Potensi Yang Besar Pada Industri Kreatif Online

0 79

Masyarakat Indonesia, khususnya pemuda masa kini dinilai gemar berkecimpung dalam dunia industri kreatif di dunia maya. Buktinya, karya seperti aplikasi untuk smartphone serta IOS buatan anak muda Indonesia laris manis saat ini.

Potensi ini diharap akan terus berkembang di tengah ramainya pengguna perangkat pada telekomunikasi seluler. Semoga peningkatan tersebut menjadi peluang besar bagi pengembangan industri konten di Negeri Indonesia kita ini.

Apalagi, karakter industri yang terbuka pada bidang ini memberi kesempatan pengembang. Terutama pada generasi muda, termasuk mahasiswa untuk bisa lebih banyak berkiprah.

Untuk industri animasi, konten, khususnya pada subsektor permainan interaktif serta layanan komputer dan piranti lunak atau juga software. Meskipun kontribusinya terhadap pembangunan masih kecil. Namun industri ini diyakini memiliki potensi yang besar untuk bisa berkembang.

Kategori Industri Kreatif

Tak hanya pada konten, produk animasi juga termasuk kategori industri kreatif yang turut berpotensi besar. Karena itu, diharapkan banyak khalayak umum dan juga pemerintah mendorong industri televisi dapat memberi kesempatan produk animasi karya dari anak bangsa berupa slot tayang.

Tentunya pasti hal itu akan mempercepat pengembangan industri kreatif sehingga diharapkan dapat menembus industri film seperti Hollywood, industri periklanan dan juga multimedia global.

Secara nasional, geliat industri tersebut ditandai tingginya pertumbuhan nilai tambah yang dihasilkan dengan rata-rata di atas 15 persen per tahun selama periode 2011–2014. Bahkan kiprah para pelaku industri konten di Indonesia sudah semakin mendapat pengakuan pada dunia internasional. Dengan masuknya beberapa aplikasi nasional dalam Asia’s Top Fifty Applications.

Menperin juga telah menegaskan, industri kreatif merupakan salah satu pilar ekonomi nasional. Merujuk catatan BPS, pada 2013 sektor ini tumbuh 5,76 persen atau berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,74 persen, dengan nilai tambah sebesar Rp 641,8 triliun atau 7 persen dari PDB nasional.

Dari 15 subsektor bidang ekonomi kreatif, terdapat tiga subsektor yang memberikan kontribusi dominan terhadap PDB. Yaitu subsektor kuliner (Rp 209 triliun atau 32,5 persen), fashion (Rp 182 triliun atau 28,3 persen), serta kerajinan (Rp 93 triliun atau 14,4 persen).

(Dunia Industri) (Dunia Maya)

Komentar
Memuat...