Take a fresh look at your lifestyle.

Puisi Harapan| Kumpulan Puisi Prof Dr H Cecep Sumarna Part – 5

0 153

Puisi ini, didedikasikan untuk mereka yang lagi galau menghadapai fenomena kebangsaan yang rumit dan sulit diprediksi. Bangsa yang sedang bertaruh untuk memenangkan atau dikalahkan. Bangsa yang sedang mencari celah kemerdekaan baru bagi mereka yang menghuninya.

Puisi-puisi ini dibuat Prof. Cecep Sumarna di tempat terdingin di Indonesia. Suatu tempat yang oleh masyarakat Eropa sering disebut sebagai Paris Van Java. Ditulis dalam dinginnya alam yang sangat natural. Puisi ini diberi judul Puisi Harapan. Selamat menikmati ….

Aku Datang

Aku datang tanpa harapan
Karenanya kuberlalu dengan tenang
Aku diam tanpa wujudku tuk berpikir
Karenanya aku hidup dalam kemerdekaan

Aku datang tanpa pandangan
Karenanya kulewatkan semua tanpa kekecewaan
Aku terpaku dalam kesendirian
Karenanya aku tak butuh keramaian

Aku datang tanpa senyuman
Karenanya kulewatkan semua kegembiraan
Aku terpukau dengan kesedihan
Karenanya aku tak butuh lagi kebahagiaan

Aku datang tanpa pengetahuan
Karenanya kulewati semua ilmuan
Aku tidur senyap dalam kegelapan
Karenanya aku tak butuh lagi penerangan

Di sana Segala Hal Kutemukan

Saat mata kembali berbinar
Kutemukan segenap cahaya bersinar
Semua terbuka dengan cara yang lebar
Meski tanpa pernah kuminta sebelumnya

Kubuka jendela dengan mengepaskan semua tangan
Mataku tertuju ke langit memandang sejumlah keindahan
Semua terpana menyaksikan tanganku yang terus bergerak
Tetapi mereka tak tahu jika aku sedang memandang keindahan

Kubuka pintu rumahku dengan sejumlah kesejukan
Tanpa pernah kududuk untuk menikmati keindahan pagi
Tak lagi kupandang bunga mekar di serambi rumah
Karena aku sedang mencari indahnya alam yang luas

Di sana banyak hal kutemukan
Karena di sana manusia adalah manusia
Di sana banyak harapan kutumpahkan
Karena tak ada binatang yang menjadi manusia

Di sana Aku Boleh Mimpi

Di sana aku boleh bermimpi
Mimpi apa saja yang aku suka
Tak ada yang melarang mimpiku
Sekalipun Malaikat yang mendampingiku

Di sana aku boleh berimaginasi
Imaginasi apa saja yang membuat aku bahagia
Tak ada yang mendustakan mimpi panjangku
Sekalipun Jibril selalu memberiku hal pasti tentang kebahagiaan

Di sana aku boleh tertawa
Tertawa apa saja yang membuat aku suka
Tak ada yang menolak semua tawa bahagiaku
Sekalipun Malaikat rahmat mengingatkanku akan Jabaniyah

Di sana aku boleh berkarya
Berkarya apa saja yang dirasa itu bermanfaat
Tak ada yang menghalangiku tuk berbuat
Terlebih karena piranti karya sangat banyak kutemukan.

By. Prof. Dr. H. Cecep Sumarna

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar