Inspirasi Tanpa Batas

Proletarianisme versus Borjuasi | Sejarah Komunisme Part – 2

0 2

Konten Sponsor

Proletarianisme versus Borjuasi. Komunisme dalam nalar Marx, tidak mungkin diciptakan negara. Ia hanya mungkin menjadi cara ideal membentuk suatu negara. Pertanyaannya, mengapa sampai sebegitu ekstremnya analisis Marx atas sikap sosial politiknya. Saya melihat fenomena sosial yang dipresentasikan Marx lahir karena antitesis sosial politik dan sosial budaya masyarakat di mana bertumbuh.

Dengan pikiran Marx yang seperti itu, wajar jika kemudian ia mendefinisikan komunisme sebagai suatu faham yang harus lahir sebagai “pelawan” penting atas negara yang dikuasai para penguasa. Terlebih jika negara itu, dipimpin oleh mereka yang dalam anggapan Marx  tidak peduli pada nasib rakyat jelata. Suatu komunitas yang disebutnya sebagai kaum borjuis.

Nalar penulis atas asumsi hypotetik Marx di atas, dilandaskan pada Manifesto Politik Komunis tahun 1884 di Inggris. Manifesto itu, kemudian dikenal dengan istilah Manifesto Komunis. Menurut Marx, semua kekuatan publik [baca rakyat] itu harus didorong oleh suatu doktrin yang dideklarasikan Karl Marx bersama dengan sahabat karibnya itu bernama Enggle. Jika analisa dan nalar saya atas apa yang disebut Marx itu benar, maka, pantas kalau misalnya, gerakan komunisme selalu melawan kekuatan penguasa.

Inilah yang menyebabkan mengapa di Eropa muncul suatu istilah “Hantu berkeliaran”. Hantu itu ternyata bernama Komunisme. Semua kekuasaan di Eropa, telah lama sepakat untuk berusaha melawan atau bahkan mengusir kekuatan ideologi Marx. Bahkan sekelas Paus sendiri, ikut serta berada dalam dalam barisan kaum Radikal untuk mengawasi perkembangan komunisme. Sejak manifesto Komunis itu pula, di setiap negara yang didalamnya ada partai oposisi, Partai itu pasti dicaci sebagai Komunis, khususnya oleh mereka yang sedang berkuasa.

Industri Modern dan Kemajuan Borjuasi

Industri modern yang ditemukan dan dikembangkan Amerika Serikat, dalam anggapan Marx dan Enggle adalah pencipta pasar. Harus diakui, bahwa melalui industri modern, dunia telah mampu memberikan kemajuan yang sangat besar terhadap perdagangan, pelajaran-pelajaran di lingkungan pendidikan, pada moda transportasi baik darat, laut maupun udara.

Namun demikian, kemajuan-kemajuan material itu, secara langsung malah meningkatkan kaum borjuasi. Industri modern telah membuat para produsen memiliki pertambahan kapital yang terus berkembang. Dalam kasus tertentu, perkembangannya bahkan melonjak cukup dramatis.

Kondisi ini, secara langsung akan membuat kaum proletar semakin jauh terbelakang jika dibandingkan dengan kaum borjuis. Kaum proletar dalam banyak kasus bahkan akan terus menjadi suatu kelas yang tertindas. Kaum proletar yang terdiri dari para buruh dan petani, akan terus terkalahkan dalam bidang apapun oleh mereka yang disebut kaum borjuis. Suatu kelompok masyarakat yang disebut Marx haus akan kekuasaan yang lahir dari bangsawan yang dipimpin kaum feodal.

Borjuasi dianggap Marx dan Enggle telah merobek perasaan kekeluargaan, dan membuat hubungan kemanusiaan menjadi semakin renggang. Borjuasi malah hanya akan meletakan hubungan kemanusiaan menjadi hanya hubungan uang belaka. Sementara itu, sisi-sisi kemanusiaan menjadi sangat hilang. Manusia proletar malah terkesan tercipta sebagai mesin-mesin yang mengabdi sepenuhnya kepada kaum borjuasi. Inilah yang menyebabkan mengapa kaum komunis begitu mudah masuk ke alam pikiran bawah sadar kaum proletar. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar