Inspirasi Tanpa Batas

SPONSOR

SPONSOR

Plato dan Akademi Pertama Dunia | Melacak Pemikiran Plato Part -1

0 22

Konten Sponsor

Plato dan Akademi Pertama Dunia. Ἀκαδήμεια [Akademi], itulah kata aslinya. Suatu istilah yang disandingkan untuk memberikan nama atas perkumpulan para intelektual yang mengikuti pemikiran Plato. Istilah Akademik kemudian muncul menjadi cikal bakal berdirinya universitas mancanegara.

Di Akademi Plato, banyak mendidik muridnya berhasil membangun ideologi keilmuan secara brilyan. Salah satu murid tercerdas Plato itu, tentu saja Aristoteles. Filosof yang menjadi murid sekaligus rival ideologi ilmiahnya di Yunani Kuna. Inilah kampus pertama yang membebaskan semua orang untuk belajar dan menimba ilmu pengetahuan.  Di kampus ini pula, seluruh dibebaskan berpikir termasuk jika harus berbeda dengan gurunya.

Tahun 387 SM, Athena menjadi tempat penting di mana Akademi Plato pertama kali didirikan. Bersama perkembangan Akademia Plato, Athena tumbuh menjadi Kota bagi pusat pemerintahan dan sekaligus Peradaban dunia. Aristoteles sendiri, tidak kurang menghabiskan waktu selama kurang lebih dua puluh tahun [367-347 SM) belajar di kampus kepunyaan gurunya itu.

Melalui kampus ini pula, Aristoteles terinspirasi untuk membangun kampus sendiri.  Sama seperti Plato, Aristoteles tidak mendirikan kampus negeri. Ia membuka kampus yang membebaskan mahasiswa yang belajar didalamnya untuk mandiri. Membebaskan pikiran mereka dari pertaliannya dengan kekuasaan. Tujuannya sama! Mereka berharap bahwa kampus dimaksud, dapat memberikan kebebasan ekspresi bagi seluruh murid-muridnya. Hanya dengan kekebasan itulah, ilmu dapat berkembang dengan baik.

Akademi Plato

Akademi Plato adalah kampus pertama di dunia. Ia berdiri selama periode helenis yang disebut sebagai puncak peradaban Yunani Kuna. Penyebutan kata Helenis dimaksudkan untuk mereka yang berbicara, berkelakuan dan hidup seperti orang Yunani Kuna.

Ciri masyarakat Helenis adalah filsafat spekulatif. Negara menganut sistem pemerintahan republik. Tradisi ini dikembangkan di Pantai Ionia, Asia Kecil, Yunani. Umumnya, mereka juga sering disebut sebagai penentang paling efektif atas hukum Yahudi yang dianggap sudah terlalu lapuk. Inilah kelompok kecil yang bercita-cita menciptakan kehidupan masyarakat yang subur makmur, bebas tetapi sopan. Helenis karena itu, sering dianggap sebagai komunitas masyarakat yang pernah menjadi kebangaan negara Kota. Sebut misalnya kebanggaan bagi Aegea, Athena, Pergamum, Anthiokia, dan Alexandria

Akademi Plato, selama kurang lebih 304 tahun. Akademi Plato baru bubar pada tahun 83 sebelum Masehi karena dianggap mengembangkan ajaran sesat. Padahal yang sesungguhnya, melalui Akademi ini, banyak lahir kelompok kritis terhadap penguasa setempat. Akademi Plato bubar saat Philo dari Larissa meninggal dunia.

Setelah hampir 500 tahun tenggelam, Akademi Plato, kemudian didirikan kembali tepatnya tahun 410 Masehi. Pendiri  Akademi Plato baru [neoplatonik] kemudian kembali didirikan di Athena. Namun hanya bertahan 119 tahun, karena Kaisar Yustianus I [529 M] membubarkan kampus tersebut dengan anggapan sama. Kampus Neoplatonisme ini, dikubur kembali karena dianggap membahayakan kepentingan kekuasaan Romawi Kuna.

Pelajaran Penting Akademi Plato

Siapa Plato sesungguhnya? Plato sebenarnya gelar atau sanjungan atas gagasan brilyan yang dimiliki seorang intelektual kebanggan Socrates. Penyebutan kata Plato awalnya diberikan gurunya kepada seorang fenomenal bernama Aristokles. Ia dikenal memiliki Badan tinggi dengan bahu besar serta pemikiran cemerlangnya. Postur dan lain hal tentang Aristokles ini, menarik gurunya untuk memberi gelar Plato.

Sejak itu, sosok ini dikenal dengan nama Plato. Padahal kata Plato dalam bahasa Yunani ditulis dengan: Plateau yang berarti dataran tinggi. Hal ini, sangat mungkin karena pikiran-pikiran Plato yang sangat menyentuh dan mendorong manusia sampai pada puncaknya sebagai manusia.  Inilah sosok yang dikenal ahli menggambar dan melukis, serta pandai bermain musik dan puisi.

Isu-isu penting yang dikaji di Akademi Plato adalah Politik. Dalam bahasa Yunani, kata politik sendiri ditulis πολιτεία [politeia]. Meski rancu jika membaca berbagai ulasan wikipedia terhadap makna ini karena kadung diterjemahkan dengan dengan sebutan  The Republic. Kata ini secara latah diterjemhakan ke dalam bahasa Indonesia dengan sebutan Republik.

πολιτεία [politeia] mengandung makna polis [kota] atau Negara Kota [the state] dalam bahasa Inggris. Di Bahasa lain seperti Belanda dan Jerman agak mirip. Kalimat tadi diterjemahkan dengan de staat [Belanda] dan Der Staat [Jerman]. Padahal, bagi Plato, Politeia sering diterjemahkan dengan cara hidup. Jadi secara filosofi, kata ini sesungguhnya ingin diusung Plato untuk mencari rumusan tentang bagaimana cara manusia hidup sebagai bagian dari masyarakat di satu sisi, dan keharusan sejarah untuk membangun bumi di sisi lain. Bersambung –Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar