Persiapan matang, Field Trip Si Kecilpun Riang

0 53

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, sekolah-sekolah menerapkan berbagai macam metode yang digunakan. Ada yang menggunakan metode Field Trip, Tanya Jawab, Diskusi, dll. Yang akan jadi sorotan penulis saat ini adalah metode Field Trip. Metode ini juga kadang di jadikan bahan penelitian oleh mahasiswa ataupun guru untuk mendapatkan sebuah karya tulis ilmiah yang baik.

Metode Field Trip adalah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari, menyelidiki atau mengamati sesuatu seperti meninjau pabrik susu, bengkel mobil, super market, peternakan, perkebunan, lapangan bermain dan sebagainya (Roestiyah, 2001:85).

Tujuan utama field trip adalah memberikan pengalaman belajar nyata kepada anak-anak. Karena itulah, biasanya field trip dirancang agar berkaitan dengan kurikulum atau kegiatan belajar anak di kelas. Sekolah biasanya sudah menetapkan tujuan field trip, baik lokasi maupun hasil yang diharapkan dari kegiatan tersebut.

Persiapan field trip untuk Orang Tua

Bagimana jika kita sebagai orang tua mendengar anak sendiri akan mengikuti field trip?. Mendengar anak akan field trip bersama teman sekolahnya, biasanya langsung muncul pikiran-pikiran yang  mengganggu pada benak orang tua, terutama ibu-ibu.

Bagaimana kalau anak di jalan pusing, bagaimana kalo anak mabuk perjalanan, siapa yag ngurus, bagaimana kalau ia mau pipis, bisa tidak ya anak merapikan kembali isi tasnya, dan masih banyak lagi kekhawatiran yang berkecamuk didalam benak orang tua.

Memang, bukan tanpa alasan orangtua merasa khawatir. Apalagi jika ini adalah pejalanan pertama anak tanpa didampingi orang tua. Beberapa sekolah biasanya mempersilakan orang tua untuk mendampingi. Namun jika kebijakan begitu, maka masalah selesai dan dan tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi oleh orang tua.

Namun, bagaimana jika pihak sekolah memberikan kebijakan field trip tanpa harus didampingi oleh orang tua, hanya oleh guru saja. Dengan tujuan untuk melatih kemandirian anak sejak kecil. Bila ini yang terjadi, maka orang tua harus membantu anak untuk mempersiapkan perlengkapan perjalanannya. berikut persiapan yang harus dilakukan oleh orang tua:


1. Cari Informasi Lokasi

Mencari Informasi Lokasi
Ilustrasi : Mencari Informasi Lokasi

Cari informasi mengenai lokasi field trip. Tanyakan pada guru atau bila perlu kita bisa tinjau lokasi dahulu, supaya kita benar-benar memahami keadaan lokasi tersebut. Mengapa demikian, hal ini sangat penting untuk mempersiapkan perbekalan anak. Misal­nya, jika lokasi yang dituju berhawa dingin, jangan lupa bawakan baju hangat untuk anak. Jika lokasi nya panas maka jangan lupa bawa payung. Dll.


2. Jelaskan kepada Anak mengenai lokasi

Menjelaskan kepada Anak mengenai lokasi field trip
Ilustrasi: Menjelaskan kepada Anak mengenai lokasi field trip

Setelah kita mencari informasi maka jelaskan keadaan lokasi tersebut kepada anak. Mengapa demikian?. Anak seringkali merasa takut saat akan bepergian ke tempat yang baru baginya. Apalagi perjalan yang pertama tanpa pengawalan orang tua. Jelaskan kepada anak bahwa perjalanan dan tempat yang akan dikunjungi mengasyikkan.

Jika tujuannya adalah ke kebun binatang, tunjukkan gambar-gambar binatang yang belum pernah dilihatnya. Jika ke museum jelaskan bahwa di museum itu dia akan mengetahui banyak tentang sejarah. Jika perginya ke taman bermain, tunjukkan keseruan wahana permainan yang akan ditemuinya. Hal ini akan membuatnya bersemangat untuk field trip.

Semangati anak untuk perjalanannya ini. Anda bisa mengatakan, “Wah, seru sekali ya, Kakak bisa melihat banyak binatang, lo, di sana. Nanti ceritakan ke Bunda, ya!” Dengan cara ini, selain anak akan merasa semangat dan senang, ia juga akan lebih memperhatikan hal-hal yang ia alami ketika pergi, sehingga banyak cerita yang bisa dibagikan sesampai- nya di rumah.


“Ingatkan anak, Jangan jauh-jauh dari rombongan dan ingatkan juga untuk selalu izin jika perlu ke kamar kecil atu suruh minta diantar kepada gurunya, agar tidak tertinggal oleh rombongan. pesan ini harus selalu ingatkan berulang-ulang agar si anak terus mengingatnya”


3. Beri Bekal yang Cukup

Beri Bekal Yang Cukup

Bawakan bekal makanan yang cukup. Hindari membawa makanan atau minuman yang berpotensi basi dan jangan memberikan makanan yang akan membuat anak merasa mual selama di perjalanan. Sebaiknya bawa roti dan makanan ringan kesukaannya. Jika pihak sekolah tidak menyediakan makan siang, maka bawalah bekal berupa nasi dan lauk pauk yang tidak berkuah terlalu banyak.

Untuk Anak di usia SD dan diatasnya biasanya mereka sudah mulai mengerti pada yang namanya uang. Jika ia diharuskan untuk membawa uang, bekali anak dengan uang secukupnya dan usahakan terdiri dari pecahan kecil untuk mempermudah anak bertransaksi.


4. Bekali anak Baju Ganti dan Kantong Plastik

Bekali anak Baju Ganti dan Kantong Plastik
Bekali anak Baju Ganti dan Kantong Plastik

Walaupun anak tak mengunjungi tempat yang bisa menyebabkan bajunya basah atau terkena air, tetap bawakan baju ganti. Hal ini untuk mengantisipasi bila bajunya kotor, seperti anak muntah atau ketumpahan makanan teman-temannya. Dan jangan lupa slipkan kantong plastik pada tasnya. Selipkan satu atau dua kantung plastik untuk dipakai sebagai kantong muntah atau kantong untuk menyimpan baju yang kotor.


5. Ajak Anak Mengemas Perbekalan

Ajak Anak Mengemas Perbekalan
Ajak Anak Mengemas Perbekalan

Ajak anak mengemas perbekalan yang akan dibawanya, seperti baju ganti, makanan, uang, serta obat-obatan. Ini akan membantunya mengingat apa saja barang-barang yang dibawanya dan dimana posisi barang-barang itu berada. Sehingga disaat anak membutuhkannya gampang mengambilnya. (AML) **


Sumber Bacaan: Tabloidnova.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.