistem kekebalan tubuh. Setelah individu terkena HIV, individu rentan terhadap kuman yang dapat menghancurkan sistem kekebalan tubuh.

Herpes Genital (Genital Herpes)

Herpes Genital adalah infeksi yang ditularkan secara seksual dan disebabkan oleh keluarga besar virus dengan berbagai jenisnya, penyakit yang ditularkan secara non seksual seperti sariawan mulut, cacar air, dan mononucleosis. Tiga hingga lima hari setelah terjadi kontak, dapat timbul rasa gatal dan geli, yang kemudian diikuti oleh munculnya luka yang melepuh dan rasa sakit.

Kutil Genital (Genital Wart)

Kutil Genital disebabkan oleh Human Papillom Virus (HPV), yang sulit diuji dan tidak selalu menghasilkan gejala meskipun sangat menular. Kutil genital biasanya terlihat kecil, keras, berbentuk benjolan yang tidak terasa sakit dipenis, di daerah vagina, atau di daerah anus.

Gonorrhea

Gonorrhea adalah salah satu jenis STI yang umumnya disebut sebagai “kencing nanah”, penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebut Neisseria Gonorrhoeae, yang menyerang selaput membran basah yang terdapat di dinding mulut, tenggorokan, vagina, serviks, uretra, dan saluran anus. Bakteri tersebut tersebar melalui kontak antara membran basah yang telah terinfeksi dari seorang individu dengan membran individu lainnya.

Syphilis

Syphilis adalah salah satu jenis STI yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum, yang merupakan anggota dari keluarga Spirochete. Spirochete membutuhkan lingkungan yang basah dan hangat untuk menjaga kelangsungan hidupnya, dan ditularkan melalui penis vagina, oral genital, atau anal.

Chlamydia

Chlamydia salah satu jenis STI yang paling banyak dijumpai, dinamakan Chlamydia Trachomatis, sebuah organisme yang menyebar melalui kontak seksual atau infeksi di organ genital pada laki-laki dan perempuan. ** Oleh : Subhan Nur.

Sumber Bacaan:

  • Kartono, Patologin Sosial Jilid I, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007) hal.14.
  • Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar,( Jakarta: Raja Grafindo Persada,2007),hal. 189.
  • Santrock, Remaja Edisi 11 Jilid 1, (penerjemah:Benedictine),(Jakarta:Erlangga,2007),hal.263
  • Sawitri, Bunga Rampai Kasus Gangguan Psikoseksual (Bandung: Refika Aditama,2005), hal.42
  • Qasim Nurseha, “Kekeliruan Kaum Liberal Soal Homoseksual”, ISLAMIA, 3.5. (2010), hal 141
  • Husein Muhammad et al, Fiqh Seksualitas Risalah Islam untuk Pemenuhan Hak-hak Seksualitas, (tt: PKBI, tth),hal 16 – 17
  • Hatib Abdul Kadir, Tangan Kuasa dalam Kelamin,(Yogyakarta: INSISTPress, 2007), hal. 74
  • Sarwono, 2002, Psikologi Remaja, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,hal.181
  • Masih banyak sumber yang tidak bisa penulis sebutkan disini karena faktor waktu dan ruang yang terbatas. untuk lebih lengkapnya silahkan download Makalah aslinya di bawah ini.

Download-1

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.