Berniat Mengambil Perkuliahan Jurusan Entrepreneur?

0 76

Jika Anda menginginkan sukses dalam berwirausaha, mungkin Anda dapat mempertimbangkan untuk mengambil sebuah jurusan entrepreneurship atau yang berhubungan dengan entrepreneurship di suatu universitas. Bagi Anda yang menyukai dunia bisnis dan wirausaha. Tentunya ini akan menjadi sebuah peluang emas untuk menimba ilmu untuk digunakan nantinya saat merintis atau menjalankan bisnis. Biasanya Anda akan mempelajari tentang seluk beluk bisnis seperti pemasaran, akuntansi dan manajemen. Serta sejumlah keterampilan yang esensial seperti elevator pitch, kalkulasi anggaran dan sebagainya.

Meski tidak selalu 100% menentukan keberhasilan entrepreneur, mempelajari entrepreneurship secara intensif di lembaga pendidikan formal pastinya menawarkan kelebihannya tersendiri. Anda akan lebih banyak mendapatkan pembelajaran dari dosen dan juga mentor. Sebagian entrepreneur juga menganggap kuliah bukanlah sebuah hal yang sia-sia terutama jika ilmu yang dipelajari tersebut dapat diterapkan dalam berwirausaha nantinya. Mengikuti kuliah entrepreneurship juga akan menghindarkan Anda dari sejumlah kesalahan yang tak perlu dilakukan.

Generasi Y Berpeluang Lebih Besar

Generasi Y
Generasi Y

Bagi Anda yang memutuskan untuk memilih entrepreneurship sebagai jurusan di kampus, ingatlah bahwa Anda akan mengelola suatu perusahaan. Mereka para generasi Y (yang berusia 18 sampai 29 tahun) akan berpeluang dua kali lebih tinggi untuk memilih jurusan entrepreneurship ketika kuliah. Jika dibandingkan dengan semua pemegang gelar sarjana di AS, demikian hasil survei terbaru, “The State of the Gen Y Networker”. Dari perusahaan konsultan Generation-Y yang berpusat di Boston Millenial Branding dalam kerjasamanya dengan perusahaan data kompensasi PayScale.

Baca Ini Dulu

Memilih jurusan entrepreneur bukan satu-satunya tantangan yang harus Anda hadapi dalam menjalani kehidupan sebagai seorang entrepreneur. Berikut adalah beberapa saran bagi mereka yang akan memilih jurusan entrepreneur saat kuliah:

  1. Bersiaplah untuk bersinar: Apa yang Anda dapat lakukan untuk memukau dosen, rekan Anda atau juga atasan? Ikutilah pendaftaran suatu penghargaan dan semacamnya. Carilah peluang untuk mengerjakan sebuah proyek khusus. Jadilah relawan untuk pekerjaan yang akan meningkatkan kualitas kehidupan dalam komunitas Anda. Libatkan diri guna upaya politis. Makin banyak Anda terlihat dalam mata publik, makin besar peluang Anda demi mendapatkan perhatian orang sehingga ketika mereka memiliki peluang berbisnis.
  2. Siapkan masa depan: Mata kuliah yang lain mungkin terlalu mudah bagi Anda tetapi relevansinya dengan masa depan Anda tidak begitu tinggi. Dibandingkan dengan mata kuliah yang berhubungan dengan bisnis dan wirausaha tentunya. Carilah mata kuliah yang sesuai dengan tujuan Anda. Jika Anda berkeinginan memulai bisnis, pastikan Anda menginputkan kelas marketing dan akunting pada jadwal kuliah Anda bahkan jika jurusan Anda bukanlah jurusan bisnis.
  3. Bangun jejaring sekarang: Jangan tunggu hingga Anda aktif mencari pekerjaan atau si investor dalam bisnis Anda. Bangunlah jejaring pada masa kuliah. Banyak perkumpulan dan organisasi profesi yang memiliki biaya keanggotaan khusus bagi mahasiswa. Juga manfaatkan presentase apapun yang disuguhkan profesional luar yang sesuai pada tujuan jangka panjang Anda. Dengar, tanyakan pertanyaan yang berkualitas dan selalu lakukan tindak lanjut dengan ucapan terima kasih.
  4. Terjun ke lapangan: Kuliah dan buku memang dapat memberikan Anda pondasi yang kokoh mengenai bidang yang Anda tekuni tetapi tidak ada yang lebih baik dari mempraktikkannya di lapangan. Hal tersebut sangat berguna untuk mengokohkan pengetahuan dan pemahaman yang sudah ada. Jalanilah sebuah masa magang yang berkualitas, yang benar-benar membuat Anda belajar banyak hal. Mungkin bayarannya tak seberapa, tetapi pengalamannya harus Anda miliki.
  5. Mulai bertindak profesional: Berpakaianlah dengan rapi dan pantas. Anda tidak harus memakai setelan jas sepanjang waktu untuk itu, tetapi jangan sampai Anda terlalu cuek hingga mengenakan celana jins robek saat bertemu calon klien Anda. Jangan lupan untuk membangun portofolio dari sekarang sehingga saat Anda telah lulus dan siap berbisnis, Anda telah memiliki sebuah business plan yang siap dikembangkan. (dhirga)

(jurusan entrepreneur) (Generasi Y)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.