Pertamina Energy Tower

0 615

Dengan ditandainya peletakan batu pertama, PT Pertamina (Persero) secara resmi memulai pembangunan untuk Pertamina Energy Tower, sebagai salah satu gedung pencakar langit tertinggi di Indonesia ini. Menara yang berlokasi di lingkungan Rasuna Episentrum tersebut, rencananya akan rampung dalam tahun 2020 mendatang.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan, menuturkan bahwa nantinya gedung ini akan dapat menampung sebanyak 23 ribu pekerja Pertamina serta seluruh anak perusahaannya. Dengan begitu para pekerja yang menangani berbagai aspek bisnis dalam bidang energi diharapkan dapat bekerja secara efektif serta efisien.

Tujuannya agar mengubah mindset pekerja untuk bekerja secara gesit agar dapat bersaing secara internasional.

EcoGreen Konsep

Pertamina Energy Tower 1
Pertamina Energy Tower 1

Lebih lanjut, seluruh potensi energi terbarukan seperti geothermal, air, matahari serta gas harus dapat dimanfaatkan di gedung ini. Pasalnya, gedung Pertamina Energy Tower ini akan dijadikan sebagai sebuah ikon energi. Dimana 55 persen luas lahannya akan dipakai sebagai area terbuka hijau. Sehingga terdapat sistem recycle untuk air hujan. “Jadi dengan konsep green building ini kita sudah membantu pemerintah DKI Jakarta dalam resapan air hujan,” jelasnya.

Selain itu, kata Karen, di tahun 2020 nanti, pihaknya menginginkan Pertamina Tower setinggi 530 meter ini akan menjadi landmark Indonesia. Sekaligus menjadi suatu ikon dan bentuk representatif Pertamina sebagai perusahaan minyak nasional dengan visi World Class Energy Company dan juga Asian Energy Champion pada 2025.

Pembangunan Pertamina Energi Tower ini juga meli­batkan BUMN lain serta PT Pembangunan Perumahan dan juga PT Hutama Karya. “Kami yakin sinergi BUMN ini dapat berjalan de­ngan baik,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Luhur Budi Djatmiko, Direktur Umum Pertamina, bahwa tujuan pembangunan Pertamina Energy Tower ini. Salah satunya dalam memenuhi kebutuhan sarana prasarana dalam upaya mengintegrasi para pekerja Pertamina. “Sedangkan untuk pembangunan gedung akan dilaksanakan dengan bertahap, diawali dengan gedung penunjang,” ujarnya.

Pertamina Energy Tower 3

Pembangunan gedung penunjang tersebut, ditar­getkan selesai pada akhir 2014 yang lalu. Namun untuk menyelesaikan seluruh pem­bangunan kawasan tersebut membutuhkan sekiranya waktu enam tahun. Menara yang terdiri dari 99 lantai ini akan dibangun di atas lahan seluas 5,7 ha dengan luas total bangunan 540 ribu meter persegi. Dirinya menambahkan bahwa gedung tersebut juga akan dilengkapi masjid berkapasitas lima ribu orang, ruang pertemuan, pusat energi, serta fasilitas olahraga.

“Pertamina Energy Tower akan menjadi gedung tertinggi di Negara Indonesia yang pertama menggunakan konsep eco green,” kata Luhur selesai acara groundbreaking.

Pada kesempatan tersebut, hadir jajaran Komisaris serta direksi Pertamina serta dari pejabat Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Di antaranya, Komisaris Utama Pertamina Sugiharto, Vice President Corporate Communication Ali Mundakir, dan juga Deputi Gubernur DKI Bidang Industri, Prof DR, Sutanto Soehodo.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.