Puisi Moral untuk Ananda Tercinta

0 463

Prof. Cecep Sumarna kembali menampilkan puisinya. Puisi ini didedikasikan saat anak-anaknya satu persatu pergi mencari ilmu. Puisi ini memang menyentuh nurani seorang ayah yang akan ditinggalkan anak-anaknya, meski mungkin hanya beberapa saat. Ia takut anak-anaknya lupa akan masa lalu dan lupa perjalanan kehidupan. Tampaknya, karena dan dengan cara seperti itulah, ia menitipkan pesan untuk anak-anaknya melalui coretan puisi. Berikut ini puisi-puisi terindah untuk anak-anaknya.

Anakku Tataplah Dunia

Anakku berangkatlah
Tatap dunia dalam segenap kenyataan
Mintalah Perlindungan pada Tuhan
Hingga mampu merasakan kehadiran-Nya dalam wujudmu

Anakku jangan kau palingkan lehermu
Tetap tatap lurus dunia dalam segenap kenyataan
Yakinlah bahwa dalam setiap derap langkah kakimu tersebut Asma-Nya
Hingga kau mampu menghadirkan-Nya dalam segenap titah perjalanan kehidupan

Anakku bukalah buku perjuangan
Agar kau tak pongah atas masa depan
Yakinlah bahwa kau terlahir dari nuthfah tersuci yang kami miliki
Temukanlah  segenap kesucian dalam setiap derai perjalanan

Anakku kau tetap harus yakin
Bahwa aku dan ibumu telah “melupakan” pernah menggendongmu
Agar kau tetap ringan tanpa beban yang kami timbulkan kepadamu
Dalam setiap derap langkah kaki menuju cita-citamu

Anakku yakinkan kami bahwa kau selalu bahagia
Aku dan ibumu hanya akan duduk bersila di sini
Mendo’akanmu semoga Tuhan menyertai nafas-nafasmu
Yakinlah bahwa di setiap nafasmu bersamanya  ada Asma-Nya

Anakku jangan lupa membuka kitab suci
Agar kau tahu kesucian dan martabat atasnya
Carilah do’a-do’a terindah di ayat-ayat-Nya
Karena hanya dengan itulah bahagiamu akan diraih

[irp posts=”9381″ name=”Cahaya Yang Hilang | Puisi Lyceum Indonesia”]

Pergilah Shalat

Akankah kau tahu kalimat apa yang paling pertama kubisikkan
Tentu kau tidak tahu karena belum ingat dan tak mengerti apa-apa
Hari ini kuberitahu, yakni asma-Nya yang pernah dikumandangkan bilal
Sahabat Nabimu yang menyeru umat untuk shalat.

Shalat lah
Dan jangan pernah kau tinggalkan
Sesibuk apapun beban yang kau tampilkan
Karena hanya dengan itulah kau temukan kedamaian

Anakku dunia ini makin renta
Bahkan lebih renta dari sisa usiaku
Jalanilah dunia dalam segenap ketenangan
Karena kita dihadirkan untuk membentuk simetri kemanusiaan

[irp posts=”7018″ name=”Puisi Isyarat akan Makna Hidup”]

Anakku pilihlah jalan lurus meski itu sangat kecil
Agar kau tahu arah yang dituju dan seberapa jauh anda telah melangkah
Berjalanlah dengan penuh irama agar kau temukan makna
Mengapa Tuhan menghadirkanmu di setiap jalan yang kau lalui

Jika suatu hari kau temukan jalan melingkar
Maka hentikanlah kakimu untuk mencoba mencari nalar
Nalar ketuhanan yang mengajakmu kembali ke jalan lurus
Di jalan lurus itulah kau temukan wujud Yang Maha Besar

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.