Ragam Aliran Filsafat tentang Manusia

37 200

Ragam Aliran Filsafat tentang Manusia. Dalam ruang kajian filisif Barat modern, paling tidak terdapat empat aliran yang membahas tentang manusia. Pertama. Aliran serba zat yang menyatakan bahwa yang sungguh-sungguh ada hayalah zat atau materi. Faham ini disebut dengan materialisme. Aliran ini memandang bahwa manusia tidak lain adalah mahluk yang terdiri dari darah, daging dan tulang. Ia seperti mahluk hidup lainnya, dan tidak perlu berpikir tentang apa di balik badan yang bersipat immateril.

Faham ini, pertama kali dipelopori Thales, kemudian dikembangkan Aristoteles dan dimatangkan Aristiphos. Teori filsafat ini, terus berkembang sampai saat ini. Menurut banyak kalangan, Barat dan Eropa pada umumnya, banyak yang menganggap bahwa manusia berada dalam posisi seperti ini.

Kedua. Aliran yang memandang sebenarnya kehidupan adalah segala sesuatu yang bersipat serba ruh. Dalam anggapan kelompok imi, yang benar-benar ada hayalah ruh. Selain ruh tidak ada eksistensi. Ruh sering dianggap sebagai hakikat sedangkan badan adalah penjelmaan atau banyangan saja dari apa yang disebut dengan ruh. Faham ini setidaknya diplopori Socrates dan Plato. Faham ini, kemudian menjalar ke berbagai aliran theologi agama, termasuk Islam, yang cenderung tekstual dalam memahami Nash.

Ketiga. Aliran dualisme. Faham ini menganggap bahwa manusia itu hakikatnya terdiri dari dua substansi. Kedua substansi itu terdiri dari badan dan ruh. Kedua substansi ini masing-masing merupakan unsur asal yang keberadaanya tidak bergantung satu sama lain. Pandangan dualistis ini menganggap badan dan jiwa sebagai sua hal yang berdiri sendiri. Dalam perwujudannya manusia itu serba dua, badan dan ruh yang keduanya berintegrasi membentuk yang disebut manusia. Antara keduanya tejalin hubungan yang bersipat kasual.

Keempat. Aliran eksistensialisme. Faham ini memandang bahwa manusia dari segi eksistensinya. Maksudnya, cara beradanya manusia di dunia. Menurut aliran ini, badan manusia adalah sebagai jasmani yang diruhanikan atau ruhani yang dijasmanikan. Maka antara badan dan ruh sesungguhnya menyatu dalam pribadi manusia yang disebut aku. Aku ini adalah jasmani dan ruhani. (Proyek PPTA/IAIN Jakarta, 1984: 71-75)

Analisa Filosofi Manusia

Berdasarkan teori filsafat di atas, Islam melalui ayat-ayat yang dikutif dalam tulisan sebelumnyai, nampaknya memandang manusia sebagai: “Mahluk jasmani-ruhani yang bertanggung jawab”. Dijelaskan dalam al Qur’an bahwa setelah melalui tiga tahapan perkembangan dalam rahim ibu, yakni setelah umur 120 hari atau empat bulan dalam kandugan, jasmani manusia akhirnya memiliki unsur hayat. Unsur hayat dimaksud disebut dengan ruh.

Ruhlah yang membedakan manusia dan binatang. Tanpa ruh ketuhanan, manusia sama dengan binatang. Eksistensi manusia di dunia mempunyai kemerdekaan bertingkah laku baik tingkah laku positif maupun tingkah laku yang negatif. Semua itu, sesuai dengan pilihan ruhaninya.

Namun demikian semua tingkah laku itu harus dipertanggung jawabkan kelak di akhirat. Semua tingkah laku itu yang dalam al Qur’an disebut amal akan ditimbang apakah tingkah laku positif ataukah lebih banyak tingkah laku negatif. Bila ukuran tingkah laku positif mengalahkan atau melebihi kadar tingkah laku negatif maka ia akan masuk surga. Senuah tempat di mana berbagai kenikmatan terdapat didalamnya, tanpa sedikitpun ada yang membatasi kenikmatan dimaksud.

Namun demikian, bila sebaliknya, yakni ukuran tingkah laku positif dikalahkan atau dilebihi oleh kadar tingkah laku negatif, maka, manusia akan masuk neraka. Sampai di sini sesungguhnya telah terjawab tentang apa manusia itu. Yakni, dia adalah mahluk jasmani-ruhani yang bertanggung jawab kepada Tuhannya.

Pertanyaan tentang dari mana manusia itu, juga dapat ditelusuri dari proses penciptaanya. Jika manusia tercipta melalui unsur jasmani yang berasal dari nutfah yang bila dikaji secara agamis-logis akan berpangkal kepada Allah, sebagaimana ruhaninya yang pada masa empat bulan dalam kandungandiberikan kepadanya dari Allah, maka, berarti manusia adalah manifestasi ketuhanan. Manusia selalu berangkat dari Allah, harus kembali kepada Allah dengan aturan Allah juga.

Terkait dengan pertanyaan. akan kemana manusia setelah masa kehidupannya di dunia? Berdasarkan uraian yang berpijak kepada al Qur’an di tulisan sebelumnya, telah dijelaskan bahwa ia akan kembali kepada Allah untuk mempertanggung jawabkan segala tingkah lakunya [positif-negatif] di dunia. Prof. Cecep Sumarna

  1. Siti Mar'atul Hasanah berkata

    Iya karena pada dasarnya sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali

  2. De Zidni Tazqiah berkata

    Ragam Aliran Filsafat tentang Manusia ada 4 aliran yang perta: Aliran ini memandang bahwa manusia tidak lain adalah mahluk yang terdiri dari darah, daging dan tulang. Yang kedua: Aliran yang memandang sebenarnya kehidupan adalah segala sesuatu yang bersipat serba ru.Ruh sering dianggap sebagai hakikat sedangkan badan adalah penjelmaan atau banyangan saja dari apa yang disebut dengan ruh. Yang ke tiga: Aliran dualisme, aliran ini terdiri dari dua substansi, kedua substansi ini masing-masing merupakan unsur asal yang keberadaanya tidak bergantung satu sama lain. Dan yang terakhir Aliran eksistensialisme, menurut aliran ini memandang bahwa manusia dari segi eksistensinya. Maksudnya, cara beradanya manusia di dunia.Berdasarkan 4 aliran filsafat di atas, Islam memandang manusia sebagai: “Mahluk jasmani-ruhani yang bertanggung jawab”. Namun berdasarkan uraiannya Al Qur’an di tulisan sebelumnya, telah dijelaskan bahwa ia akan kembali kepada Allah untuk mempertanggung jawabkan segala tingkah lakunya baik yang positif atau negatif di dunia.

  3. Diah ayu n berkata

    Subhanallah, artikel yang satu ini sangat membantu saya dalam mempelajari tentang aliran filsafat manusia, dengan adanya tulisan yang satu ini pembaca dapat memahami dan membedakan aliran-aliran filsafat tentang manusia

  4. Nisa berkata

    Assalamu’alaikum.
    Mengenai apa yang telah dijelaskan oleh Prof.Cecep Sumarna tentang Aliran filsafat tentang manusia terdiri dari 4 aliran, yang dimana dari setiap aliran tersebut memiliki perbedaan pendapat. Pada hakikatnya ruh menjadi hal yang utama dari manusia, sampai menuju alam_Nya pun kelak (hidup&mati). berdasarkan teori filsafat diatas, islam melalui ayat ayatnya pun menjelaskan tentang manusia, salah satunya terdapat dalam QS.Al-Hajj:5 yakni bahwasannya “manusia diciptakan dari tanah, kemudian dari setetes air mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian segumpal daging, dan pada akhirnya menjadi makhluk/manusia yang sempurna”.
    Selain ruh, yang membedakan manusia dan binatang yaitu Akal. Manusia lebih sempurna dari binatang karena mempunyai akal.

