Perkembangan Moral Manusia Perspektif Psikologi

27 1.093

Manusia menjadi objek dalam pembahasan psikologi khususnya psikologi perkembangan. Cabang ilmu ini mengkaji tentang perilaku manusia ditinjau dari sudut pandang tertentu. Adapun pembahasanya meliputi perkembangan fisik dan psikis manusia baik secara, psikologi pendidikan, psikologi sosial, psikologi kepribadian, psikologi abnormal, psikologi kesehatan, psikologi olah raga, psikologi berfikir, psikologi kepribadian dan lain sebagainya.

Manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik ataupun secara psikologis. Pertumbuhan dan perkembangan tersebut telah dimulai sejak calon manusia berada pada kandungan seorang ibu hingga manusia meninggal dunia. Pertumbuhan itu sendiri merupakan suatu perubahan fisik manusia baik perubahan kearah negatif ataupun positif. Misalnya perubahan dari postur tubuh yang kecil (usia bayi) berubah menjadi postur tubuh yang semakin besar sesuai dengan bertambahnya umur seseorang.

Perkembangan merupakan suatu kemampuan manusia untuk melakukan perubahan baik ke arah yang positif maupun ke arah negatif dari segi psikis. Salah satu tugas perkembangan yang harus dikuasai adalah mempelajari dan menerapkan apa yang ada dilingkungan informal, formal dan non-formal harus sesuai dengan norma/nilai yang berlaku. Selain itu, perkembangan manusia menuntut agar perilakunya sesuai dengan harapan sosial tanpa terus dibimbing, diawasi, didororng dan diancam hukuman. Adanya kesadaran dari setiap individu untuk mentaati aturan – aturan di lingkungnya sesuai dengan moral yang berlaku.

Moral dan Lingkungan

Moral tidak terlepas dari lingkungan hidup manusia, karena manusia tidak bisa terlepas dari interaksi terhadap sesamanya dan saling membutuhkan satu sama lain. Dalam hubungan tersebut dibatasi oleh nilai sosial yang terkandung dalam masyarakat. Moral menjadi salah satu bidang yang diteliti dalm ilmu psikologi karena memiliki berhubungan erat dengan perilaku manusia didalam masyarakat.

Dalam perkembangan moral yang dialami oleh manusia baik ke arah yang positif maupun ke arah yang negatif sangat mudah dipengaruhi oleh faktor – faktor yang dialami manusia tersebut baik yang timbul dari diri sendiri maupun dari lingkungan. Untuk melakukan perubahan atau perkembangan moral, kita harus mengetahui fase – fase atau tahap – tahap yang sesuai dengan proses kematangan berfikir manusia. Apabila manusia itu sendiri tanpa dapat mengendalikan masalah yang dialaminya maka hal itu bisa menjadi faktor yang mempengaruhi moral manusia ke arah yang negatif.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis menganggap bahwa mengetahui tahapan dan fator – faktor yang mempengaruhi perkembangan moral adalah sesuati hal yang penting. Sebagai sala satu upaya untuk senantiasa memahami tentang nilai – nilai yang ada di lingkungan serta melaksanakan perkembangan moral sesuai tuntutan masyarakat.

Definisi Moral

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengungkapkan bahwa yang dimaksud dengan moral adalah aklak, budi pekerti, atau susila.[1] Sedangkan Masnur Muskich menyebutkan moral berasal dari bahasa latin yakni mores yang berarti adat kebiasaan.[2] Kemudian Heri Gunawan dalam bukunya menyatakan bahwa yang dimaksud dengan moral adalah sesuatu yang sesuai dengan ide-ide umum yang diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan mana yang wajar, mana yang pantas dan mana yang tidak pantas.[3]

Berdasarkan beberapa pendapat diatas penulis menyimpulkan bahwa moral merupakan nilai perilaku yang harus dipatuhi oleh manusia, karena moral  merupakan norma yang mengatur baik-buruk individu dalam suatu lingkungan masyarakat. Kepribadian sesorang sangat erat kaitannya dalam kegiatan sehari-hari, moral diperlukan demi kehidupan yang damai dan harmonis sesuai dengan aturan.

Sedangkan menurut Santrock mengungkapkan bahwa perkembangan moral adalah perubahan penalaran, perasaan dan perilaku tentang standar benar salah.[4] Artinya bahwa moral berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk membedakan antara perbuatan yang benar dan yang salah. Dengan demikian, moral juga mendasari dan mengendalikan seseorang dalam bersikap dan bertingkah laku.

