Perkembangan Media “Senjata Tanpa Darah dan Pembunuh Karakter”

0 35

Indonesia salah satu negara yang terkena dampak perkembangan media yang saat ini sudah sangat maju. Media cetak perlahan mulai beralih ke dunia media digital dan dunia elektronik. Perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam dunia digital pun ikut menunjukan kecanggihannya. Namun sangat di Sayangkan perkembangan media saat ini di Indonesia tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan pendidikan manusianya. Dapat di contohkan Salah satunya adalah pesatnya perkembangan dunia infotaiment di sejumlah televisi. Media ini banyak menayangakan film-film yang tidak mendidik untuk perkembangan pola pikir bangsa serta berita-berita yang di sajikan pun kebanyakan seputar gosip.

Mengapa demikian? pernah mendengar “Istilah bad news is a Good News” yang kemudian menjadi salah kaprah.  Di media massa yang lebih laku dan menjual saja yang sering di tayangkan atau diterbitkan dibandingkan berita lain. Itu hanya sebagai bahan contoh. Ternyata Tak hanya itu saja,, tayangan-tayangan bombastis, mulai dari isu, gosip hingga mistik lebih banyak dihadirkan dibandingkan berita-berita yang mendidik serta isu-isu proraganda terkait kepentingan politik pun menjadi bumbu yang wajib di tayangkan.

Hingga saat ini kita tidak dapat menutup mata bahwa media massa banyak disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Terkait dalam penyajian dan penyampaian yang mempunyai peran penting adalah wartawan, namun wartawan hari ini kasarnya bisa di sebut sebagai pekerja saja karena mereka seringkali mengabaikan kaidah-kaidah jurnalistik yang sesuai. Singkatnya hanya mencari rating tayang atau penghasilan saja. Selain itu juga foto-foto yang di unggah terkadang bukan yang aslinya pada kejadian dan keluar dari kode etik jurnalis hanya mengedepankan sensasi saja supaya menarik simpatik dan kontrofersi agar beritanya tetap hangat dan menjadi pembahasan.

Hakikat media adalah alat penyambung atau penyalur informasi yang sesuai fakta dan akurat serta dapat bertanggung jawab atas kebenaran informasi tersebut. Media juga memiliki fungsi sebagai forum tukar pikiran dan pendapat untuk seluruh informasi. Dan tak lupa pula media harus menyajikan tujuan-tujuan yang mengedepankan nilai yang mendidik di masyrakat.

Dampak dari Perkembangan media hari ini sudah sangat menghawatirkan. Pengabaian pada dampak negative yang akhirnya terasa, salah satunya terdapat di kalangan remaja. Yaitu dengan bnyak sekali yang meniru apa yang diberitakan baik moral dan kriminalitas. Konteks yang di maksud kriminalitas di kalngan remaja antara lain pelecehan seksual, hilangnya norma dan nilai dalam pergaulan, prilaku yang lebih mengkrucut pada ‘porno’ aksi. Lalu bagai mana peran KPI (Komisi Penyiaran Indonesia)? Dimanakah mereka? seperti menutup mata atas  Fenomena yang terjadi saat ini.

Dalam dunia pendidikan dampak ini sangat terasa begitu mengerikan. Tiap harinya ada saja kriminalitas yang dilakukan oleh anak maupun remaja yang notabenya masih berada di bangku sekolah. Menyikapi hal tersebut memang di beberapa sekolah ada yang memberlakukan peraturan larangan membawa hp, ketika melanggar peraturan tersebut kemudian mendapat sanksi. Semoga saja dunia pendidikan mampu menjadi penyeimbang dalam perkembangan media. walaupun dalam hal ini peran terbesarnya aada pada keluarga.

Media Dan anjang Kampanye

Perkembangan media saat ini yang sangat menonjol pemanfaatan nya adalah sebagai bahan ‘’kampanye’’ politisi. Pada dasarnya ini patut di apresiasi namun fakta yang terjadi bahwa media pun bisa menjadi senjata tak berdarah untuk ‘’membunuh’’ lawan politiknya. Berita yang di sajikan kadang propaganda, memicu saling mencaci dan membunuh karakter. Harusnya ada larangan keras untuk aturan kampanye agar masyrakat tidak bingung dengan isu-isu yang di sebarkan.

Selain dalam propaganda yang membunuh karakter, di kalangan mahasiswa yang sebenarnya katakana sebagai penerus bangsa pun bila di sajikan isu propaganda akhirnya menurunkan minat bacanya. Akhirnya Mahasiswa terkesan apatis dan masa bodo dengan hal dan polemic yang tersaji. Mahasiswa dan masyrakat akhirnya saling tidak percaya satu sama lain karena media.

Bila ini terus menerus terjadi dapat di prediksikan bahwa “media apapun sudah tidak dapat di percaya oleh masyrakat”. Sebagai bahan penutup semoga ini menjadi koreksi kita semua untuk memanfaatkan media dengan positive. Misal Untuk berkomunikasi atau berkarya. Mulailah dari diri kita sendiri untuk mengembalikan kepercayaan media dalam perkembangannya. Selain itu juga, dengan memanfaatkan media kearah yanag lebih positif, kita menjadi pelaku untuk meminimalisir dan mengurangi tindakan pembunuhan-pembunuhan karakter seseorang di media.


Tentang Penulis

apandi-galapagosAnak muda yang satu ini bernama lengkap Ade Aspandi, Yang akrab di sapa Apandi Galapagos. Lahir di wonosobo pada tanggal 20 juni 1993, ia menjalankan masa kanak-kanaknya di lampung. Beranjak dewasa ia merantau ke tanah sebrang di Cirebon jawa barat. Hinga gelar sarjana ia dapat bahkan jodohpun ia dapatkan di negri rantau nya, dalam hidup nya ia hanya tau tentang perjuangan karena hidup adalah sebuah perjuangan, pada prinsipnya setiap orang memiliki potensi hanya saja mampukah orang tersebut membuka cakrawala berfikirnya untuk mengembangkan potensinya, namun ingat, ‘’,hidup itu tak semudah kata motivator bayaran , maka teruslah bergerak, sebentar saja kau berhenti berarti kau mati’’

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.