Take a fresh look at your lifestyle.

Politik Kekuasaan dalam Nalar Plato

0 153

POLITIK Kekuasaan dalam Nalar Plato: Plato 428-348 Sebelum Masehi (SM), oleh para pemikir setelahnya, sering disebut sebagai penerjemah pemikiran Socrates. Karena itu, banyak pihak menganggap apa yang ditulis Plato dalam berbagai gagasannya itu, tidak lebih dari pikiran Socrates itu sendiri.

Akhirnya, banyak juga yang menganggap kalau Plato, baru berkibar secara pemikiran, ketika Socrates –yang terkenal dengan konsep virtue-nya itu, meninggal dunia. Ia dikenal sebagai murid setia Socrates, dan penerjemah pemikiran gurunya itu, ke dalam cara kerja berpikir yang praksis. Diketahui secara umum, kalau Socrates, tidak pernah menuliskan gagasan yang dimilikinya. Melalui Plato-lah, gagasan dan pemikiran Socrates terpublikasi secara luas.

Plato adalah filosof dan matematikawan Athena-Yunani yang sangat terkenal itu, adalah penulis philosophical dialogues dan pendiri Universitas pertama di Eropa. Kampus dimaksud diberinama Akademi Platonik. Kampus itu didirikan di Kota Athena, Yunani oleh dirinya dan dipimpin oleh Plato itu sendiri selama kurang lebih 40 tahun.

Membangun Kebajikan Ala Plato

Pikiran Plato soal Negara ideal, hampir mirip dengan apa yang dikatakan Socrates. Dalam soal ini, bahkan hamper sulit dibedakan apakah gagasan dimaksud murni mengutif Socrates, atau ada kolaborasi pemikiran dengan dirinya. Yang pasti, ia mengatakan bahwa negara ideal seharusnya menganut prinsip mementingkan kebajikan.

Apa itu kebajikan? Menurut Plato, kebajikan itu adalah pengetahuan. Apapaun yang dilakukan seseorang yang mengatasnamakan Negara atau berada dalam domain negara, seharusnya selalu dalam konteks pencapaian kebajikan. Plato mengatakan bahwa model atau cara untuk mendidik warga Negara agar memiliki kebajikan itu, seharusnya dilakukan dengan cara memperbanyak pendirian lembaga pendidikan. Tak mungkin kebajikan dapat dicapai, jika didalamnya tidak tersedia ruang-ruang pendidikan.

Bagaimana gagasan Plato tentang cara mendapatkan pemimpin untuk keperluan negara sebagaimana dijelaskan di atas? Sebelumnya, Plato dikenal sebagai penggagas demokrasi, Karena Athena dikenal sebagai negara Monarchi absolut yang melahirkan system pemerintahan theokratik.

Ia berhasil menggagas konsep ini dan lahirnya Pemilihan Umum Pertama di Athena. Tetapi, ketika pemilu pertama dimaksud terjadi, yang terpilih ternyata adalah pemimpin yang lebih buruk daripada model sebelumnya yang monarchi tadi.

Dari situlah, Plato mengatakan bahwa system Negara demokrasi hanya akan melahirkan sistem pemerintahan tirani. Plato mengatakan bahwa melalui demokrasi, pemerintahan akan “penuh sesak dengan kemerdekaan dan kebebasan berbicara. Akibatanya,  setiap orang dapat berbuat sekehendak hatinya”. Situasi inilah yang akan melahirkan kekerasan. Bahkan kekerasan akan dibenarkan atas nama kebebasan dan persamaan hak. Sejak itu pula, Plato menolak gagasan demokrasi yang mengadagiumkan suatu konsep suara rakyat adalah suaran Tuhan.

Negara dan Fungsinya bagi Rakyat menurut Plato

Menurut Plato, mengapa suatu kumpulan kewargaan yang kemudian disebut negara itu muncul? Adanya negara, menurut Plato, karena di situ terdapat hubungan timbal balik yang saling membutuhkan antar satu warga negara dengan warga negara lainnya. Manusia, dalam kaca mata ini, tidak mungkin tidak membutuhkan orang lain. Adanya tuntutan saling membutuhkan itu, membutuhkan suatu system hidup, yang kemudian dikenal dengan nama negara.

Karena itu, menurut Plato, negara wajib bukan hanya sekedar menjaga antar hubungan kewargaan, tetapi harus menyediakan ruang kebaikan dalam membangun hubungan kewargaan dimaksud. Di situlah butuhnya Undang-undang dan system ketatanegaraan ideal menurut kepentingan kumpulan kewarganegaraan itu.

Gagasan Ekonomi Kerakyatan menurut Plato

Bagaimana gagasan Plato tentang penguasaan asset ekonomi? Dalam soal ini, ia cenderung menjadi peletak dasar teori dan prinsip nihilism social. Plato menyebut bahwa, negara ideal harus mampu menyediakan ruang terbuka bagi  negara untuk menguasai asset kekayaan ekonomi. Kepemilikan pribadi dalam bentuk: uang, harta, keluarga, anak dan istri harus dihindari. Hal ini dilakukan agar negara terhindar dari pengaruh erosive dan destruktif yang bakal mencipatakan disintegrasi Negara kota. Dalam perkembangan berikut, khususnya di abad pertengahan, teori Plato ini, kemudian diadopsi secara total oleh sosialis-Komunis. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar