Memilih Calon Pendamping Antara Yang Dicintai Dan Dikagumi

0 143

Masa muda adalah masa-masa penentuan. Banyak anak muda yang bingung mengenai calon pendamping hidup. Salah satu kasusnya adalah disaat mereka harus memilih calon pendamping diantara dua pilihan. Terdapat satu kisah remaja perempuan yang bingung memilih antara pacarnya yang sudah lama pacaran dengan seorang lalaki yang baru dia kenal.

Perempuan itu bercerita bahwa dia sedang dekat dengan dua orang pria. Pria pertama adalah pacarnya sendiri yang sudah 4 tahun menjalin hubungan dengannya. Pria kedua adalah pria yang baru beberapa bulan terakhir dia kenal. Pria baru ini baik, rajin ibadah, akhlaknya baik, sudah bekerja dan sudah punya tempat tinggal. Pria pertama juga sebenarnya baik, sangat tampan, tetapi agamanya tidak sebaik pria kedua dan belum mempunyai pekerjaan yang jelas. Ketika pria kedua dikenalkan kepada orang tuanya, mereka lebih respect kepada pria kedua padahal mereka sudah kenal lama dengan pria pertama. Mungkin karena perasaan orang tua lebih peka dan lebih tau yang terbaik untuk anaknya.

Perempuan itu mengagumi pria kedua karena akhlak dan agamanya baik, serta masa depannya cerah, tetapi perasaanya lebih berat kepada pria pertama karena sudah lama berpacaran dan lebih tampan dari pria kedua. Perempuan itu menyadari, jika menginginkan yang terbaik untuk masa depannya maka pria kedua lah yang harus dia pilih. Namun di sisi lain dia masih bingung karena berat jika harus meninggalkan pacarnya.

Dari kisah perempuan ini kita dapat mengambil pelajaran. Mungkin ada di antara kalian yang mengalami hal yang sama dengan perempuan itu. Dalam hal ini, perempuan itu mempunyai hak penuh untuk menentukan pilihan. Jika menurut agama, tentu saja kriteria pertama dalam memilih pasangan itu dilihat dari agama dan akhlaknya. Meskipun perasaan lebih cenderung kepada pria pertama, namun perlu di pahami bahwa dalam pernikahan yang lebih dibutuhkan bukan rasa cinta yang besar di awal tapi akhlak. Kemapanan dalam kerja juga sangat penting, karena dalam rumah tangga membutuhkan banyak biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi jika sudah memiliki anak, kebutuhan akan menjadi lebih banyak.

Orang tua mana pun pasti lebih setuju dengan pria yang agama, akhlak dan masa depannya baik. Karena mereka ingin anaknya dibimbing oleh laki-laki yang baik dan ingin hidup anaknya terjamin. Setidaknya kalau pria itu sudah memiliki pekerjaan bahkan sudah meiliki tempat tinggal, mereka tidak akan khawatir terhadap kelangsungan hidup anaknya.

Jika lebih memilih lelaki yang dicintai tetapi agamanya kurang baik dan tidak memiliki pekerjaan yang jelas, mungkin tahun-tahun pertama pernikahan akan merasa bahagia-bahagia saja. Tapi jika sudah berjalan beberapa tahun baru akan terasa bahwa rumah tangga tidak akan berjalan dengan baik jika sang suami tidak memiliki pendapatan yang jelas. Apalagi jika suami tersebut akhlaknya kurang baik, lama-lama sifat buruknya akan terlihat dan akan terasa bagaimana tidak nyamannya hidup bersama orang yang perilakunya tidak baik. Dua masalah tersebut dapat menjadi masalah besar. Permasalahan ekonomi dan perilaku tidak baik pasangan seperti kekerasan dapat mengancam pernikahan.

Berbeda jika menikah dengan pria yang mempunyai agama, akhlak dan masa depan yang baik. Diimami oleh pria yang shaleh hidup akan terasa nyaman dan tentram, serta kebutuhanpun terpenuhi karena dia sudah memiliki pekerjaan. Jadi permasalahan ekonomi dan kekerasan tidak akan terjadi. Meskipun banyak yang mengatakan perasaan itu lebih utama, tetapi jika rumah tangga sudah berjalan, hal di ataslah yang akan kebih dibutuhkan. Cinta insya Allah bisa tumbuh seiring dengan komunikasi dan hubunga yang intens. Rasa kagum pada akhlak dan keseriusan serta jaminan masa depan lebih pantas menjadi peioritas.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.