Inspirasi Tanpa Batas

Problem Teologi dan Melambatnya Pemikiran Dunia Islam

Problem Teologi dan Melambatnya Pemikiran Dunia Islam
3 148

Konten Sponsor

Problem Teologi. Semangat beriztihad di kalangan masyarakat Muslim, terus mengalami kemorosotan. Muhammad Abid al-Jabiri [1990], menyebut bahwa umat Islam telah mengalami kemunduran akut dalam waktu yang cukup panjang. Setelah hampir 400 tahun lebih [150-550 H], dunia Islam berada dalam kemerdekaan berpikir, tiba-tiba mengubah wataknya menjadi dogmatik. Pernyataan Jabiri tadi, ternyata sulit dibantah. Fakta menunjukkan bahwa pernyataan dimaksud memperoleh pembenaran historisnya.

Apa yang ditulis [bahasa Arab] intelektual Muslim di 400 tahun dimaksud, dalam anggapan Jabiri dan Fazlurrahman [1982], berbasis filosofis. Basis semacam ini, tidak mampu dipertahankan setelah itu. Dalam kasus tertentu, pada perkembangan selanjutnya, justru penulis teologi Islam, kebanyakannya menyerang filsafat. Filsafat dianggap sebagai biang masalah, terjadinya kerancuan pemikiran keislaman dunia Islam.

Filsafat; baik dalam konteks pendekatan, metodologi maupun disiplin ilmu, dianggap sebagai pikiran yang sesat. Dalam terminologi lain, disebut dapat menyesatkan. Di kalangan para filosofi Muslim, upaya untuk menyadarkan situasi itu terus bergelora, Tetapi hasilnya selalu nihil. Kesadaran sebagaian kecil Intelektual Muslim pasca masa kejayaan iintelektual dimaksud, misalnya meyakini kalau teologi lahir karena pertimbangan filsafat. Hari ini, teologi malah kehilangan akar filosofinya. Akhirnya, di kalangan masyarakat Muslim, filsafat bukan saja menjadi tidak populer, bahkan menghilang dari referensi penting umat Islam.

Menyatukan Suatu Keharusan

Pertanyaannya, apa mungkin filsafat dan teologi kembali dikawinkan?  Menurut saya, di sinilah justru yang paling penting. Inilah justru yang seharusnya terjadi. Mengapa? Sebab Body of knowledge teologi, sebenarnya atau seharusnya tidak dapat terlepas dari pengaruh filsafat. Mengapa? Karena teologi sendiri lahir  karena pertimbangan filsafat. Bagaimana mungkin sesuatu yang telah melahirkannya, malah diabaikan. Inilah persoalan seriusnya.

Sikap semacam ini, secara langsung juga akan menyiratkan bahwa akidah Islamiyah, meski diubah. Apa yang disebut sebagai akidah Islamiyah adalah produk ilmiah. Karena ia merupakan produk ilmiah, maka, watak ilmiah akan selalu melekat dengan dirinya. Ciri ilmiah itu salah satunya tentatif. Karena ia bersipat tentatif, maka, mempertahankan produk teologi, akan membuat umat menjadi jumud.

Dalam bahasa lain, watak teologi yang bersifat doktriner dengan mengunci pintu ijtihad, dengan nalar di atas, akan dipaksa kembali dibuka. Teologi yang dianggap sakral, akan kembali dicairkan ke dalam watak dasarnya yang ilmiah dan karenanya pasti provan. Persoalannya, siapa yang akan memulainya. Ini persoalan seriusnya. By. Prof. Cecep Sumarna

Bahan Bacaan

Fazlur Rahman. Islam dan Modernity: Transformation of an Intellectual Tradision. Chicago and Lodon: The University of Chicago Press, 1982
Muhammad Abid al-Jabiri, Bunyah al-Aql al-Araby: Dirasah Tahliliyah Naqdiyyah Li al-Nudzumi al- Ma’rifah fi al-Tsaqafah al-Arabiyyah Beirut: Markaz Dirasah al-Wihdah al-Arabiyyah, 1990

  1. pahrul nur iswanto berkata

    setelah saya meyimak artikel diatas, saya merasa sangat sedih sekali menengar ketertinggalan teknologi bagi umat muslim dibanding umat non-muslim, untuk itu kita sebagai agent of cahnge dan agnet of control harus bisa kembali membangkitkan kembali teknologi dengan tidak mengenyampingkan akarnya yaitu filsafat dan kita juga harus bisa merubah kembali pola fikir umat muslim bahwa pentingnya menggabungkan filsafat dengan ilmu teknologi… 😀

  2. Anton Mulyono berkata

    Alhamdulillah dapat ilmu baru setelah membaca perihal di atas. Saya jadi ingin mengubah persepsi pandangan setiap manusia di dunia bahwasanya islam adalah agama untuk seluruh alam.

    1. Anton Mulyono berkata

      Alhamdulillah dapat ilmu baru setelah membaca perihal di atas. Saya jadi ingin mengubah persepsi pandangan setiap manusia di dunia bahwasanya islam adalah agama untuk seluruh alam.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar