Inspirasi Tanpa Batas

Presiden Pertama Negara Luar Angkasa Pertama Asgardia

Ketika kita masih bermimpi tentang kemungkinan untuk berbulan madu di bulan, maka, Igor Ashurbeyli sudah resmi menjadi Presiden Pertama Negara Luar Angkasa Pertama, bernama Asgardia. Ia didukung setidaknya oleh 150000 calon warga negara Asgardia yang bakal secara resmi diusulkan ke Majelis Perserikatan Bangsa-bangsa. Coba simak tulisan ini

0 38

Konten Sponsor

Baku, Azerbaijan, menghentak dunia. Salah seorang manusia yang lahir di Kota ini, tumbuh menjadi seorang intelektual luar angkasa dengan gagasan yang mungkin sebelumnya dianggap gila. Sosok itu bernama  Igor Ashurbeyli. Ia menjadi Presiden Pertama dengan dukungan 150 ribu calon warga negara dimaksud. Ia dengan demikian menjadi Presiden Pertama untuk negara pertama juga, bernama Asgardia. Negara ini akan mengorbit di luar angkasa pada ketinggian antara 100 sampai 600 kilomter dari permukaan bumi.

Gagasan Igor Ashurbeyli yang akan mendaftarkan negara barunya itu ke PBB, dan diharap resmi diterima pada tahun 2018, bernama Asgardia, ditentang salah satunya oleh Direktur London Institute of Space Policy and Law Prof. Sa’id Mosteshar. Ia menyatakan bahwa: “Traktat ruang angkasa menyebutkan dengan jelas bahwa tidak ada bagian dari ruang angkasa yang dapat diklaim negara manapun di dunia.

Jadi jika Asgardia menyatakan diri sebagai negara sendiri, apalagi diakui PBB, maka, berarti ia memiliki klaim tunggal atas wilayah luar angkasa dimaksud. Padahal hukum Internasional tidak mengatur soal dimaksud.

Sosok Igor yang Kontroversial

Igor yang kontroversial itu, lahir pada 09 September 1963 di Baku Azerbaijan. Ia merupakan keturunan dari keluarga bangsawan Azerbaijan bernama Ashurbeyov. Lulus sebagai sarjana perminyakan dari Akademi Minyak Azerbaijan pada tahun 1985. Setelah menjadi sarjana, dia mendirikan Socium, yang kemudian berubah menjadi Socium Holding, pada tahun 1988.

Sejak tahun 1990, Ashurbeyli pindah ke Moskow. Di sini ia dipercaya menjadi Deputy General Manager, First Deputy General Manager, dan Chairman of Board dan Chief Executive Officer (CEO) SPA Almaz. Di tangannya, Almaz dirubah menjadi GSKB Almaz-Antey, sejak tahun 1994.

Tahun 2004, Igor menjadi Ketua Dewan Lembaga Pakar Non-Pemerintah Nirlaba tentang Ancaman Ancaman Ruang Angkasa (ESSTD). Lembaga tersebut, pada tahun 2014 [ESSTD] diberi status sebagai tempat konsultasi khusus dengan Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (ECOSOC).

Kemampuan dia yang hebat dalam mengurusi berbagai holding ini, akhirnya dianugerahi Penghargaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi oleh pemerintah Rusia pada tahun 2010. Ashurbeyli baru mengundurkan diri dari SPA Almaz pada 2011. Namun sejak tahun itu, dia diangkat sebagai Ketua Dewan Pengawas Ilmiah dan KB-1 (Biro Desain 1), perusahaan swasta, dan Ketua Dewan dan Pemilik Socium Holding.

Igor mendirikan Aerospace International Research Center (AIRC) di Wina, Austria, pada tahun 2013. Pada tahun 2014, AIRC menerbitkan jurnal ruang angkasa internasional, ROOM, yang menempatkan dirinya sebagai pemimpin redaksi. Pada tanggal 5 Februari 2016, Ashurbeyli dianugerahi Medali UNESCO untuk kontribusi pengembangan nanosains dan teknologi nano. Penganugerahan ini diterimanya bersamaan dengan upacara yang diadakan di markas UNESCO, Paris. Tulisan diambil dari Wikipedia, the free encyclopedia, 26 Desember 2017

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar