Persepsi atau Perbedaan Cara Pandang

0 999

Konsepsi Persepsi

Kata persepsi, berasal dari bahasa Latin perceptio, percipio, yang berarti  tindakan menyusun, mengenali, dan menafsirkan informasi sensoris guna memeberikan gambaran dan pemahaman tentang lingkungan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata persepsi  memiliki dua arti; pertama, tanggapan atau penerimaan secara langsung dari sesuatu atau serapan. Kedua persepsi berarti sebuah proses yang dialami oleh seseorang dalam mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya.

Dari beberapa makna tersebut, kata persepsi akan didefinisikan sesuai dengan konteks dimana konteks kata tersebut digunakan. Walgito mendefinisikan bahwa persepsi adalah suatu proses pemberian arti atau proses kognitif dari seseorang terhadap lingkungannya, yang dipergunakan untuk menafsirkan dan memahami dunia sekitarnya. Dengan demikian setiap orang akan berbeda cara pandang dan penafsirannya terhadap suatu objek/fenomena tertentu.

Persepsi berkaitan dengan cara mendapatkan pengetahuan khusus tentang suatu fenomena pada saat tertentu dan mencakup pula pada aspek kognitif/pengetahuan. Jadi persepsi mencakup penafsiran objek/tanda dari sudut pandang individu yang bersangkutan dan persepsi dapat mempengaruhi perilaku dan pembentukan sikap. Lebih lanjut dijelaskan bahwa persepsi sangat dipengaruhi beberapa factor, seperti faktor situasi, kebutuhan dan keinginan juga keadaan emosi.

 

Proses Terbentuknya Persepsi

Menurut teori rangsangan-tanggapan (stimulus-respons/SR), persepsi merupakan bagian dari keseluruhan proses yang menghasilkan tanggapan setelah rangsangan diterapkan kepada manusia. Dalam hal ini, persepsi dan kognisi diperlukan dalam semua kegiatan psikologis. Tingkah laku seseorang, merupakan fungsi dari cara dia memandang. Untuk mengubah tingkah laku seseorang, harus dimulai dari mengubah persepsinya. Dalam hal ini, dapat diilustrasikan dengan konsep yang menunjukkan alur persepsi yang dimulai dari rangsangan, kemudian membentuk persepsi, kemudian dari persepsi mendorong upaya pengenalan.

Dalam proses persepsi, terdapat tiga komponen utama yaitu:

  1. Seleksi. Yaitu proses penyaringan oleh indera terhadap rangsangan dari luar, intensitas dan sejenisnya banyak banyak maupun yang sedikit.
  2. Interpretasi. Yaitu proses pengorganisasian informasi sehingga mempunyai arti bagi seseorang. Interpretasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengalaman masa lalu, system yang dianut, motivasi, kepribadian, serta kecerdasan. Interpretasi juga bergantung pada kemampuan seseorang untuk mengadakan pengatagorian informasi yang diterimanya, dari informasi yang komplek menjadi yang sederhana.
  3. Interpretasi dan persepsi kemudian diterjemahkan dalam bentuk tingkah laku sebagai reaksi. Dalam hal ini, proses persepsi adalah melakukan seleksi, interpretasi dan pembulatan terhadap informasi yang sampai.

Faktor  yang Mempengaruhi Persepsi

Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Pada prinsipnya persepsi selalu melibatkan dua proses yang saling melengkapi, yatiu bottom up processing, dan top down processing.  Ada dua sumber informasi yang dapat digunakan untuk mempersepsi duania luar secara tepat. Pertama adalah informasi yang ditampilkan oleh stimulus sensori pada waktu itu. Kedua, pengetahuan serta pengalaman yang relevan yang dimiliki dan telah tersimpan dalam ingatan seseorang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi bisa terletak dalam diri pembentuk persepsi, dalam diri objek atau target yang diartikan, atau dalam konteks situasi di mana persepsi tersebut dibuat. Asumsi Yang Didasarkan Pada Pengalaman Masa Lalu dan Persepsi Persepsi yang dipengaruhi oleh asumsi – asumsi yang didasarkan pada pengalaman masa lalu.  Konsep ini pada dasarnya menjelaskan bahwa pengamat dan dunia sekitar merupakan partisipan aktif dalam tindakan persepsi.

Faktor yang mempengaruhi persepsi antara lain harapan pengalaman masa lalu, dan keadaan psikologis yang mana menciptakan kumpulan perseptual. Selain hal tersebut masih ada beberapa hal yang mempengaruhi persepsi, yaitu:

a) Perhatian yang merupakan proses mental ketika stimulus atau rangkaian stimulus menjadi menonjol dalam kesadaran, pada saat stimulus lainya melemah.

b) Stimulus terhadap obyek maupun peristiwa tertentu yang berupa orang, benda atau peristiwa.

c) Situasi, dimana pembentukan persepsi itu terjadi baik tempat, waktu, suasana dan lain-lain.

d) Gerak yang cenderung lebih mudah untuk dipersepsi dari pada objek yang tidak bergerak, diam dan pasif.

e) Sesuatu yang baru, karena sesuatu yang baru akan lebih menarik perhatian.

Oleh : Dr. Ahmad Munir, M.Ag

Komentar
Memuat...