Proses Pembunuhan al Hallaj dalam Intelektual Muslim Part-20

0 110

“Aku adalah Dia yang aku cintai … dan Dia yang aku cintai itu adalah aku sendiri,   Kami adalah dua jiwa yang sama berada dalam satu tubuh, jika engkau melihatku, engkau melihat-Nya, Dan ketika engkau melihat-Nya, Engkau melihat kami berdua”. Inilah kalimat fana, (exstacy) al Hallaj yang dianggap berbahaya dalam pengembangan Islam

Kolaborasi antara kepentingan politik dan kepentingan fiqih, serta nafsu kekuasaan dari segelintir umat, khsusunya dari mereka yang ingin menjadi pejabat negara, pasti akan selalu memakan korban –tentu dengan legitimasi agama. Inilah bagian lain dari kolaborasi itu, yang menyebabkan salah satunya mengapa Al Hllaj disalib lalu dipancung dan dibunuh.

Pembunuhan terhadap al Hallaj ini, faktornya memang tidak tunggal. Selain Karena pertimbangan keagamaan yang melihat shufi dalam perpektif fiqih, juga, karena memang tipologi al Hallaj yang cenderung kritis terhadap kekuasaan. Ia dikenakan pasal makar terhadap negara karena dianggap mengganggu kenyamanan kekuasaan. Salah satu contoh pernyataan al Hallaj yang dianggap menodai agama itu adalah:

Prosesi Pembunuhan al Hallaj

Saat al Hallaj ditetapkan sebagai penoda agama karena menganggap dirinya telah menyatu dengan Allah. Maka, pada tahun 297 Hijriyah atau 909 Masehi, keluarlah fatwa dari Imam Muhammad bin Dawud. Seorang Qadli dari Madzhab Dhahiri yang menjadi Hakim Agung di dinasti bani Abbas. Namun sebelum proses hukuman itu dilaksanakan, seorang ulama dari Madzhab Syafi’i yakni Ibn Suraij melakukan pembelaan yang menyebabkan, ia akhirnya kembali bebeas. Pernyataan Ibn Suraij itu terekam dalam kalimat berikut ini:

”Yang kutahu, al Hallaj hafal al-Quran sebanyak 30 Juz, Ia juga dikenal memiliki pemahaman yang utuh terhadap al Qur’an dimaksud. Al Hallaj yang saya tahu, juga sangat mahir fiqh, hadis, sejarah, dan biografi serta berbagai ilmu yang terkait dengan bidang dimaksud. Secara personal ia juga dikenal sangat taat, Karena ia selalu berpuasa di siang hari, dan shalat di malam hari tanpa henti. Jika anda tahu, bahwa dialah sosok yang paling mudah menangis ketika berhadapan dengan Tuhannya. Kelemahannya hanya Karena dia berkata dengan kata-kata atau dengan kalimat yang tidak aku atau kalian semua pahami. Karena itu, aku tidak menganggap al Hallaj sebagai orang kafir yang harus dihukum mati

Baru setelah Ibn Suraij meninggal, ia tidak memperoleh pembelaan dari ulama manapun, kecuali sedikit dan tidak memiliki pengaruh besar yang menyebabkan al Hallaj tetap dihukum. Akhirnya, seorang politisi yang menjadi wajir dalam pemerintahan dinasti bani Abbas yang bernama Hamid al Abbas diberi kekuasaan penuh oleh khalifah, ia kembali merancang, hukuman terhadap al Hallaj. Akhirnya al Hallaj dituduh melakukan makar terhadap negara dan dihukum mati yang ditetapkan pada tanggal 25 Dzul Qa’dah 309/26 Maret 922.

Ceramah al Hallaj beberapa saat sebelum Dibunuh

Setelah itu ia kemudian dijebloskan ke dalam penjara. Delapan tahun ia tinggal dipenjara dan disiksa oleh cambuk tidak kurang dari 1000 kali cambukan kemudian disayat kulit dan dagingnya. Herannya dia tidak juga mati. Akhirnya ia dikelupas kulit dan daging serta tulangnya, kemudian dipisahkanlah kepala dan tubuhnya dalam suatu proses penyaliban. Saat dia digantung di kayu salib untuk disalib itu, al Hallaj berkata:

“Ya Allah … Coba Kau lihat hamba-hamba-Mu telah berkumpul untuk membunuhku. Mereka menganggap dirinya sedang membela agama-Mu dan agar dapat disebut dekat dengan-Mu. Ya Allah berilah ampun kepada mereka. Jika Engkau membuka (Kebenaran) sebagaimana Engkau menyingkapnya untukku, aku yakin mereka tidak akan melakukan tindakan ini …..”

Kalau kita memperhatikan susunan kalimat yang disampaikan al Hallaj ini, di letak manakah kita harus meragukan rasa ketuhanan al Hallaj, kecuali ia sebenarnya tampil sebagai shufi yang tunduk pada kekuatan dan kekuasaan Tuhan. By. Prof. Cecep Sumarna

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.