Pesantren Jalan Cepat untuk Membentuk Karakter Jiwa Manusia

0 5

Pesantren berfungsi untuk melahirkan hamba hamba Tuhan yang sadar akan tugas dan fungsinya dimuka bumi yakni sebagai pemimpin (khalifah), yang tentunya menanamkan nilai nilai moral dan norna-norma dalam kehidupan manusia. Disamping itu Pesantren pun melahirkan kader kader penerus para Ulama yang bisa menjadi panutan dimasyarakat yang erat kaitannya dengan urusan agama. Sehingga berbagai kalangan banyak yang berpendapat bahwa pesantren jalan cepat untuk membentuk karakter jiwa manusia.

Kyai merupakan salah satu elemen terpenting dalam dunia pesantren karena keberadaan pesantren secara menyeluruh dibawah naungan dan tanggungjawab seorang kyai, sehingga tidak sedikit seorang kyai mengorbangkan seluruh waktu, tenaga dan harta dan pikiranyanya nya untuk mendidik dan membina santri dan masyarakat  tentang keimanan, keislaman dan akhlak kemasyarakatan agar tercipta insan insan Tuhan yang sadar akan tugas dan tanggungjawabnya.

Santri Bagian yang Tidak Bisa Terpisahkan Dari Pesantren

Santri merupakan bagian penting selanjutnya, karena santri merupakan objek pengkaderan para kyai yang dididik untuk menjadi hamba hamba Tuhan yang siap terjun di masyarakat dengan segala kemampuan terbaik yang dimilikinya dengan membawa membawa misi untuk kemashlahatan agama, nusa dan bangsa dengan segala bekal yang ia dapatkan selama di didik di dunia pesantren.

Kitab kuning berfungsi sebagai alat bantu yang memudahkan para kyai dan santri  dalam mengkaji segala bidang keilmuan, selain itu kitab kuning pun menjadi rujukan dalam menjawab berbagai persoalan agama ataupun persoalan lainya. Karena kitab kuning bukan hanya berbicara tentang agama saja melainkan segala bidang keilmuan lainya pun termaktub dalam kitab kuning.

Sorogan merupakan metode terbaik yang hanya dimiliki oleh pesantren, karena metode sorogan mempermudah santri dalam memahami keilmuan serta mempermudah kyai dalam mengajarkan keilmuan. Selain itu metode soroganpun menjadi jalan pintas  dalam proses pendidikan dan pembinaan, karena metode sorogan akan mempertemukan antara kyai dan santri secara langsung dengan jarak yang lebih dekat sehingga proses transformasi keilmuan dan  emosional  akan berjalan lebih cepat. ** Mufti Tubagus Maulana

Baca Juga: Pesantren dan Metode Pembelajarannya

Komentar
Memuat...