Inspirasi Tanpa Batas

Pintu Syurga Terbuka bagi Mereka yang Meninggal di Mekkah

0 4

Konten Sponsor

Pintu Syurga Terbuka bagi Mereka yang Meninggal di Ka’bah. Saat kami shalat Ashar di Ka’bah pada rakaat keempat, tiba-tiba ada seorang wanita asal Afrika, lemas, lunglai dan jatuh tertidur. Beberapa detik kemudian, datanglah empat asykar dengan membawa tandu kematian. Mereka berhenti persis di depan kami saat kami hampir bilang salam. Rupanya orang Afrika itu meninggal dunia. Dan begitu cepat para asykar membawa mayat yang baru saja meninggal.

Kematian itu tanpa tangisan. Yang mati tidak syakaratul Maut. Kematian itu menjemput dia dengan sangat tenang. Tidak menakutkan seperti sering kita menyaksikannya di sekitar kita. Lalu jika kita bergerak melakukan thawaf, pasti akan ada jejeran mayat disimpan di sekitar ka’bah. Mereka umumnya ingin dishalat jenajahkan setelah pelaksanaan shalat wajib. Hampir setiap waktu shalat pasti diikuti dengan shalat kematian. Itulah Mekkah dan Itulah fenomena di sekitar Ka’bah.

Kuburan Mereka Yang Mati di Ka’bah

Di mana mereka dikubur. Kalau yang meninggal saat hajji atau umrah di Mekkah dapat di pastikan di Ma’la. Itulah tempat peristirahatan terindah dan teristimewa dalam perspektif  sejarah masyarakat Muslim. Makam ini mendampingi makam keindahan lain, yakni Baqi’. Jika Ma’la berada di Mekkah, maka,  Baqi’ berada di Medinah.

Memperhatikan kedudukan Baqi dan Ma’la ini, akhirnya menyebabkan bahwa, tidak sedikit di antara mereka, khususnya yang sudah berumur, berangkat haji dengan semangat bagaimana mereka dapat meninggal di Mekkah atau di Medinah. Mereka ingin dimakamkan di tanah para syuhada dan para leluhur, tempat di mana manusia berada dan konon akan menjadi tempat alam mahsyar.

Wajar jika kematian di Mekkah tanpa tangisan. Mengapa? Sebab meninggal dengan dimakamkan di Ma’la atau di Baqi, sering difahami sebagai kematian penuh anugerah. Anugerah dari Allah yang kedudukan dan nilai kematiannya, hanya Allah yang tahu. Mereka sering disebut sebagai syahid.

Rujukan atas anugerah bagi mereka yang dikubur di dua tempat itu adalah hadits Nabi. Salah satunya hadits yang diriwayatkan Al Bazzar. Ia menyebut bahwa Rasul bersabda: “Sebaik-baik kuburan adalah ini [Ma’la]. Hadit ini juga dapat dibaca dalam periwayatan Ibnu Abbas.

Hadits yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud lebih tegas lagi. Perawi ini menyatakan bahwa Rasulullah bersabda:  “Allah akan membangkitkan penghuni Ma’la sebagai penghuni Syurga. Wajah-wajah mereka bercahaya seperti bulan purnama. Inilah janji Allah yang diberikan-Nya kepada mereka yang beriman dan selalu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya

Ibnu Abbas yang dikenal mufassir pertama dunia Islam, menyebut keagungan makam dimaksud. Ia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:  Ma’la adalah pemakaman yang paling baik. Dalam penjelasan lebih lanjut, Ibnu Abbas menyatakan bahwa: “Barangsiapa yang meninggal di Mekkah [Hajji atau Umrah], ia tidak akan dihisab dan tidak akan disiksa. Seluruh dosanya akan diampuni Allah.

Bahagialah mereka yang meninggal di sana. Kita yang di sini atau di manapun yang menyaksikan atau mendengar mereka yang meninggal saat ibadah haji, bahkan mungkin patut bersyukur. Mengapa? Sebab ternyata, berdasar hadits tadi, sudah ada sebagian keluarga kita, yang bakal menikmati syurga yang abadi. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar