Inspirasi Tanpa Batas

Perkembangan Beragama Pada Masa Remaja yang bersifat Labil

0 24

Konten Sponsor

Perkembangan agama tentu tidak sembarangan berkembang pada seseorang. Ada fase-fase dimana perkembangan agama terjadi. Fase pada anak-anak berbeda dengan fase pada remaja, begitupun pada orang dewasa. Era zaman sekarang banyak membidik segala perkembangan pada usia anak-anak dan usia remaja. Untuk itu penulis ingin memaparkan perkembangan agama para remaja.

Pada tahap remaja ini, merupakan tahap progressif. Masa remaja mengalami tahapan pubertas dan nubilitas. Tahap ini merupakan tahap dimana seseorang beranjak melewati masa kanak-kanak namun belum menginjak masa dewasa.

Dalam buku Psikologi Agama karya Ramayulis yang diterbitkan pada tahun 2002 memaparkan bahwa pengaruh perkembangan agama pada remaja dipengaruhi oleh aspek perkembangan, konflik dan keraguan. Namun pada kesempatan ini penulis akan menyampaikan perkemangan beragama pada remaja yang dipengaruhi aspek perkembangannya saja.

Faktor Perkembangan

Menurut W. Starbuck perkembangan pada remaja ditandai oleh beberapa factor perkembangan rohani dan jasmani, antara lain ialah :

  • Pertumbuhan pikiran dan mental.

Keyakinan beragama sudah diterima oleh remaja dari masa kanak-kanak, sehingga tidak begitu menarik lagi mengenai hal ini bagi mereka. Sikap kritis, rasa penasaran terhadap ajaran agama mulai timbul. Pada masa ini selain masalah agama, ketertarikan terhadap masalah kebudayaan, sosial, ekonomi dan norma-norma kehidupan lainnya mulai dirasakan oleh mereka.

Dalam masalah beragama yang banyak mempengaruhi remaja ialah agama yang ajarannya lebih konservatif. Hal ini menunjukkan bahwa para remaja akan tetap taat pada ajaran agamanya. Sebaliknya jika ajaran agama kurang konservatif, dogmatis dan sedikit liberal, akan mudah merangsang pengembangan pikiran dan mental para remaja. Sehingga mereka banyak meninggalkan ajaran agamanya.

Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan pikiran dan mental mempengaruhi keagamaan mereka.

  • Perkembangan perasaan

Pada masa remaja berbagai perasaan telah berkembang. Seperti perasaan sosial, ethis dan estetis. Perasaan tersebut cenderung mendorong mereka untuk menghayati kehidupan yang agamis, maka mereka akan lebih dekat kea rah hidup agamis. Sedangkan bagi yang kurang mendapatkan pendidikan ajaran agama akan lebih mudah didominasi dorongan seksuil. Didorong oleh perasaan ingin tahu dan penasaran yang menggebu sehingga mereka mudah melakukan tindakan yang negative.

  • Perkembangan Sosial

Pada perkembangan ini dalam kehidupan beragama akan timbul konflik antara perkembangan moral dan material. Remaja akan sangat sulit untuk menentukan pilihan tersebut. Dalam kehidupan duniawi lebih banyak dipengaruhi oleh hal yang bersifat material, maka para remaja lebih cenderung memiliki jiwa untuk bersikap materialis.

  • Perkembangan moral

Rasa berdosa dan usaha mencari proteksi merupakan perkembangan moral pada remaja. Tipe moral pada remaja mencakup :

  1. Self-directive, taat akan agama atau moral berdasarkan pertimbangan pribadi
  2. Adaptive, mengikuti situasi lingkungan tanpa adanya pemikiran dan kritik
  3. Submissive, merasakan adanya keraguan terhadap moral dan agama
  4. Unadjusted, belum meyakini adanya kebenaran ajaran agama dan moral
  5. Deviant, menolak dasar dan hukum keagamaan dan moral masyarakat.

Pada initnya, perkembangan ajaran agama pada masa remaja masih mengalami ketidakpastian. Mereka masih memilih-milih terhadap suatu ajaran agama. Pada masa ini mereka cenderung masih labil dan masih banyak mencari kebenaran.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar