Home » Pendidikan » Hukum » Profile Antonius Tonny Budiono

Share This Post

Hukum

Profile Antonius Tonny Budiono

Profile Antonius Tonny Budiono

Siapa yang menyangka, jika Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Antonius Tonny Budiono, berakhir di POMDAM, Jakarta. Kini ia telah resmi menjadi tersangka akibat keberhasilan KPK mengendus tindakan korupsi yang dilakukannya. Operasi Tangkap Tangan [OTT] yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] pada 23 Agustus 2017 di Mess Perwira, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, telah menyebabkan dia tidak berkutik kecuali menerima keadaan yang menimpa dirinya.

Tonny tidak dapat membantah kalau dirinya telah menerima uang suap sebesar 20 milyar rupiah dari proyek pengerjaan pengerukan pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Uang sebesar itu, 18,9 milyar di antaranya ditemukan dalam 33 tas miliknya. Menarik untuk disebut bahwa ternyata, sosok ini pernah diberi penghargaan oleh Presiden Joko Widodo tahun lalu.

Pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 71, tanggal 17 Agustus 2016, yang bersangkutan memperoleh anugerah Satyalancana Karya Satya. Penghargaan yang biasanya diberikan kepada Aparatur Sipil Negara [ASN] yang telah berbakti selama 10, 20 atau 30 tahun lebih secara terus menerus. Selama pengabdiannya, ASN dimaksud dianggap telah menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetian dan pengabdian kepada ASN lain. Melalui penghargaan dimaksud, sosok seperti ini dianggap dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lainnya.

Rekomendasi untuk anda !!   Mengenal Lebih Dalam Undang-Undang ITE Baru

Siapa sosok Tony ini. Berikut adalah hasil penelusuran team lyceum Indonesia atas kariernya di jagad birokrasi Indonesia.

Sejarah Tonny dalam Birokrasi

Tonny lahir di Pekalongan pada 13 Juli 1958. Tidak banyak diberitakan bagaimana pendidikan dia sewaktu di SD, SLTP dan SLTA. Pendidikannya dikenal publik luas sebagai jebolan Universitas Gadjah Mada, lulusan teknik Geodesi. Suatu bidang ilmu yang cenderung langka dan tidak termasuk ke dalam bidang yang banyak diminati banyak mahasiswa.

Karena bidang yang digeluti Tonny langka, maka, ia pasti memiliki keahlian tertentu, sesuai dengan bidang ilmunya untuk melakukan analisa terhadap bentuk dan ukuran bumi baik di daratan maupun di lautan. Ia juga dikenal memiliki kemampuan tertentu dalam membuat gambaran rupa bumi atau yang lebih dikenal dengan pemetaan.

Inilah bidang ilmu yang merupakan cabang dari matematika terapan. Bidang ilmu ini biasanya melakukan pengukuran dan pengamatan pada suatu posisi secara pasti dari titik-titik tertentu di muka bumi serta ukuran dan luas dari sebagian besar muka bumi, bentuk dan ukuran bumi, dan variasi gaya berat bumi.

Rekomendasi untuk anda !!   Negara Lunak Korupsi Membludak

Sejak tahun 1986 dia menjadi ASN dulu namanya PNS. Dua tahun kemudian ia diangkat Kepala Seksi Pengamatan Laut, Direktorat Kenavigasian (1988-1998). Berkarier selama 10 tahun di bidang tersebut, ia kemudian diangkat menjadi Kepala Subdit Bina Sarana dan Prasarana, Direktorat Kenavigasian (1998-2002). Kariernya terus menanjak. Ia diangkat menjadi Kepala Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (2002 – 2009).

Selanjutnya ia menjabat Kepala Distrik Navigasi Kelas I Surabaya (2009 – 2010) dan Kepala Distrik Navigasi Kelas I Samarinda (2010 – 2012). Kariernya dalam bidang navigasi berakhir saat jabatannya naik menjadi Direktur Kenavigasian di tahun 2012. Pada tahun 2015, ia diangkat menjadi Direktur Pelabuhan dan Pengerukan. Puncak kariernya di birokrasi kementerian ini, saat dia ditunjuk menjadi Direktur Jenderal Perhubungan Laut pada 16 Mei 2016 lalu. Lima belas bulan kemudian, ia ditetapkan menjadi tersangka dalam OTT yang dilakukan KPK. Team Lyceum Indonesia

Share This Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>