Take a fresh look at your lifestyle.

Perkembangan Kemampuan Berbahasa Pada Anak

0 28

Kemampuan berbahasa merupakan modal utama bagi anak untuk bisa mengembangkan kemampuan kognitifnya. Pada awal usia sekolah, anak memang sudah menunjukkan kemajuan pesat pada perbendaharaan kata dan tata bahasanya. Selain melalui pendengaran, keterampilan membaca berperan penting dalam mendukung perkembangan kemampuan berbahasa.

Pada tahapan ini, pandangan anak terhadap “kata” berubah. Mereka mulai meninggalkan hubungan antara “kata” dengan aksi dan berfikir lebih analitis terhadap suatu “kata”. Misalnya, sebelumnya bila anak diminta untuk menghubungkan kata kucing dengan kata lain, maka mereka biasanya menghubungkannya dengan kata yang menggambarkan aksi.

Perkembangan kemampuan berfikir anak usia sekolah membuat mereka mulai menghubungkan “kata” dengan hal-hal di luar pengalaman pribadi mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk mulai menambahkan perbendaharaan kata dengan kata-kata yang lebih abstrak. Misalnya, logam mulia sebagai kata lain dari emas, atau batu berharga sebagai kata lain berlian, dan lain sebagainya.

Dalam hal tata bahasa, anak mulai meningkatkan penalaran logis dan keterampilan analisis sehingga dapat membantu dalam memahami penggunaan kata-kata yang menunjukkan perbandingan. Misalnya, lebih pendek, lebih dalam; atau kata-kata subyektif.

Belajar Membaca

Membaca adalah suatu proses rumit yang melibatkan aktivitas auditif dan visual untuk memperoleh makna dari simbol berupa huruf atau kata. Aktivitas ini meliputi dua proses, yaitu proses membaca teknis dan proses memahami bacaan. Proses-proses membaca dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Membaca teknis

Membaca teknis adalah suatu proses pemahaman hubungan antara huruf (grafim) dengan bunyi (morfim) dengan mengubah simbol-simbol tertulis berupa huruf atau kata menjadi sistam bunyi. Proses ini juga sering disebut sebagai pengenalan kata. Mengucapkan, baik dalam hati maupun bersuara, seperti kata-kata “Adik minum” yang tercetak, merupakan proses membaca teknis.

  • Memahami bacaan

Memahami bacaan adalah kemampuan anak untuk menangkap makna kata-kata yang tercetak. Pada waktu melihat tulisan “Adik minum”, anak tahu bahwa yang minum bukan ayah, atau bahwa adik dalam tulisan itu tidak sedang makan.

Penguasaan kosa kata sangat penting dalam memahami kata-kata dalam bacaan. Beberapa kegiatan dapat dilakukan untuk mengembangkan kosa kata anak. Salah satunya, orang tua dapat mengembangkan kosa kata anak melalui kontaks. Misalnya, jika melihat tulisan “Adik makan”, maka anak dapat dibimbing untuk mengembangkan kata-kata tersebut menjadi apa jenis makanannya.

Mengajar Anak Membaca

Ada dua jenis pendekatan pengajaran membaca yang sering dipakai. Pendekatan pertama menekankan pada pemahaman simbol/ huruf. Pendekatan ini menekankan pengenalan sistem simbol bunyi sedini mungkin. Misalnya, anak diperkenalkan denagn nama alfabet dan bunyinya sejak awal, dimulai dari huruf yang paling sederhana dan tinggi frekuensi penggunaannya. Dari pengenalan huruf dan bunyi ini kemudian berkembang menjadi penggabungan huruf menjadi suku kata atau kata.

Pendekatan kedua menekankan belajar membaca dua kalimat secara utuh. Dengan membaca berbagai kata, anak diharapkan dapat mencari sendiri sistem huruf-bunyi yang berlaku.

Para pakar hingga kini tidak mempunyai pendapat yang sama mengenai pendekatan yang lebih baik di antara keduanya. Beberapa ahli malah berpendapat bahwa gabungan dari kedua pendekatan tersebutlah yang terbaik.

Belajar Menulis

Keterampilan anak menulis sejalan dengan keterampilan membaca dan mengeja. Ketika anak sudah dapat membaca dengan baik, mereka seperti tidak sabar untuk dapat menulis dengan baik pula. Lama-lama kemampuan menulis mengikuti kemampuannya membaca.

Menulis dengan cara mengikuti huruf-huruf yang ada bukan cara yang terlalu sulit untuk anak. Hal ini biasanya diteruskan dengan cara meniru guru menuliskan huruf di papan tulis. Anak berusia di atas lima tahun biasanya sudah mulai dapat mengontrol otot dan melakukan koordinasi mata tangan dengan cukup baik, namun pada awalnya mereka belum memperhatikan cara-cara mengeja yang benar.

Setelah anak mulai membuat cerita, mengeja menjadi sangat penting untuk dipelajari. Namun hendaknya jangan terlalu menekan anak untuk dapat mengeja dengan baik pada tahap ini. Yang dipentingkan adalah menggugah minat anak untuk menulis. Tahap berikutnya mintalah anak untuk mengekspresikan sesuatu lewat tulisan. Pujilah ungkapan yang mereka sampaikan lewat tulisan. Setelah anak terbiasa mengungkapkan sesuatu dengan menulis, barulah secara perlahan cara mengeja mereka yang salah dapat dibetulkan.

Oleh Wawan Ahmad Ridwan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar