Inspirasi Tanpa Batas

Periodesasi dalam Sejarah Pendidikan Indonesia

Pada abad ke 15 pendidikan sudah diperkenalkan oleh orang-orang Hindu/Budha di kerajaan Sriwijaya Sumatera Selatan. Tetapi masih belum didirikan lembaga-lembaga pendidikan. Menurut buku Cak Nun yang berjudul “Bilik-bilik Pesantren” menjelaskan bahwa cikal bakal pesantren di Indonesia berasal dari sini.

0 49

Konten Sponsor

Dalam Sejarah Pendidikan Indonesia telah berlangsung sejak lama. Peranan pemerintah dalam mengatur pelaksanaan pendidikan terjadi sejak 1950 melalui draf undang-undang wajib belajar pendidikan dasar 6 tahun. Prioritas dalam pendidikan semakin ditekankan pada era pemerintahan presiden Soeharto.

Pada tahun 1980-an, pemerintah berhasil mendirikan hampir 40 ribu sekolah dasar. Pembangunan sekolah tersebut untuk membuktikan bahwa, pemerintah benar-benar ingin meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Dan, pada saat itu pula wajib belajar 6 tahun mulai diberlakukan.

Upaya meningkatkan mutu dan partisipasi pendidikan terus berlanjut hingga kini. Mempelajari sejarah perkembangan pendidikan mestinya membuat kita dapat memahami selak beluk pendidikan Indonesia. Kita harus tahu apa saja yang telah dicapai lewat pendidikan dan mengevaluasi perbaikan yang dibutuhkan untuk menciptakan mutu dan partisipasi pendidikan yang lebih baik.

1 Pendidikan Pada Abad ke 15

Pada abad ke 15 pendidikan sudah diperkenalkan oleh orang-orang Hindu/Budha di kerajaan Sriwijaya Sumatera Selatan. Tetapi masih belum didirikan lembaga-lembaga pendidikan. Menurut buku Cak Nun yang berjudul “Bilik-bilik Pesantren” menjelaskan bahwa cikal bakal pesantren di Indonesia berasal dari sini. (Fajar Rahmawan : 13/11/2017)

2 Pendidikan Pada Abad ke 16

Pada abad ke 16 portugis masuk ke Indonesia dan berhasil menguasai beberapa daerah di Maluku. Seperti Ambon, Tidore, Ternate dan Bacan. Mereka datang ke Indonesia tidak lain untuk dua misi utamanya yakni Gospel dan Gold.

Gospel yang mereka lakukan adalah untuk menyebar luaskan Agama Roma Khatolik. Orang-orang yang bertugas dalam penyebaran agama tersebut adalah padri-padri dari “Ordo Fransiskan”. Setelah orang-orang Indonesia berhasil mereka baptis. Lalu mereka diberikan pendidikan supaya agama yang baru mereka kenal bisa diresapi dan didalami.

Sedangkan, Glory yang mereka lakukan jelas adalah untuk memperoleh rempah-rempah yang  sebagian besar terdapat di daerah Indonesia bagian Timur, yakni Maluku. Oleh karena itu mereka langsung datang ke Maluku dan menguasai beberapa daerahnya.

Pada tahun 1536 Antoni Galvano yang merupakan penguasa Portugis mendirikan sekolah seminari di Pulau Solor. Disekolah tersebut selain diajarkan agama Khatolik. Para prabumi juga diajarkan membaca, menulis, dan berhitung. Para Pribumi yang telah belajar di sekolah seminari ternyata bisa mengikuti pelajaran dengan baik sampai akhirnya mereka melanjutkan studinya ke Goa. Pada tahun 1547 Fransiskus Xaverius membina para pribumi yang melanjutkan studinya ke Goa. (Soemarsono Mestoko : 71 )

Tetapi sayang, penyebaran Agama Khatolik di daerah Maluku dan penyelenggaraan pendidikan tersebut tidak membuahkan perubahan yang signifikan. Sebab, penguasa Bangsa Portugis dan Sultan Maluku selalu bertikai. Sampai akhirnya hal itu dijadikan ruang oleh Belanda untuk mengalahkan dan menyingkirkan Bangsa Portugis di Maluku. (Soemarsono Mestoko : 72)

3 Pendidikan Pada Abad ke 17-20

Pada tahun 1605 Belanda berhasil mengambil Maluku di tangan Portugis. Di bagian Ambon Portugis memberikannya kepada Stevan van der Hagen dan dibagian Tidore Portugis memberikannya kepada Cornelisz Sebastianz. Pada abad ke 17 Belanda berhasil mengambil daerah Ternate dari tangan Portugis.

Sampai pada abad ke 19 Pendidikan yang didirikan oleh Portugis masih dijalankan hanya saja di ambil alih oleh Belanda. Dengan sistem pembelajaran yang sama seperti sebelumnya. Untuk lebih jelasnya, lihat artikel “Menilik kembali pendidikan masa Belanda“.

