Zero To One, Peter Thiel Mengajak Berinovasi Tak Hanya Meniru

0 25

Saat kita membahas tentang masa depan, kita mengharap masa depan itu makin maju dan lebih baik dari apa yang ada sekarang ini. Kemajuan itu ada dua bentuk utama: horizontal atau ekstensif (menyalin apa yang sudah sukses sebelumnya), dan vertikal. Kemajuan hozisontal mudah dicapai karena kita sudah memiliki bayangan tentang bagaimana rupanya. Sementara itu, kemajuan vertikal berarti kita melakukan hal baru, memulai dari nol ke satu (zero to one). Demikian penjelasan entrepreneur berpengalaman Peter Thiel yang menulis buku berjudul “Zero to One” yang baru-baru ini ia luncurkan.

Peter Thiel
Peter Thiel

Peter Thiel yakin bahwa jika kita ingin membangun masa depan yang lebih baik, Anda harus yakin pada rahasia-rahasia yang masih harus dikuak. Rahasia ini berupa batasan-batasan yang masih belum dieksplorasi manusia dan penemuan-penemuan baru yang masih harus diciptakan. Dan semua itu tidak akan tercapai dengan menggalakkan kemajuan horisontal.

Thiel mengajak kita untuk melakukan perubahan dan kemajuan jenis kedua: kemajuan vertikal. Artinya, kita harus berani memulai dari nol untuk menuju ke satu.

Membedakan kemajuan horisontal dan vertikal mudah saja. Kemajuan horisontal misalnya Anda mengambil satu mesin ketik, dan kemudian memproduksi 100 mesin ketik yang sama dengan meniru mesin ketik yang sudah ada. Kemajuan vertikal tidak demikian. Anda menyempurnakan mesin ketik dengan memproduksi sebuah aplikasi pengolah kata (word processor).

Satu fenomena yang berhubungan erat dengan kemajuan horisontal ialah globalisasi. Di era globalisasi, kita tinggal mengambil satu produk sukses di satu daerah lalu menggandakannya dan membuatnya berhasil meraup untung di berbagai daerah dan negara lain.

Era Globalisasi Eranya Teknologi

Tiongkok adalah contoh paradigma yang sempurna untuk globalisasi. Rencana dua puluh tahunnya memiliki tujuan agar Tiongkok menjadi seperti Amerika Serikat saat ini. Tiongkok begitu piawai menyalin apa saja yang sudah sukses di negara-negara lain terutama AS. Mereka misalnya tidak perlu harus memasang telepon kabel dulu tetapi langsung membeli ponsel. Mereka bisa melompati fase-fase perkembangan tertentu yang dialami oleh negara lain yang sudah lebih dulu maju.

Akan tetapi untuk perkembangan vertikal, satu kata kuncinya adalah teknologi. Anda harus menggunakan teknologi untuk bisa menghasilkan inovasi. Dan hal yang perlu diluruskan adalah menganggap teknologi hanya tentang komputer saja. Teknologi informasi memang berperan penting di abad ke-21 sehingga tidak heran Silicon Valley menjadi pusat teknologi dunia. Namun, teknologi bukan hanya tentang TI dan komputer. Teknologi, menurut Peter Thiel, perlu diperluas cakupannya menjadi apapun yang membuat kita manusia bisa melakukan aktivitas kita dengan cara yang baru dan lebih baik (any new and better way of doing things).

Karena globalisasi dan teknologi adalah dua jenis kemajuan yang berbeda, umat manusia bisa memiliki keduanya, salah satunya atau tidak sama sekali dari keduanya dalam waktu yang bersamaan. Misalnya tahun 1815-1914 adalah era kemajuan teknologi yang pesat dan sekaligus era globalisasi awal. Antara Perang Dunia 1 dan kunjungan Henry Kissinger ke Tiongkok dan Eropa, terjadi kemajuan vertikal yang banyak tetapi globalisasi tidak demikian. Sejak 1971, kita menyaksikan globalisasi yang mewabah yang diiringi oleh kemajuan teknologi yang tidak sebanyak sebelumnya. Kemajuan teknologi sejak saat itu kebanyakan berfokus di bidang teknologi informasi (TI).

Berkurangnya Inovasi Di Masa Depan

Era globalisasi ini memudahkan kita untuk membayangkan bahwa di masa depan kita akan menyaksikan lebih banyak kesamaan daripada perbedaan.

Lebih lanjut dalam bukunya, Thiel menjelaskan premis bahwa manusia saat ini tengah menghadapi kemandekan (stagnasi) dalam berbagai bidang kehidupan karena lebih tertarik dalam perangkat bergerak yang terus saja diperbarui tak ada inovasi baru kembali. Teknologi informasi telah maju pesat tapi di bidang lain yang tidak kalah penting, kemajuan yang pesat belum tercipta.

Menurut Thiel, kemajuan vertikal bisa dilakukan para pemimpin bisnis dengan menggunakan kemampuan terpenting yang harus dimiliki mereka yaitu belajar bagiamana berpikir untuk dirinya sendiri.

Melakukan hal yang orang lain sudah ketahui cara dan tekniknya membawa dunia dari 1 ke nol, membuat lebih banyak hal lebih familiar bagi makin banyak orang. Namun saat Anda melakukan hal yang baru, Anda beralih dari nol ke satu. Bill Gates berikutnya, ujar Peter Thiel, tidak akan membuat sistem operasi. Larry page atau Sergey Brin berikutnya tidak akan membuat mesin pencari lagi. Para pemenang masa depan tidak akan menang dengan bersaing secara ketat di pasar hari ini. Mereka akan melarikan diri dari kompetisi itu karena bisnis mereka haruslah unik.

Zero to One menghadirkan pandangan-pandangan optimistis mengenai masa depan kemajuan di Amerika dan cara baru untuk memikirkan inovasi dalam kehidupan umat manusia: ia dimulai dengan belajar melontarkan pertanyaan yang mengarahkan Anda untuk menemukan tempat-tempat yang tidak diharapkan.

(Zero to One)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.