Perkembangan Kognitif Anak Masa Awal Usia Sekolah

0 116

Perkembangan Kognitif Anak Masa Awal Usia Sekolah: Secara singkat, kemampuan kognitif bisa didefinisikan sebagai kemampuan anak untuk berfikir lebih kompleks serta melakukan penalaran dan pemecahan masalah. Berkembangnya kemampuan kognitif ini akan mempermudah anak menguasai pengetahuan umum yang lebih luas, sehingga ia dapat berfungsi secara wajar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Jean Piaget, seorang professor di bidang psikologi dari Universitas Geneva, Swiss, mengatakan bahwa kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungannya sudah dirintisnya sejak kecil, untuk kemudian berkembang sejalan dengan tahapan perkembangannya. Piaget membagi tahap perkembangan kognitif manusia dalam 4 tahap, yaitu tahap sensori- motorik (sejak lahir sampai dengan usia 2 tahun), tahap pra- operasional (usia 2 sampai dengan 7 tahun), tahap kongkret- operasional (usia 7 sampai dengan 11 tahun), dan tahap operasi formal (usia 12 tahun ke atas).

Anak dalam masa awal usia sekolah, sesuai pembagian Piaget, masuk dalam tahap kongkret- operasional, yaitu masa dimana aktivitas mental anak terfokus pada obyek-obyek yang nyata atau pada berbagai kejadian yang telah atau pernah dialami. Pada masa ini anak mulai tahu beberapa aturan atau strategi berfikir seperti: penjumlahan, pengurangan, penggandaan, dan beberapa kemampuan lain seperti kemampuan anak untuk mengurutkan sesuatu secara berseri.

Anak usia ini juga mulai mengerti waktu dan mempunyai kemampuan ruang (spatial relations) yang lebih baik, sehingga mereka dapat dengan lebih mudah mencari dan menemukan jalan pulang di ruangan yang lebih kompleks daripada sekedar ruangan di dalam rumahnya sendiri. Ia sudah mampu menemukan jalan pulang bila ia, misalnya, tertinggal sendiri saat berjalan-jalan di sebuah pertokoan atau kompleks perumahan.

Perkembangan Kemampuan Anak

Semua kemampuan yang mereka miliki ini tidak di dapat secara langsung, namun bertahap, dimulai sejak usia prasekolah. Perkembangan kemampuan- kemampuan tersebut antara lain:

  • Mengelompokan

Anak mulai mampu mengelompokan obyek-obyek dalam suatu klasifikasi. Misalnya, terdapat sejumlah balok dengan ukuran, warna dan bentuk yang berbeda. Anak usia sekolah sudah dapat mengelompokkan berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran balok-balok tersebut, dan ia memahami bahwa apa yang diklasifikasikan adalah bagian dari sesuatu yang lebih umum yaitu himpunan balok.

  • Desentrasi

Anak-anak usia ini dapat meramu lebih dari satu masalah pada waktu yang bersamaan. Misalnya, dalam memperkirakan jumlah uang logam yang tersebar di atas meja, seorang anak tidak hanya dapat diminta untuk memperhatikan berapa luas susunan uang logam yang tersebar, namun sekaligus juga dapat diminta untuk menghitung jarak di antara setiap uang logam yang ada.

  • Kemampuan berfikir bolak-balik

Kemampuan ini disebut juga cara berfikir alternatif atau kemampuan untuk mengikuti suatu rangkaian berfikir, untuk kemudian memutar kembali proses berfikir tersebut. Misalnya, 3 ditambah 5 sama dengan 8, maka 8 dikurangi 5 sama dengan 3.

  • Konservasi

Ini adalah kemampuan berfikir anak yang merupakan bukti terkuat bahwa anak tersebut berada pada tahapan kongkret-operasional. Konservasi dapat didefinisikan sebagai pemahaman mengenai aspek kuantitatif dari suatu materi yang tidak berubah, walaupun penampilan materi tersebut berubah. Misalnya, dua gelas berisi air yang sama tinggi, salah satunya dituangkan ke dalam tabung dengan diameter lebih kecil dari gelas. Anak usia ini sudah mampu melihat bahwa volume air pada dua wadah tersebut sama. Kemampuan ini dimiliki anak secara bertahap selama tahapan kongkret-operasional. Piaget melakukan penelitian ini dalam usahanya melihat perbedaan keterampilan berfikir anak usia prasekolah dan anak usia sekolah.

Masa Transisi Pikiran Praoperasional ke Tahap Operasional Konkret

Antara umur 5 sampai 7 tahun, proses pemikiran anak-anak mengalami perubahan yang berarti. Ini adalah suatu masa transisi dari tahap pikiran praoperasional ke tahap operasional konkret. Dalam tahap operasional konkret, kekurangan logis dari tahap praoperasional hilang. Anak juga menunjukkan kemampuan baru dalam memberi alasan untuk memperhitungkan apa yang akan dilakukan.

Berpikir logis (dengan objek konkret) adalah sifat-sifat atau ciri-ciri pada masa ini. Anak-anak dapat membayangkan hasil ramalan secara tepat, meskipun dicoba oleh ahli-ahli psikologi perkembangan. Pikitan untuk menghitung atau mengerti kesatuan dan pengukuran adalah salah satu ciri yang paling menonjol dari operasional konkret anak.

Selama egosentris masih ada pada anak-anak dalam tahap praoperasional yang membuat aturan belajar serta aturan-aturan yang perlu diikuti sulit, maka anak-anak pada tahap operasional konkret tidak lagi sulit. Dia belajar apa yang harus dilakukan ketika ada ketukan pintu, bagaimana bertingkah laku di perpustakaan, dan bagaimana bermain sepak bola. Yang penting, anak-anak pada tahap operasional konkret mengenal aturan-aturan ini sebagai hal yang tepat dan tidak berubah.

Anak-anak pada tahap operasional konkret mengerti klasifikasi, subklasifikasi, dan multipel klasifikasi. Contohnya, mereka sudah mengerti bahwa bunga mawar adalah bunga dan bunga adalah suatu tanaman. Bunga juga ada yang berwarna merah, sesuatu yang baunya harum, dan membuat senang jika diberikan pada ibu. Ini semua merefleksikan kemempuan anak-anak pada tahap ini untuk merasakan bahwa objek yang sama mempunyai keunikan dan kedudukan dalam suatu situasi.

Ciri-ciri lain dari tahap operasional konkret adalah kemampuan untuk membalikkan pikiran atau operation, yang oleh Piaget disebut reversibility.

Oleh Wawan Ahmad Ridwan

Bahan Bacaan

John W. Santrock, Adolenscence, University of Texas at Dallas, Tenth Edition

Djiwandono Sri Esti Wuryani, Psikologi Pendidikan, Jakarta, PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2002

Majalah Ayahbunda, Kesehatan dan Perilaku Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun) ( Buku pegangan tentang perkembangan Anak Usia Sekolah untuk Orang Tua dan Pendidik)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.