Pada abad ke 20 Marco Van Den Bosch menyatakan bahwa untuk memperbaiki ekonomi Belanda dibutuhkan tenaga-tenaga ahli yang banyak. Akhirnya sekolah kelas 1 dirubah menjadi HIS (Holand Inlandse School) dengan bahasa Belanda sebagai Bahasa Pengantarnya. Sedangkan Sekolah kelas 2 tetap atau disebut juga Vervolg yang merupakan sekolah lanjutan dari sekolah desa yang didirikan pada 1907. (9/1)

4 Pendidikan Pada Masa Jepang

Setelah Jepang berhasil menawan dan mengusir orang-orang Belanda Indonesia. Jepang lalu mengambil alih seluruh posisi Belanda di Indonesia termasuk Pendidikan. Pendidikan yang dikenal Hako Ichio didirikan oleh Jepang untuk menciptakan sebuah kerjasama antara Jepang-Indonesia dalam rangka “Kemakmuran bersama Asia raya”. Oleh karena itu dalam setiap pelajaran yang dilaksanakan pribumi, sumpah setia terhadap terhadap kaisar Jepang harus diucapkan Pribumi.

Kerjasama tersebut dilakukan tidak lain adalah agar Jepang bisa memenangkan Perang Dunia ke 2. Tidak heran, jika Jepang mewajibkan seluruh pelajar untuk melaksanakan latihan kemiliteran, latihan fisik, dan Indoktrinasi ketat dalam Pendidikannya.

Selain latihan kemiliteran yang dimasukan dalam pendidikan yang telah didirikan Jepang. Jepang juga memasukan budaya dia sendiri. Seperti Senam Jepang, Upacara hormat kepada bendera Jepang dan menyanyikan lagu kebangsaan Jepang. Akibat dari pendidikan yang ditanamkan Jepang tersebut akhirnya Bahasa Jepang berhasil dijadikan bahasa kedua di Indonesia pada saat itu.

Walaupun demikian. Dampak dari sistem pendidikan tersebut sangat menguntungkan Indonesia. Seperti diantaranya :

  • Bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa resmi dan menyebar luas di seluruh pelosok Indonesia. Diawali ketika Jepang melarang Bahasa Belanda di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia dan mewajibkan Bahasa Indonesia. Sedangkan Bahasa Jepang dijadikan bahasa kedua setelah Bahasa Indonesia.
  • Semua nama-nama sekolah yang berbahasa Belanda diganti menjadi Bahasa Indonesia.
  • Semua golongan pribumi diberikan hak untuk mengenyam pendidikan yang ada di Indonesia.
  • Pribumi bisa menguasai teknik kemiliteran.
  • Murid-murid bisa mengenal lebih jauh dan menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Buku-buku Bahasa Asing diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia.

Bukti yang bisa kita rasakan sampai sekarang dari pendidikan yang ditanamkan oleh Jepang di Indonesia, diantaranya adalah :

  • Adanya upacara setiap hari senin
  • Senam di sekolah-sekolah SD.

5 Pendidikan Pasca Kemerdekaan Tahun 1965-1995

Dikutip dari forumbitcoin.co.id Pendidikan masih seperti pendidikan sebelumnya. Tetapi ada hal yang bisa membedakannya. Diantaranya adalah mulai dimasukannya pelajaran-pelajaran yang berasaskan Pancasila.

Kemudian tepat pada tahun 1989. Melalui UU No. 2/1989. Jenjang pendidikan di Indonesia diperbarui menjadi tiga jenis, diantaranya adalah :

  1. Jenjang pendidikan dasar (SD dan SLTP).
  2. Jenjang pendidikan menengah (SMU dan SMK).
  3. Jenjang pendidikan tinggi.

Pendidikan Indonesia berkembang pesat pada periode ini. Pada 1973, melalui pendirian SD Inpres, bersama dengan sekolah lainnya, akhirnya bisa dijadikan solusi untuk masyarakat yang buta huruf di Indonesia.

6 Pendidikan dari tahun 1995-sekarang

Memasuki tahun 1995, pendidikan Indonesia lebih menekankan pengembangan Sumber Daya Manusia yang bisa menjawab tantangan masa depan. Terdapat empat prioritas utama pelaksanaan pendidikan yaitu:

  1. Penuntasan pelaksanaan wajib belajar 9 tahun.
  2. Peningkatan mutu semua jenis, jenjang, dan jalur pendidikan.
  3. Menghubungkan kebutuhan antara pendidikan dan industri.
  4. Peningkatan kemampuan penguasaan iptek.

Selebihnya, tidak terlalu banyak perubahan dari sebelumnya. Hanya terdapat lebih banyak lembaga penyedia pendidikan untuk setiap jenjang pendidikan yang melibatkan partisipasi pendidikan non-formal.

7 Kesimpulan Penulis

Sebagaimana penjajah pada umumnya. Ia menjajah dan sesekali mendirikan pendidikan di beberapa negara jajahannya tidak lain untuk tiga misi. Pertama, adalah “Gold” untuk mencari kekayaan. Kedua adalah “Glory” untuk penyebar luasan daerah kekuasaan mereka atau ekspansi. Ketiga, adalah “Gospel” untuk menyebar luaskan agama mereka. Begitu juga yang terjadi di Indonesia.

Sebagian isi dari artikel ini adalah bersumber dari Tulisan Sumarsono, Moestoko. 1986. yang berjudul “Pendidikan Indonesia dari Zaman ke Zaman”. Jakarta : Balai Pustaka. Dan terinspirasi dari isi Diskusi bersama Fajar Rahmawan. Mengenai “Dampak Pendidikan dahulu, dan pengaruh pendidikan sekarang terhadap pendidikan masa depan” hari senin, tanggal 13 November 2017. Pukul 16:43 WIB.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar