Profil Andhika Surachman dan Anniesa Hasibuan First Travel

4 1.057

Jungkir balik dalam dunia bisnis adalah sesuatu yang biasa. Bagi mereka yang berada dalam dunia anti kemapanan, jungkir balik bukanlah sesuatu yang luar biasa. Para pebisnis tidak harus merasa heran jika ada pebisnis yang kaya raya, tiba-tiba jatuh miskin dalam waktu yang singkat. Di berbagai tulisan, sering saya katakan, kaya itu ada waktunya. Tetapi menjadi miskin kapanpun akan datang dalam waktu yang tak pernah diundang.

Apa yang menimpa pemilik first travel, Andhika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, adalah salah satu bukti bahwa jungkir balik dalam dunia bisnis, itu nyata. Tidak semua pebisnis yang jatuh karena mereka nakal. Sangat mungkin management resiko tidak dihitung secara sempurna. Tidak mungkin ada pebisnis yang bercita-cita 39ingin membangkrutkan usahanya, kecuali memang dia benar-benar manusia serakah dan penuh kenakalan.

Pertanyaannya, apa mungkin Andhika Surachman dan Annisa Desvitasari Hasibuan, menyengajakan diri untuk melakukan proses bunuh diri dalam usaha yang digelutinya cukup herois itu? Saya percaya, mereka yang berada di luar wilayah masyarakat pebisnis, selalu akan melihat fenomena semacam ini, sebagai kenakalan pihak pengusaha murni. Padahal belum tentu.

Kondisi Awal Ekonomi Andhika dan Anniesa

Andhika lahir di Bogor, 29 Desember 1985. Tidak banyak informasi yang menggambarkan bagaimana masa kecil dan masa kanak-kanaknya. Yang pasti, ia mengawali kariernya sebagai pramuniaga di sebuah gerai toko di Bogor. Ia melakoni profesi sehabis tamat SLTA. Pekerjaan itu ia lakoni dengan tekun sambil mengikuti pendidikan S1 di STIE Tama Jakarsa, Jakarta Selatan.

Kekuatan bathin cinta pada kekasihnya, telah mendorong untuk menikahinya, meski usianya masih sangat muda. Profesi sebagai pramuniaga ini juga, tidak menyurutkan niatnya untuk menikahi gadis kelahiran 30 Juli 1986 bernama Anniesa Desvitasari Hasibuan. Saat pernikahan itu dirlangsungkan tahun 2005, gadis ini sedang mengikuti pendidikan S1 di Universitas Indonesia.

Profesinya sebagai pramuniaga, ia akhiri ketika sudah menikah. Andhika melakukan pekerjaan baru dengan cara magang di Kantor Pusat Bank Bukopin. Gajihnya tidak lebih dari 50 ribu per hari. Pekerjaan ini ia tekuni selama satu tahun. 2006, anak pertama dari hasil perkawinan mereka lahir. Dua tahun kemudian, mertuanya yang berprofesi sebagai pebisnis batu bara meninggal dunia.

Akhirnya, di tahun 2008, keduanya mengakhiri kuliah dan memututuskan untuk fokus mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Ia mengawali bisnis baru dengan modal 2 juta rupiah. Modal itu ia dapatkan dari hasil penggadaian atas motor yang dimilikinya. Uang itu, ia gunakan untuk menyewa toko yang kecil di pinggir jalan kawasan Cimanggis, Depok. Di gerai kecil inilah, ia jualan pulsa, sprei, makanan dan cetak photo.

Membuka First Travel

Nggak tahu bagaimana cerita awalnya, pada tahun 2009, ia membuka bisnis baru dalam bentuk agensi perjalanan wisata. Agensi ini digelutinya dengan mendirikan suatu bendera berbentuk CV bernama First Karya Utama. Melalui CV inilah, ia menjajakan programnya dari satu pintu ke pintu lain.

Sampai akhirnya, salah seorang karyawan Bank Indonesia yang hendak berwisata ke Vietnam mempercayainya berangkat melalui CV yang dimiliki Andhika bersama Anniesa. Setahun kemudian, ia memperoleh tawaran memberangkatkan 127 pegawai BI untuk melakukan umrah melalui CV yang dimilikinya. Tidak lama kemudian, CV miliknya memperoleh kepercayaan dari pegawai pertamina. Melalui keberangkatan 50 orang pegawai pertamina untuk umrah ini, membuat Andhika seperti memperoleh kepercayaan diri.

Dari situlah, dari mulut ke mulut, CV ini berkembang pesat. Sampai tahun 2012 saja, ia berhasil memberangkatkan 800 orang. 2013 berhasil memberangkatkan 3.800 orang. Karena merasa berhasil memberangkatkan umrah dalam jumlah yang demikian besar inilah, Andika akhirnya mendaftarkan First Travel sebagai PPIU di Kementerian Agama Republik Indonesia.

Anniesa dan Produk Desain Dunia

Melihat perkembangan first Travel yang demikian melesat itu, cita-cita Annisa untuk menjadi desainer yang gagal dia dapatkan di UI itu, merasa seperti memperoleh angin baru. Ia akhirnya pergi ke London untuk mengembangkan bakat tertundanya. Di b idang inipun ia berhasil. Anniesa Hasibuan, sukses menjadi desainer Indonesia yang berkarya di panggung fashion dunia.

Saking terkenalnya, karya desainya sempat ditampilkan di New York Fashion Week. Ia mampu mendapatkan apresiasi dan berhasil memukau dunia dengan karya-karyanya yang cukup prestisius. Ia terus melanglang buana dari satu negara ke negara lain. Fashion Muslimpun berhasil ia pamerkan di negara-negara yang berjarak dengan dunia Islam.

Dunia berkata lain ternyata. Kisah sukses itu, tiba-tiba harus dihebohkan dengan kesialan yang menimpa keduanya. Kini ia tersandung dan apa yang menjadi penyebab utamanya. Yang pasti, dua bos ini diamankan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, pada Rabu 09 Agustus 2017.

Dua manusia imaginer dan saya yakin sangat progresif ini, akhirnya tak kuasa melawan ketika dituduh dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Republik Indonesia. Ia dianggap melakukan penipuan kepada masyarakat.Penangkapannya sendiri dilakukan pihak kepolisian, setelah keduanya menghadap dan melakukan klarifikasi ke Kementerian Agama RI pusat.

Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi, OJK RI, akhirnya menutup usaha mereka. Kementerian Agamapun menyusul. Lembaga ini mencabut idzin mereka. Setelah itu, Ramailah seluruh jama’ah first travel. Ke mana ujungnya, kita tidak tahu. Team lyceum dari berbagai sumber

Kronologi Perjalanan Frist Travel

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. Djoko Wahono berkata

    Ada 3 hal yang harus dipahami untuk mengawali sebuah bisnis :
    1. Capital
    2. Skill
    3. Network

    1. Imanuel as berkata

      Saldo rek perusahaannya cuma 1,3 jt. Lalu kemana yg 700 miliar lebih nya??
      Tolong kembalikan uang rakyat bos..!!

      1. lyceum berkata

        nah kalau yang ini tanyakan saja kepada penasehat hukumnya. Hanya saja saat mulai terbongkar … kesannya Andhika dan istri kelihatannya sangat ceroboh

    2. lyceum berkata

      lebih penting di atas segalanya adalah, setiap pengusaha yang baik, pasti selalu memiliki kemampuan mendengarkan dan belajar atas kegagalan hidup

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.