Rabiatul Adawiyah Pecinta Sejati dalam Shufi Cinta Part-1

0 33

Mantan penyanyi kerajaan yang menyuguhkan iringan syair lagu merdu, disertai dengan kemampuannya menyajikan minuman keras untuk raja dan para tetamu di kerjaan, dengan kesadaran sesaat, tiba-tiba membuat dirinya hanya mampu melakukan dzikir dan do’a kepada Allah.

Wanita ini, lahir di Basrah pada tahun 105 dan meninggal pada tahun 185 Hijriyah. Ia hidup di tengah segenap budaya masyarakat Muslim yang waktu itu, sedang dikuasai dinasti Bani Umayah I. Seperti banyak diketahui dalam berbagai literatur sejarah Islam, disebutkan bahwa pada kekhlaifahan ini, dunia dan kekuasaan sering ditempatkan sebagai tujuan utama, dan lupa akan cita-cita ideal missi yang dibawa oleh Islam sebagai agama rahmatan lil alamin.

Perilaku masyarakat Muslim yang demikian, telah menyebabkan sebagian besar masyarakat Muslim meninggalkan ajaran agama, dan tidak lagi mau mempelajari agama. Akibatnya, orang tua Rabiatul Adawiyah yang berprofesi sebagai guru agama, berhenti bekerja, karena tidak ada murid yang mau belajar agama. Akhirnya, ayahnya pindah profesi menjadi pendayung sampan. Saat orang tua dia menjadi pendayung itulah, Rabiatul Adawiyah selalu dibawa bapaknya dengan tujuan agar menarik minat para pengguna jasa dalam menaiki sampan itu.

Ratu Musik Istana

Rabiatul Adawiyah yang ditakdiri memiliki suara yang merdu itu, selalu menyenandungkan lagu-lagu melankolis penuh cinta. Karena itu, melalui suara merdunya itu pula, bukan hanya telah membuat banyak orang ingin dan hanya ingin menunggangi perahu bapaknya itu, tetapi, memikat pegawai kerajaan dan akhirnya membawanya ke raja untuk dijadikan semacam gundik kerajaan dengan tugas menyanyi dan menuangkan cangkiran al kohol untuk raja dan para tamunya di kerajaan. Ia menikmati suasana penuh glamour itu dalam waktu yang cukup panjang.

Rabiatul Adawiyah, dengan kata lain, pada periode awal sebelum dia menjadi shufi itu, dapat disebut sebagai penyanyi glamour yang insap. Keinsyapannya itu pula, yang menyebabkan dirinya menjadi satu-satunya shufi dari kalangan wanita Muslimah, dan masyhur mengitari waktu dan tempat. Penyanyi yang menjadi Shufi manca negara dengan melintasi ratusan tahun itu, hari ini dikenal sebagai ratu shufi dengan konsep shufi cinta.

Cinta yang dibangunnya adalah cinta spiritual dan bahkan dapat disebut sebagai cinta eskatologis. Ia rela dan ikhlash untuk masuk ke dalam neraka, asal dengan rasa cinta Tuhan untuknya. Ia rela jauh dari syurga, asal tidak dibenci Tuha. Ia rela untuk tidak mendapatkan cinta dari kaum lelaki, asal ia tetap memperoleh cinta Tuhan. Salah satu syair cinta ketuhanan Rabiatul Adawiyah adalah sebagai berikut:

“Ya Tuhan … jika aku beribadah kepada-Mu dilakukan karena aku takut siksa neraka, maka, biarkanlah neraka itu bersamaku atau aku berada didalamnya. Ya Tuhan … jika aku beribadah kepada-Mu, dengan maksud agar aku masuk Suyrga, maka aku mohon, jauhkanlah Syurga itu dariku. Aku hanya ingin beribadah kepada-Mu Karena tulus cinta kepada-Mu. Karena itu, limpahkanlah keindahan-Mu kepadaku …” (Rabiatul Adawiyah)

Inilah salah satu prase syair spiritual yang dinyanyikan Rabiatul Adawiyah. Konsep cinta spiritual ini pula yang menyebabkan dirinya, dipandang telah berada dalam maqam syatohat yang menyatukan dirinya dengan Tuhannya. ** By. Prof. Cecep Sumarna

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.