Proses Penciptaan Manusia dan Alternatif Pendekatan Pendidikan

2 76

Proses Penciptaan Manusia dan Alternatif Pendekatan Pendidikan: Banyak ayat yang berbicara tentang asal usul serta proses penciptaan manusia. Dari isyarat- isyarat tersebut, dapat dikembalikan kepada dua hal yaitu; penciptaan jangka panjang berasal dari tanah yang ditiupkan ruh Allah kepadanya (Al-Mukminûn: 12-15). Penciptaan manusia jangka pendek yaitu penciptaan manusia  berasal dari nuthfah (Al-Sajdah: 7-9). Proses penciptaan tersebut dikehendaki untuk menyentuh perasaan manusia agar menyadari keberadaan pencipta dan ciptaan-Nya. Jika manusia berjalan bukan pada jalannya (cara hidup  makhluk lain), maka ia tidak lagi dianggap sebagai makhluk proto tipe (أحسن تقويم) yang mempunyai keistimewaan atas makhluk lain.

Al-Qur’an memaparkan kisah penciptaan manusia diharapkan dapat memberikan nilai pendidikan terhdap manusia itu sendiri. Pengetahuan tentang kejadian manusia sangat penting untuk merumuskan tujuan pendidikan, dari asal kejadian ini dijadikan acuan dalam menetapkan pandangan hidupnya. Dalam perkembangannya, manusia senantiasa dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungannya.

Tiga Teori Perkembangan Subjek Didik

Dalam pendidikan dikenal tiga teori perkembangan  subjek didik:

  1. Empirisme atau  tabula rasa yang dipelopori oleh  John Locke (1632-1704) yang memandang bahwa manusia lahir bagaikan kertas putih, kosong tanpa pembawaan baik dan buruk. Perkembangan selanjutnya sangat tergantung pada pengaruh lingkungan dan pendidikan yang diperoleh.
  2. Nativisme atau enfoldment atau faculty yang dipelopori oleh Schopenhauer  yang mengasumsikan bahwa jika seseorang lahir dengan pembawaan atau potensinya yang baik, maka ia akan berkembang dengan baik dan sebaliknya. Pendidikan dan lingkungan tidak mempunyai pengaruh terhadap perkembangan seseorang.
  3. Konvergensi yang dikembangkan oleh William Stern (1871-1937) yang mencoba untuk mensintesakan antara dua teori yang kontradiktif di atas. Menurut aliran ini perkembangan seseorang dipengaruhi oleh pembawaan sejak lahir dan lingkungan. Pembawaan sejak lahir dan lingkungan sama-sama mempunyai andil dalam menentukan perkembangan seseorang.[3]

Dari ketiga teori tersebut, Islam menjelaskan bahwa embrio manusia bukan sekadar kosong dan netral, tetapi berpotensi yang disebut dengan fithrah. Lingkungan yang melingkupi embrio mempunyai pengaruh dalam pembentukan masa depannya.  Sementara menurut sebagian teori di atas, embrio hanya bersifat netral. Pengaruh tersebut akan terjadi pada aspek jasmani, akal   dan ruhani. Aspek jasmani dipengaruhi alam fisik, aspek akal dipengaruhi lingkungan, dan aspek ruhani dipengaruhi oleh kedua lingkungan tersebut, dan baru berakhir setelah kematian.

Untuk menciptakan kondisi yang kondusif, pendidikan dilaksanakan secara demokratis, terbuka dan dialogis, dengan penghargaan terhadap potensi kreatif anak. Demokratisasi pendidikan perlu dilakukan, karena manusia memiliki fithrah kebebasan, yakni kebebasan berkehendak. Menentukan pilihan sesuai dengan potensinya. Kebebasan ini merupakan nilai esensial bagi kehidupan, bahkan dianggap sebagai hak asasi manusiawi. Oleh karena itu,  proses pendidikan terhadap manusia  dapat diimplikasikan sebagai berikut:

  1. Pendidikan adalah media untuk memberikan stimulan bagi pertumbuhan dan perkembangan fithrah manusia.
  2. Proses pendidikan harus mengacu pada cita rasa ketuhanan yang telah tertanam pada diri manusia.

 

Oleh Ahmad Munir

Bahan Bacaan

Sayyid Quthb, Fî Zhilâl al-Qur’an, Libanon: (Dâr al-Syurûq, tt)

Abdurrahman Al-Nahlawî,   Ushûl al- Tarbiyah al-Islâmiyah,  (Beirut: Dâr al-Fikr, 1996)

Fadhil Al-Jamalî, Menerabas Krisis Pendidikan Dunia Islam,  (Jakarta: Golden Terayon Press, 1993)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. KIKY BAROKATUN NISSA berkata

    Menurut pandangan filsafat apakah terdapat kemungkinan islam memandang benar teori evolusi atau teorinya darwin ?

  2. KIKY BAROKATUN NISSA berkata

    Menurut pandangan filsafat apakah terdapat kemungkinan islam memandang benar teori evolusi atau teorinya (darwin)?

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.