Profesionalisme Kepemimpinan Kepala Sekolah

0 60

Menyebut kata profesionalisme, ia merupakan sebutan yang mengacu pada sikap mental dalam bentuk komitmen anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Dalam makna lain, profesionalisme adalah kondisi, arah, nilai, tujuan, dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan yang berkaitan dengan mata pencaharian seseorang (Kusnandar (2007). Kepala sekolah merupakan salah satu komponen dalam dunia pendidikan yang paling berperan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karenanya, menjadi kepala sekolah haruslah ia yang profesional. Dalam kontek kepala sekolah sebagai salah satu komponen dalam pendidikan, maka ia haruslah seseorang yang professional.

Tugas dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah

Diantara tugas dan tanggungjawab yang diemban oleh kepala sekolah adalah sebagai berikut:

  1. Kepala sekolah berperan sebagai saluran komunikasi di lingkungan sekolah yang dipimpinnya. Segala informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan di sekolah harus selalu terpantau oleh kepala sekolah.
  2. Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap segala tindakan yang dilakukan oleh bawahan. Segala perbuatan yang dilakukan oleh siswa, guru, staf dan orang tua siswa tidak terlepas dari tanggung jawab kepala sekolah.
  3. Seorang kepala sekolah harus mampu menghadapi segala persoalan. Sekalipun dengan waktu dan sumber yang terbatas. Dengan segala keterbatasannya, ia harus mampu mengatur pendistribusian tugas secara cepat dan tepat.
  4. Kepala sekolah harus mampu berfikir analitik dan konsepsional. Ia harus mampu memecahkan berbagai macam persoalan melalui satu analisis, kemudian menyelesaikan persoalan dimaksud dengan solusi yang fleksible. Ia juga harus mampu melihat setiap tugas sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan.
  5. Kepala sekolah adalah ia yang mampu menjadi mediator atau juru penengah. Lingkungan sekolah sebagai suatu organisasi, terdiri dari manusia yang mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Sehinnga hal ini sangat rentan menimbulkan konflik. Untuk itu, seorang kepala sekolah harus mampu menjadi penengah dalam konteks konflik dimaksud.
  6. Kepala sekolah merupakan seorang politisi. Ia harus mampu membangun dan menumbuhkan kerjasama melalui berbagai pendekatan, seperti persuasi dan kesepakatan (compromise).
  7. Kepala sekolah juga adalah seorang diplomat. Disebut demikian karena dalam berbagai forum pertemuan, ia adalah orang yang akan menjadi wakil resmi dari sekolah yang dipimpinnya.
  8. Kepala sekolah harus mampu mengambil keputusan-keputusan sulit. Dalam kehidupan berorganisasi, tidak ada satupun organisasi yang berjalan mulus tanpa ada hambatan ataupun masalah. Apabila terjadi hal demikian, maka kepala sekolah diharapkan mampu berperan sebagai orang yang dapat menyelesaikan persoalan dimaksud dengan cara- cara yang arif dan bijaksana. (Wahjosumidjo, 2002).

Dalam menjalankan kepemimpinannya, selain ia harus memahami tugasnya sebagai pemimpin, seyogiyanya ia juga memahami dan mengetahui perannya. Wahjosumidjo (2002) menyebut peran kepala sekolah dalam menjalankan peranannya sebagai manajer adalah: (1) Peranan pengaruh antar perseorangan; (2) Peranan informasional; (3) Sebagai pengambil keputusan.

Peranan Pengaruh Antar Perseorangan

Dalam hal peranan pengaruh antar perseorangan, ia meliputi: (a) Figure head yang berarti lambang. Lambang dimaksud adalah kepala sekolah sebagai lambang sekaligus citra sekolah; (b) Kepemimpinan (Leadership) artinya ia adalah pemimpin yang harus mampu menggerakkan seluruh sumber daya yang ada di sekolah agar dapat melahirkan etos kerja dan produktifitas kerja yang tinggi dalam upaya mencapai tujuan; (c) Penghubung (liasion) artinya ia adalah penghubung antara kepentingan sekolah dengan lingkungan di luar sekolah. Sedangkan secara internal kepala sekolah menjadi perantara antara pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik (siswa).

Peranan Informasional

Peranan informasional meliputi: (a) kepala sekolah berperan sebagai monitor. Hal ini mengandung makna bahwa kepala sekolah harus selalu mengadakan pengamatan terhadap lingkungan sekitar. Mengapa? karena selalu ada kemungkinan muncul informasi- informasi baru yang berpengaruh terhadap sekolah yang dipimpinnya; (b) kepala sekolah sebagai disseminator. Hal ini mengandung makna bahwa kepala sekolah bertanggungjawab penuh untuk menyebarluaskan dan membagi informasi kepada para pendidik, tenaga kependidikan serta orang tua siswa; (c) kepala sekolah sebagai spokesman. Artinya bahwa kepala sekolah memiliki tugas menyebarkan segala informasi kepada lingkungan di luar sekolah yang tentu hal ini dianggap perlu.

Pengambil Keputusan

Berkaitan dengan peranan kepala sekolah sebagai pengambil keputusan meliputi: (a) enterpreneur artinya ia harus selalu berusaha memperbaiki tampilan sekolah melalui berbagai macam ide dan gagasan. Ide ataupun gagasan dimaksud dapat berupa program- program yang baru serta melakukan berbagai macam survey untuk mempelajari segala persoalan yang timbul di lingkungan sekolah; (b) disturbance handler (orang yang memperhatikan gangguan) artinya kepala sekolah harus mampu mengantisipasi segala macam gangguan yang timbul dengan memperhatikan situasi serta ketepatan dalam mengambil keputusan; (c) a resource allocater (orang yang menyediakan segala sumber) artinya ia harus bertanggungjawab dalam menentukan dan meneliti siapa yang akan memperoleh atau menerima sumber- sumber yang disediakan dan harus didelegasikan; (d) a negotiator roles artinya ia harus mampu mengadakan berbagai komunikasi, pembicaraan dan musyawarah dengan berbagai pihak dalam memenuhi kebutuhan sekolah.***Nurdin

Bahan Bacaan:

Daryanto, 2011, Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media

Hidayati, Ara dan Imam Machali, 2010, Pengelolaan Pendidikan, Bandung: Pustaka Educa

Husaini, Usman, 2009, Manajemen: Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara

Irean, Susanto, 2006, Model Penjaminan Mutu dalam Pembelajaran. Modul Pelatihan Surakarta

Poerwanto, Ngalim, 2003, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung: Rosdakarya

Raihani, 2010, Kepemimpinan Sekolah Transformatif, Yogyakarta: LKiS

Komentar
Memuat...