Aliran Perkembangan Moral Manusia

Menurut Haidt dalam Abdul Rahman menyebutkan bahwa ada dua aliran besar dalam perkembangan psikologi moral. Pertama aliran yang dimotori oleh Piaget, Gilligan, Turiel dan lainya. Aliran ini meyakini bahwa pentingnya fungsi rasio dan otonomi dalam melakukan penilaian keputusan moral. Sedangkan aliran lainya menganggap penting peran emosi dan intuisi dalam menjelaskan perilaku moral. Adapun tokoh yang mendukung tentang teori ini antara lain Wilson sebagai tokoh penting dan dikembangkah oleh Berkowitz, Hoffman, Eismberg, Bargj, Damasio dan Haidt. [5]

Tahapan Perkembangan Moral

Menurut Kohlberg dalam Santrock mengungkapkan bahwa ada 6 tingkatan perkembangan moral manusia. Keenam tahapan perkembangan moral dikelompokkan ke dalam tiga tingkatan antara lain pra-konvensional, konvensional, dan pasca-konvensional.[6]

Pra-Konvensional

Tingkat pra-konvensional adalah tingkat terendah dari penalaran moral. Para tahap ini moral baik dan buruk diinterpretasikan melalui hadiah (reward) dan hukuman (punishment). Menurut Kholberg tingkat pra-konvensional terdiri dari dua tahapan awal antara lain sebagai berikut :

  • Tahap pertama moralitas heteronom

Pada fase ini penalaran moral terkait dengan hukuman (punishment). Sebagai contoh, suatu tindakan dianggap salah secara moral bila orang yang melakukannya dihukum. Semakin keras hukuman diberikan dianggap semakin salah tindakan itu. Misalnya seorang anak harus patuh kepada ayah dan ibunya ketika di rumah, karena mereka takut hukuman.

  • Tahap dua Individualisme, tujuan instrumental dan pertukaran

Pada fase ini menempati posisi apa untungnya buat saya, perilaku yang benar didefinisikan dengan apa yang paling diminatinya. Penalaran tahap dua kurang menunjukkan perhatian pada kebutuhan orang lain, hanya sampai tahap bila kebutuhan itu juga berpengaruh terhadap kebutuhannya sendiri, seperti “kamu garuk punggungku, maka akan kugaruk juga punggungmu. Dalam tahap dua perhatian kepada orang lain tidak didasari oleh loyalitas atau faktor yang berifat intrinsik. sebab semua tindakan dilakukan untuk melayani kebutuhan diri sendiri saja.

Konvensional

Tingkat konvensional umumnya ada pada seorang remaja atau orang dewasa. Pada tingkatan ini, individu memberlakukan standar tertentu, tetapi standa yang ditetapkan oleh orang lain, misalnya orang tua atau pemerintah. Orang di tahapan ini menilai moralitas dari suatu tindakan dengan membandingkannya dengan pandangan dan harapan masyarakat. Tingkat konvensional terdiri dari tahap ketiga dan keempat dalam perkembangan moral.

  • Tahap Tiga Ekspektasi Interpersonal Mutual, Hubungan Dengan Orang Lain Dan Konformitas Interpersonal

Pada fase ini, individu menghargai kepercayaan, perhatian dan kesetiaan terhadap orang lain sebagai dasar penilaian moral. Individu mau menerima persetujuan atau ketidaksetujuan dari orang-orang lain karena hal tersebut merefleksikan persetujuan masyarakat terhadap peran yang dimilikinya. Mereka sering mengadopsi standar moral orang tua dan mencoba menjadi seorang anak baik untuk memenuhi harapan tersebut, karena telah mengetahui ada gunanya melakukan hal yang diinginkan orang tua.

  • Tahap Empat Moralitas Sistem Sosial

Dalam tahap empat ini, penilaian moral didasari oleh pemahaman tentang keteraturan di masyarakat, hukum, keadilan dan kewajiban. Artiya pemenuhan kewajiban, rasa hormat terhadap otoritas merupakan hal penting yang harus dijalani. Hukum dan tata tertib bermasyarakat adalah sesuatu yang dijunjung tinggi dan memelihara ketertiban sosial yang sudah ada demi ketertiban itu sendiri. Maka individu selalu berusaha untuk mematuhi segala aturan agar dirinya diterima.

Kebutuhan masyarakat harus melebihi kebutuhan pribadi. Bila seseorang bisa melanggar hukum, mungkin orang lain juga akan begitu – sehingga ada kewajiban atau tugas untuk mematuhi hukum dan aturan. Sebagai contoh remaja mungkin berfikir, supaya komunitas dapat bekerja dengan efektif perlu dilindungi oleh hokum yang diberlakukan terhadap anggotanya.

Pasca Konvensional

Pada tingkatan pasca konvensional, individu menyadari adanya jalur moral alternatif, mengeksplorasi pilihan ini lalu memutuskan melalui kode moral personal. Akibat ‘hakekat diri mendahului orang lain’ ini membuat tingkatan pasca-konvensional sering tertukar dengan perilaku pra-konvensional.

  • Tahap Lima Kontrak atau Utilitas Sosial Dan Hak Individu

Individu-individu dipandang sebagai memiliki pendapat-pendapat dan nilai-nilai yang berbeda, dan adalah penting bahwa mereka dihormati dan dihargai tanpa memihak.  Artinya iimbul kesadaran bahwa setiap orang tidak harus memiliki nilai -nilai dan pendapat yang sama. Nilai – nilai, aturan, norma hukum mempunyai arti yang relatif bagi masing – masing orang. Oleh karenanya hukum dapat diubah melalui cara yang demokratis. Hukum bukan sesuatu yang absolut dan kaku.

  • Tahap Enam Prinsip Etis Universal

Pada fase ini, seseorang telah mengembangkan standar moral berdasarkan hak asasi manusia universal. Penalaran moral berdasar pada penalaran abstrak menggunakan prinsip etika universal. Hukum hanya valid bila berdasar pada keadilan, dan komitmen terhadap keadilan juga menyertakan keharusan untuk tidak mematuhi hukum yang tidak adil.

Maksud dari pernyataan diatas adalah kebenaran dihayati sebagai hasil dari suara hati yang logis dan sesuai dengan prinsip – prinsip etika universal yaitu prinsip keadilan, pertukaran hak, keseimbangan, dan kesamaan hak asasi manusia serta penghormatan terhadap martabat manusia. Konformitas dilakukan bukan berdasar perintah tetapi karena hasrat dan dorongan dari dalam diri sendiri.

Analisa Psikologi

Berdasarkan enam tahapan diatas setiap tahapan ini menggambarkan pola ciri yang berbeda dari hubungan antara diri (self) dan aturan – aturan masyarakat serta harapan. Perkembangan moral setiap individu ini mengikuti pola urutan yang tidak dapat dilompati sehingga bila terdapat perbedaan disebabkan masing – masing individu  mempunyai kesempatan yang tidak sama dalam mencapai tahap tertentu.

Melihat dari sisi usia Kholberg dalam Fatimah Ibda menjelaskan bahwa tingkatan pra konvensional adalah tingkatan penalaran moral yang kebanyakan dicapai oleh anak di bawah usia 9 tahun dan sebagian remaja dan para pelaku tindak kriminal baik remaja maupun orang dewasa. Pada tahap ini aturan-aturan dan harapan lebih didasarkan pada luardiri individu atau eksternal.

Sementara itu tingkatan konvensional adalah tingkatan penalaran moral yang kebanyakan telah dicapai oleh remaja dan orang dewasa. Pada tahap ini individu telah menginternalisasikan aturan -aturan dan harapan masyarakat. Tingkatan pasca konvensional adalah tingkatan penalaran moral yang biasanya dicapai oleh orang dewasa awal yaitu setelah usia 20 tahun atau pada tahap remaja akhir. Pada tahap ini individu sudah membedakan antara diri mereka dan aturan – aturan serta harapan -harapan orang lain, lebih mendefinisikan nilai – nilai mereka se cara rasional, dikenal dengan prinsip – prinsip pilihan diri.[7]

Faktor yang mempengaruhi perkembangan moral

Menurut Prayetno ada tiga faktor yang mempengaruhi perkembangan moral seseoorang yaitu orang tua/guru sebagai model, disiplin yang diberikan orang tua dan induksi dari teman sebaya.[8] Untuk lebih jauhnya penulis akan membahas faktor – faktor tersebut antara lain sebagai berikut :

Orangtua/guru sebagai model

Menurut Freud dalam Prayitno baik  pria maupun wanita meniru tingkah laku orangtua (yang sejenis) adalah karena keinginan untuk menjadi seperti orangtua. Artinya ada kecenderungan pada anak untuk meniru orang tua baik dari segi penampilan, pekerjaan, gaya dan lain sebagainya. Maka dari itu orang tua dijadikan sebagai model.

Disiplin yang diberikan orangtua

Menurut Hoffman dan Saltztein dalam Prayitno mengemukakan bahwa orangtua yang mempergunakan teknik disiplin induksi (memberikan alasan mengapa seseorang boleh atau tidak boleh bertingkah laku tertentu) cenderung menyebabkan perkembangan moral remaja sangat baik, sedangkan penggunaan disiplin berkuasa dan otoriter cenderung menyebabkan perkembangan moral yang rendah. Artinya pola asuh yang diberikan oleh orang tua memiliki peranan yang sangat besar pada perkembangan moral anak. Jika orang tua menanamkan sikap disiplin sejak dini kepada anak, maka hal itu akan berlanjut hingga ia dewasa.

Induksi dengan teman sebaya

Teman sebaya memiliki pengaruh terhadap perkembangan moral seseorang. Interaksi ini akan meransang anak atau orang dewasa terbawa oleh sudut pandang temanya. Istilah “role taking” kerap muncul, yaitu kemampuan memahami sesuatu atau peristiwa dari sudut pandangan orang lain. Dengan meningkatnya interaksi dengan teman sebaya, maka kemampuan “role taking” pun makin mahir dan sempurna dan ini merupakan jalan bagi perkembangan moral.

Simpulan

Berdasarkan pembahasan diatas penulis menyimpulkan beberapa hal antara lain sebagai berikut :

  1. Perkembangan moral dapat didefiniskan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan perubahan kearah positif maupun negatif sesuai dengan proses interaksi sosial perseorangan dengan orang lain. Dengan kata lain manusia akan berkembang moral dan baik apabila dalam sejarah kehidupan ia dapat meniru orang lain dilingkungannya.
  2. Terdapat dua aliran perkembangan moral antara lain aliran yang dimotori oleh Piaget, Gilligan, Turiel dan lainya. Aliran ini meyakini bahwa pentingnya fungsi rasio dan otonomi dalam melakukan penilaian keputusan moral. Sedangkan aliran lainya menganggap penting peran emosi dan intuisi dalam menjelaskan perilaku moral yang Wilson sebagai tokoh penting dan dikembangkah oleh Berkowitz, Hoffman, Eismberg, Bargj, Damasio dan Haidt.
  3. Menurut Kholberg perkembangan moral manusia terdapat beberapa fase – fase tertentu yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi kematangan manusia. Ada 3 tingakatan perkembangan manusia dan didalamnya terdapat fase – fase perkembangan moral manusia. Tingkat pertama pra konvensional membahas tentang dua tahap : (1) tentang hasil dari tindakannya, (2) apa untungnya bagi saya. Tingkat konvensional (kedua) adanya tahap (3) pandangan terhadap ada atau tidaknya persetujuan orang lain, (4) pemahaman tentang aturan / norma yang ada. Tingkatan pasca konvensional (ketiga) juga terdapat dua tahap yaitu : (5) prnsip pentingnya harga diri, (6) prinsip universal tentang keadilan.
  4. Terdapat lima faktor yang mempengaruhi perkembangan moral seseorang yaitu orang tua/guru sebagai model, disiplin yang diberikan orang tua dan induksi dari teman sebaya. By. [email protected]. Aldy Nurcahya

 DAFTAR PUSTAKA 

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Prayitno, Elida. 1992. Psikologi Perkembangan. Padang: Universitas Negeri Padang.
Fatimah, Ibda. 2011. Perkembangan Moral Anak dan Relevansinya dengan Pendidikan. IAIN Ar-Raniry : Jurnal Ilmiah Dialektika.
Gunawan, Heri. (2012). Pendidikan Karakter Konsep dan Implementasinya, Bandung : Alfabeta.
Masnur, Muslich. 2006. Pendidikan Karakter : Menjawab Tantangan Krisis Multidimendiontal. Jakarta: Bumi Aksara.
Rahman, Agus Abdul. 2013. Psikologi Sosial (Integrasi Pengetahuan Wahyu dan Pengetahuan Empirik). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Santrock, John W, 2002. Perkembangan Anak. Jakarta : Erlangga.

Catatan Kaki

[1] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
[2] Masnur Muslich, Pendidikan Karakter : Menjawab Tantangan Krisis Multidimendiontal, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), h. 74
[3] Heri Gunawan, Pendidikan Karakter Konsep dan Implementasinya, (Bandung: Alfabeta, 2012)., h.14
[4] John, W. Santrock. Perkembangan Anak Jilid 2. ( Jakarta : Erlangga, 2007). Hal. 117
[5] Abdul Rahman Saleh. Psikologi Sosial. (Jakarta : PT. Grafindo Persada, 2013). Hal. 183
[6] John, W. Santrock. Perkembangan Anak Jilid 2. ( Jakarta : Erlangga, 2007). Hal. 119
[7] Fatimah Ibda. Perkembangan Moral Anak dan Relevansinya dengan Pendidikan. Jurnal Ilmiah Dialektika, IAIN Ar-Raniry
[8] Prayitno, Elida. Psikologi Perkembangan. (Padang: UNP, 1992). Hal. 26 – 27

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. Aninda fidiya sari berkata

    Assalamualaikum .
    Perkembangan dan pertumbuhan itu berbeda. Pertumbuhan yaitu berfokus kepada fisik sedangkan perkembangan lebih condong ke perilaku, akal, dan moral.

  2. maemunah fadillah berkata

    Perkembangan adalah suatu kemampuan manusia untuk melakukan perubahan baik menuju ke arah yang positif maupun menuju ke arah yang negatif dari segi psikis. Jadi, yang dimaksud perkembangan yaitu sesuatu yang lebih mengarah pada perubahan jiwa seseorang untuk menjadi lebih baik atau sebaliknya. Perkembangan jiwa ini pun bisa disebut dengan perkembangan perilaku/moral atau biasa disebut juga dengan budi pekerti(akhlak). Baik buruknya perilaku seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat ia tinggal.

  3. Farrin Nurul Aina berkata

    Manusia sebagai objek psikoligi yang mengalami perkembangan dan pertumbuhan fisik dan psikologis dimulai dari kandungan seorang ibu. Perkembangan itu mencakup moral, moral itu sendiri merupakan perilaku, akhlak. Pada dasarnya manusia yang dilahirkan fitrah. Akan tetapi baik buruknya manusia sendiri dipengaruhi beberapa faktor diantaranya didikan orang tua, jika orang tua mendidiknya dengan baik, dan mencontohkan halhal yg baik, tentunya anak tersebut akan mengikuti yang kedua faktor lingkungan. Tidak dipungkiri faktor lingkungan juga dapat memengaruhi moral anak. Stelah anak dewasa tentunya sering berinteraksi dengan lingkungan bahkan intensitas berinteraksi dengan lingkungan lebih sering dibanding dengan keluarga. Apabila anak bergaul pada lingkungan yang baik tentunya anak itu akan baik juga, tapi jika anak bergaul pada lingkungan yang tidak baik anak tersebut akan terkena dampak negatifnya. Dari ke2 faktor trsbt faktor didikan orang tualah yg mempunyai dampak yg besar.
    Moral disamakan dalam bentuk aturan tertulis secara sistematis yang sengaja dibuat berdasarkan prinsip prinsip, moral dapat membantu manusia dalam mengambil keputusan tentang tindakan yang mesti dilakukan. Suatu profesi akan mendapat kepercayaan masyarakat apabila pada diri orang tsbt memiliki moral yg baik. Baik buruknya sesorang dinilai dari tingkah lakunya

  4. M. DIDI WAHYUDI berkata

    perkembangan adalah manusia yang mengalami perubahan baik negatif dan positif. Pertumbuhan dan perkembangan itu dimulai sejak manusia itu masih kecil (bayi) sampai besar(dewasa).salah satu perkembangan adalah mempelajari dan menerapkan apa yang ada dilingkungan informal,formal,dan nonformal. Moral tak terlepas dari lingkungan hidup,karena manusia saling interaksi dilingkungan masyarakat. Moral menurut kamus besar bahasa indonesia(KBBI),adalah akhlak,budi pekerti

  5. Lenny Erdiani Choerun Nissa berkata

    Assalamu’alaikum
    Moral didefinisikan sebagai perubahan perilaku tntang standar benar atau salah. Moral juga dapat diartikan sebagai acuan, atau tolak ukur dalam bertindak dan bertingkah laku.

    Perkembangan moral manusia terjadi pada saat suatu individu mengalami sosialisasi pertama, yaitu dalam lingkungan keluarga yang mana orang tualah yang menjadi role mode anak dalam bertingkah laku. Selain itu disiplin yang diberikan orang tua kepada anak akan mempengaruhi perkembangan moral anak.

  6. suyana berkata

    Moral adalah suatu tolak ukur manusia dalam berprilaku dan nilai baik atau buruk terhadap apa yang harus di lakukan manusia, faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya moral juga ada 3 yaitu orang tua, guru dan teman sebaya.ketiga faktor ini dapat di uraikan sebagai berikut :
    Orang tua berperan dalam pembentukan moral yang paling utama karena anak melalkukan sosialisasi pertama di hidupnya di keluarga serta anak cenderung akan melakukan tindakan atau mencontoh perilaku anaknya kemudian yang kedua adalah guru di mana guru berperan saat memberikan pelajaran dan pendidikan di sekolah guna membentuk karakter dan moral siswa dengan baik.yang ketiga adalah teman karena anak akan terpengaruh dengan siapa dia bermain dan bergaul dalam lingkungan kehidupan sehari-hatinya.
    Keyword barunya adalah nilai
    Nilai adalah sesuatu yang di anggap berharga dan dijadikan pedoman dalam bertindak atau bertingkah laku, srta seseorang dapat memberikan nilai pada orang lain namun terkadang tidak bisa menilai dirinya sendiri jadi dapat di simpulkan bahwa nilai itu suata yang di berikan atau label yang di berikan seseorang untuk mentukan nilai baik atau buruknya seseorang.

  7. Lia Herliana berkata

    Perkembangan moral manusia ialah suatu proses perubahan sikap seseorang kesuatu sifat yang positif atau negatif sesuai dengan interaksi yang kita alami,dengan memahami nilai atau norma-norma yang ada.
    Moral merupakan pemikiran seseorang yang berhubungan dengan tindakan, moral tidak jauh beda dengan etika, hanya saja etika lebih berkaitan dengan perbuatan seseorang atau tatakrama seseorang bagi setiap individu baik dari segi positif maupun negatifnya seseorang.

  8. Maulidiya berkata

    perkembangan dan pertumbuhan manusia adalah proses dimana manusia itu menunjukan kemampuan mereka untuk berperilaku yang lebih baik sehingga tindakan itu dilakukaan dengan baik dan benar,dan bagaiman mereka melakukan interkasi kepada lingkungannya
    Kata kuncinya”moral”
    Moral adalah suatu tindakan yang memilik nilai positif,sehingga moral itu hal yang sangat mutlak yang harus dimiliki oleh manusia dan bagaimana manusia itu sendiri bertindak dalam masyarakat.

  9. dhini apriliani berkata

    asalamualaikum
    pendidikan dan pengajaran moral untuk pertama kali yaitu pada lingkungan keluarga kenapa? karena di dalam lingkungan keluarga lah untuk pertama kalinya seseorang membentuk dirinya dalam melakukan proses sosial dengan manusia lain, dan untuk pertama kalinya juga seseorang tersebut di ajarkan mana yang baik dan mana yang buruk.

  10. Zainal Ma'arif berkata

    Moral adalah budi pekerti, etika, atau akhlak yang ada pada diri manusia. Pertumbuhan dan perkembangan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya umur. Begitupun dengan moral, semakin kita menerima moral dengan positif pasti akan menjadi pribadi yang benar, namun sebaliknya jika negatif pasti akan hancur kepribadiannya.
    Etika merupakan suatu perilaku, perilaku yang positif maupun negatif. Etika berkaitan dengan perubahan/tindakan, berkaitan juga dengan eksistensi manusia dalam segala aspeknya, baik berhubungan dengan tuhan atau alam.

  11. Yuni anna berkata

    Perkembangan manusia seiring dengan berjalannya waktu sudah mulai berkembang dan di terima karena perkembang nya dalam pendidikan yang semakin lama semakin maju dan kata kuncinya ” pendidikan” perkembangan moral manusia yaitu perubahan seseorang untuk melakuan perubahan dengan cara yang baik dan seiring berjalannya waktu perkembangan manusia sudah mulai maju karena sistem pendidikannya juga yang maju.

  12. Yuni anna berkata

    Perkembangan manusia seiring dengan berjalannya waktu sudah mulai berkembang dan di terima, karena perkembangannya dalam pendidikan yang semakin lama semakin maju. Dan kata kuncinya adalah “pendidikan” perkembangan moral manusia yaitu perubahan dengan cara yang baik dan seiring berjalannya waktu perkembangan manusia sudah mulai maju karena sistem pendidikan ya juga yang maju.

  13. Luinah berkata

    Perkembangan moral manusia yaitu perubahan sifat yang ada pada diri manusia, yang bersikap dan bertingkah laku nya positif ataupun negatif. Dalam diri manusia pasti memiliki perubahan yang sangat pesat.
    Moral merupakan suatu tindakan manusia yang memiliki nilai-nilai positif atau negatif tergantung dengan lingkungan nya itu sendiri, jadi agar moral nya positif harus disertai dengan etika.

  14. Fifit Fitri Nur'aeni berkata

    Moral tersebut merupakan gambaran yang di lakukan individu dimana tindakan tersebut di nilai baik atau buruk untuk mengendalikan tingkah laku seseorang.

  15. Fitria dewi berkata

    Manusia mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan, dan manusia juga adalah makhluk sosial karenanya manusia tidak terlepas dari interaksi terhadap orang lain. Manusia harus memiliki moral, moral sendiri bisa tercipta oleh beberapa faktor salah satunya ialah orang tua. Anak sering mencontoh apa yang otang tua lakukan karena otang tua dijadikan sebagai model.
    Kata kunci dari paparan diatas adalah moral. Moral ialah tindakan yang memiliki nilai positif. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak).

  16. ELOK ALFAIN LUTHFIE berkata

    Perkembangan dari segi psikis itu berbeda pada setiap orang, ada fase atau tahap dimana seseorang dapat memahami dan melakukan suatu hal yang menurutnya baik. Pada tahap awal seseorang itu seringkali melakukan kesalahan lalu mendapatkan hukuman yang sesuai dengan kesalahannya. Lalu tahap selanjutnya dia merasa peduli pada diri sendiri dan mengabaikan orang lain, lalu saat dia mulai beranjak dewsa diapun berfikir dewasa dari situ dia mulai bisa menghargai pendapat orang lain dengan didasari pada pemahaman, juga memandang pendapat dan nilai dengan baik dari situ dia sudah bisa mengembangkan standar moral. Perkembangan adalah proses yang berlangsung sejak konsepsi lahir dan sesudahnya dimana kemampuan dan tingkah laku pada usia dini, anak anak dan dewaa menjadi lebih komplek dan berlanjut dengan kematangan sepanjang hidup. Terimakasih

  17. Ainun Wiliyanti berkata

    Perkembangan moral adalah kemampuan seseorang untuk melakukan perubahan baik positif maupun negatif.
    Seseorang dapat membedakan tentang diri dan lingkungan nya serta mengetahui norma atau aturan.

  18. Nisrina Aulia berkata

    Manusia mengalami 2 proses, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Dimana pertumbuhan adalah perubahan yang bisa dilihat dari fisik. Serta perkembangan adalah dimana terjadi perubahan psikis seseorang, baik ke arah yang lebih baik ataupun buruk. Di dalam perkembangan, peran lingkungan sangat berpengaruh bagi pembentukan moral manusia itu sendiri.
    Kata kunci “moral”
    Moral itu sendiri berarti akhlak/Budi pekerti yang terdapat di dalam diri manusia. Tentunya dengan memiliki moral yang baik akan membentuk pribadi ke arah yang lebih baik lagi dan yang sesuai dengan aturan/norma yang sesuai di dalam masyarakat.

  19. Sri haryati berkata

    Ilmu yang mengkaji tentang manusia ditinjau dari sudut pandang tertentu. Manusia tidak terlepas dari interaksi bersama dan saling membutuhkan satu sama lain.
    Menurut Prayetno ada 3 faktor yang mempengaruhi perkembangan moral :
    1. Orang tua/guru sebagai model.
    2. Disiplin yang diberikan orang tua.
    3. Induksi dengan teman sebaya.

  20. Sri Anisah berkata

    Perkembangan moral manusia ialah perubahan sifat manusia yang berakhlak dan berbudi pekerti yang berupa pemahaman nilai norma norma yang harus dibatasi dan dijalani sehingga menimbulkan sikap atau tingkah laku yang positif atau negatif yang diharapan individu dapat mengambil keputusan mana yang baik dan mana yang buruk. Perkembangan moral mengajarkan kita hidup dengan bertingkahlaku sesuai etika yang tidak lepas dari ajaran agama sehingga perbuatan apa pun yang akan dilakukan harus hal yang positif karena dalam pikiran kita, hidup ini dalam pengawasan Tuhan.
    Mempunyai 3 tahapan dalam perkembangan moral yaitu :
    1. Pra konvensional
    2. Konvensional
    3. Pasca konvensional

  21. Elin yulianingsih berkata

    Moral merupakan perilaku seseorang/ akhlak seseorang yang biasa dilakukan.
    Perkembangan moral terbagi 3 yaitu:
    1 tahap pra konvensional
    2. Tahap konvensional
    3. Tahap pasca konvensional
    Diantara faktor yang mempengaruhi perkembangan moral ialah orang tua teman sebaya dan guru

  22. Miftahul Janah berkata

    Manusia mengalami pertumbuhan dan petkembangan,perkembangan seseorang dimulai dari dalam kandungan sampai ia meninggal dunia.Perkembangan seseorang juga bisa mengarah pada hal positif dan negatif,jadi perkembangan seseorang tergantung pada lingkungan,baik lingkungan keluarga,lingkungan pendidikan,dan lingkungan masyarakat.Dalam diri manusia yang paling penting yaitu perkembangan dalam keluarga karena keluarga merupakan pendidikan pertama bagi seorang anak,dan keluarga juga yang pertama kali mengajarkan anak mana yang baik dan mana yang buruk.lingkungan masyarakat juga berpengaruh,apabila lingkungan masyarakatnya kurang baik maka seseorang tersebut akan bermoral negatif begitupun sebaliknya

  23. MUNIRUDIN berkata

    Perkembangan moral manusia terjadi sejak manusia didalam kandungan sampai manusia itu meninggalkan kehidupan di dunia.sejak awal lahir keluarga adalah lembaga yang pertama untuk mempengaruhi moral seseorang,jika keluarga itu buruk maka orang tersebut akan ikut terbawa.
    Seseorang akan meniru kebiasaan ibu atau bapaknya karena mereka melihat kebiasaan mereka, jadi jika anak itu bermoral baik maka salah satu pengaruhnya datang daro orang tuanya.
    Yang berikutnya adalah teman sepergaulan,orang akan ikut terbawa teman baik yang positif maupun yang negatif.
    Terimakasih.

  24. Robi'atul Adawiyah berkata

    Moral adalah suatu tindakan dimana manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Moral juga mendasari dan mengendalikan manusia dalam bersikap dan bertingkah laku.
    Faktor yang mempengaruhi perkembangan moral yaitu seorang anak menirukan seorang guru/orang tua, pola asuh anak yang diberikan orang tua dan dengan siapa anak itu berteman.
    Seseorang dapat melakukan perubahan ke arah positif maupun negatif tergantung pada proses interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat. Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku, interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik jika aturan – aturan dan nilai – nilai yang ada dapat dilakukan dengan baik.
    Etika adalah suatu hal mengenai benar dan salah atau hak dan kewajiban secara moral (akhlak). Etika berperan membantu manusia dalam mengambil suatu sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup.
    Mengapa Etika dan moral penting? Karena Dalam kehidupan sehari-hari kita harus di dukung oleh sikap dalam tutur kata yang baik dan tingkah laku (perbuatan) yang baik pula, karena pada dasarnya seseorang akan melihat cara kita berbicara dan tingkah laku kita saat berbicara dengan lawan bicara kita. Begitu juga dalam bermasyarakat, jika kita tidak dapat menjaga etika dan moral secara sikap dan tingkah laku maka dalam kehidupan bermasyarakat anda akan mendapatkan predikat yang kurang baik.

  25. Putri Alfaniyah berkata

    Assalamualaikum.wr.wb
    Manusia akan mengalami perkembangan baik secara fisik maupun psikis. Perkembangan moral yang dialami manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya faktor dari dalam diri sendiri maupun lingkungan. Perbedaan antara perkembangan dan pertumbuhan. Perkembangan adalah perubahan dari segi psikis baik berubah kearah yang positif maupun negatif, sedangkan pertumbuhan adalah perubahan dilihat dari segi fisik. Moral adalah nilai perilaku yang mengatur baik dan buruknya tindakan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, dengan adanya moral manusia dapat membedakan mana yang benar dan salah. Moral selalu berkaitan dengan lingkungan manusia karena manusia selalu melakukan interaksi sosial dan membutuhkan timbal balik.

  26. Dede hidayatulloh berkata

    Perkembangan adalah hadirnya hal-hal baru dalam pola pikir manusia baik ke arah positif maupun ke arah negatif. Disamping perkembangan pasti ada pertumbuhan. Pertumbuhan adalah brubahnya fisik dari yang kecil ke pada yang besar.
    Dengan adanya perkembangan manusia dan pertumbuhan manusia dari semenjak di dalam kandungan hingga sampai mati pun manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya karena manusia itu mempunyai kepribadiannya masing-masing.
    Maka disitu pun terdapat moral sebagai alat kerukunan dalam masyarakat.
    Dalam ilmu sosiologi dalam bab sosialisasi yaitu:
    1.parepatory stage : tahap pengenalan
    2.play stage : tahap peniruan
    3.game stage : sudah mengenal peran
    sendiri.
    Dalam pertumbuhan dan perkembangan pun maka sikologi seseorang pun akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan lingkungannya. Apa bila lingkungannya baik maka sikologinya pun akan baik dan apa bila lingkungannya jelek maka sikologinyapun akan ikut jelek.
    Dalam siosialisasipun ada yang di maksud agen sosial disitulah tempat berubahnya sikologi manusia yaitu:
    1. Keluarga
    2. Teman sebaya
    3. Sekolah
    4. Masyarakat
    5. Media sosial

    Dari penjelasan saya maka saya dapatkan keyword yaitu sosialisasi
    Sosialisasi menurut soejonosukanto adalah proses sosial tempat seseorang individu mendapatkan pembentukan sikap untuk berprilaku sesuai dengan prilaku orang disekitarnya.
    Maka sosialisasi yaitu peran utama dalam pembentukan sikap seseorang kearah negatif atau positif. Dengan demikian moral akan terbentuk karena setiap individu manusia mengalami sosialisasi.
    Ada istilah dari seorang ilmuan yang menyebutkan “homo homini lupus” yang artinya manusia adalah serigala bagi sesama manusia lainnya.
    Dengan demikian seorang manusia itu dapat menjadi bahaya bagi manusia lainnya, dapat saling menjatuhkan, saling melukai dan lain sebagainya.
    Maka diperlukanlah pendidikan yang baik bagi setiap manusian agar ahlak manusia itu baik seperti nabi muhammad sendiri yang di utus oleh Allah SWT yang diperintahkan untuk menyempurnakan ahlak.
    Dengan bunyi hadis
    “Innamal bu’istu liutammima makarimal ahlak”

  27. Khaeron berkata

    Perkembangan moral merupakan kemampuan seseorang untuk berprilaku lebih baik yang dipengaruhi oleh lingkungan, baik perubahan tingkah laku, maupun penampilan dengan perubahan yang lebih baik. Moral manusia juga dipengaruhi oleh pergaulan dengan teman sebaya. Perubahan ini akan cenderung lebih cepat karena seseorang akan meniru tingkah laku temannya. Dalam perkembangannya moral akan dikaitkan dengan hukuman. Seseorang yang tidak memiliki moral yang baik maka ia akan dikenai hukuman, seorang anak akan takut pada orang tuanya dikarenakan ia takut mendapat hukuman dari orang tuanya.
    Kata kunci “Etika”
    Etika dalam kehidupan manusia berperan dalam menentukan jalan hidupnya baik atau burukk prilaku manusia ditentukan oleh jiwanya sendiri dengan demikian jika kita ingin hidup dengan baik maka kita harus memiliki etika yang baik pula. Dalam ilmu sosial etika dikaitkan dengan prilaku seseorang dalam kehidupan bersosial masyarakat. Orang lain akan mudah menilai kepribadian kita ketika mereka tau cara kita dalam bergaul atau bertingkah laku. Dapat dikatakan etika akan menentukan apakah orang lain akan menilai baik atau buruk terhadap diri kita.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.