Home » Politik » Politik Kekuasaan dalam Nalar Socrates

Share This Post

Politik

Politik Kekuasaan dalam Nalar Socrates

Politik Kekuasaan dalam Nalar Socrates

Adakah kaum terdidik yang tidak tahu nama Socrates? Agak sulit karena nama sosok ini demikian terkenal. Dalam banyak kasus, khusus untuk mereka yang mencintainya, ia bahkan sering disejajarkan dengan Nabi, meski tidak pernah disebut dalam kitab suci, termasuk dalam al Qur’an. Mereka yang mengaguminya, melihat pengaruh pemikirannya yang demikian besar. Nalarnya, siapa lagi kalau bukan Nabi jika ada manusia yang memiliki tingkat pengaruh yang besar seperti ini.

Filosof terkemuka, bukan hanya pada kelas Athena, tetapi bahkan pada kelas dunia. Namanya, selalu tercantum dan pemikirannya selalu menjadi bahan diskusi yang dinamika menarik dalam setiap kajian kefilsafatan. Bahkan banyak pihak yang mengkaji sosial politik dan kenegaraan, nama ini, tak pernah asing dan tak pernah ketinggalan untuk dikaji.

Socrates,lahir di Athena tahun 469 dan meninggal tahun 399 Sebelum Masehi (SM). Ia adalah filosof idealis yang menjadi mata air bagi lahirnya pemikiran Plato dan Aristoteles serta filosof lain dari generasi ke generasi.  Ibu kandungnya yang berprofesi sebagai bidan, yakni Phainarete, telah menjadi inspirasi pentingnya dalam merumuskan filsafat. Bapaknya yang profesi sebagai pemahat batu, telah membuat dia memiliki karakter lembut sebagai pemikir idealis.

Rekomendasi untuk anda !!   Lyceum dan Aristoteles | Melacak Pemikiran Aristoteles Part - 3

Ia adalah filosof kritis, khususnya ketika mempertanyakan sesuatu yang dianggap diri dan masyarakatnya benar. Ia adalah sosok yang tidak mudah percaya kepada apa yang disebut dengan kebenaran tanpa melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Ia sadar, bahwa kebenaran selalu menjadi komoditas yang bukan hanya dapat dipertukarkan, tetapi, sekaligus dapat diperjual belikan.

Karena itu, menurut filosof ini, untuk mencapai kebajikan (virtue), manusia harus memiliki pengetahuan yang cukup dengan menyediakan sejumlah tolokukur, mengenai apa yang baik dan apa yang buruk, agar tidak ditemukan kesalahan dalam mengambil kesimpulan. Tujuan tertinggi mengapa manusia harus hidup, menurut Socrates adalah dengan jalan membuat dirinya atau jiwanya, tumbuh dan berkembang serta menjadi sebaik mungkin, mampu meraihnya. Dan itu semua, hanya mampu dilakukan jika manusia memiliki hakikat yang baik.

Peran Negara dalam Membentuk Masyarakat

Menurut Socrates, tugas Negara sebenarnya sederhana. Yakni bagaimana negara mampu memajukan kebahagiaan para warga negaranya, dan membuat jiwa para penduduk untuk menjadi manusia yang baik. Karena itu, seorang pemimpin, menurut Socrates, haruslah mereka yang memiliki pengetahuan yang cukup baik akan apa yang disebut dengan kebaikan. Tanpa itu semua, tidak mungkin gagasan kebaikan itu, mampu diciptakan di kalangan masyarakat.

Rekomendasi untuk anda !!   Mengenal Filsafat Positivisme

Dengan nalar tadi, akhirnya Socrates sampai pada kesimpulan, bahwa demokrasi tidak akan melahirkan pemimpin yang baik. Demokrasi yang mentamsilkan suara rakyat adalah suara Tuhan, yang karenanya pasti mengasumsikan suara mayoritas, tidak mungkin menghasilkan kebaikan. Mengapa? Karena tidak semua  manusia dalam pengertian mayoritas itu, memiliki pengetahuan yang sama untuk memperoleh kebaikan dalam terminologynya yang utuh.

Saya tentu tidak tahu, bagaimana kalau Socrates lahir di Indonesia dan bertumbuh saat Indonesia memasuki fase demokrasi. Apa mungkin demokrasi dilahirkan di Indonesia. Prof. Cecep Sumarna

Share This Post

2 Comments

  1. jadi, dalam pemikiran Socrates untuk mengatur suatu Negara yakni memajukan kebahagiaan para warga negaranya, dan membuat jiwa para penduduk untuk menjadi manusia yang baik. Karena itu, seorang pemimpin, haruslah mereka yang memiliki pengetahuan yang cukup baik akan apa yang disebut dengan kebaikan.

    Reply
    • lyceum

      Adakah pemimpin di kita memenuhi persyaratan untuk itu

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>