    1. asri wulandari berkata

      Benar sekali, betapa Allah maha berkehendak dan maha kuasa, yang telah menciptakan manusia dengan sangat detail dan terstruktur, Allahu Akbar

    2. Siti Mar'atul Hasanah berkata

      Saya setuju dengan pendapat nisa dan asri Allah menciptakan
      akal agar manusia bisa berfikir dan bisa membedakan
      Allah menciptakan manusia pun dengan berbeda-beda dari bentuk wajah dan lain sebagainya

  5. Amalia Fitriyanti berkata

    Bismillah.
    Assalamualaikum
    Dari artikel ini yang sudah saya baca terlebih dahulu, filsafat itu berfikir secara mendalam tentang apa yang sedang di bicarakan, apa yang sedang di jelaskan, dan apa yang sedang di topikkan. Manusia di ciptakan dari darah, daging, dan tulang. Ada juga yang berpendapat bahwa manusia di ciptakan dari ruh. Ruh inilah yang membedakan manusia dengan binatang. Jika manusia tak ada ruh maka manusia adalah seperti layaknya binatang. Manusia diciptakan oleh Allah, berawal dari Allah dan berpulang nya kepada Allah pula. Apa yang manusia bawa ketika dia kembali pada Allah? Yang manusia bawa adalah Amal kita, jika amal baik kita lebih berat timbangannya maka kita akan menikmati indah nya surga yang telah Allah sediakan dan Allah janjikan, tetapi jika Amal baik itu ringan timbangan nya maka bersiap lah untuk menerima semua siksaan-siksaan api neraka. Naudzubillah…

    1. Sukinih berkata

      saya setuju,Soalnya jika perbuatan amal baik nya itu banyak maka kita ditempatkan di surga begitupun sebaliknya jika perbuatan amal baiknya sedikit maka ditempatkan di neraka. terima kasih

      1. Diah ayu n berkata

        Saya sependapat dengan sukini dan amalia, pada dasarnya manusia memang diciptakan sbg makhluk yang sempurna, namun kesempurnaannya tidak berarti apa apa jika tidak ditiupkan ruh kedalam jasad manusia itu sendiri

    2. asri wulandari berkata

      Saya setuju , semua hal pasti memiliki konsekuensi, surga dan neraka adalah konsekuensi dari per uatan kita. sebagai makhluk yang sempurna memang harus memahami untuk kemudian di terapkan dalam kehidupan, agar mendapat surga Allah

    3. Hasanatun Nadia berkata

      iya betul sekali.. selayak nya kita sebagai manusia ciptaan Allaah menyiapkan bekal sebanyak banyaknnya berupa amal untuk mempersiapkan dalam menghadapi hari pembalasan kelak.

      1. Siti Mar'atul Hasanah berkata

        Saya sependapat iya karena apa yang di perbuat di dunia sebanding apa yang ada di akhirat kelak, istilahnya dunia yaitu proses sedangkan akhirat kelak yaitu hasilnya

  6. sukinih berkata

    assalamualaikum
    filsafat yang membahas tentang manusia . namun manusia dianggap sebagai mahluk sosial yang iatimewah karna mempunyai akal,nafas,jasmani dan rohani. karena di bekali Ruh atau jiwa sebagai pembeda antara manusia dan binatang. dan allah juga menciftakan dua unsur yaitu unsur ruh dan jiwa. maka manusia akan meninggal tidak lagi disebut sebagai manusia. Namun dengan segala apa pun yang telah di lakukan manusia di dunia semua akan di pertanggung jawabkan kelak di akhirat. terimah kasih

    1. Amalia Fitriyanti berkata

      Benar sekali bahwasanya manusia adalah makhluk sosial. Manfat kan waktu sebaik mungkin sebelum kembali kepada Allah. Salah satu nya adalah mampu bersosialisasi dengan yang lainnya dengan cara yang baik. Terima kasih

    2. eka ali wahab berkata

      betul sekali dengan pernyataan anda bahwasannya manusia itu berbeda dengan mahkluk lain karena manusia di beri akal dan di beri tanggungan sebagai seorang pemimpin dan akan di tuntut pertanggung jawabannya di akhirat.

    3. asri wulandari berkata

      Benar sekali pernyataan anda. Untuk itu marilah terus berbuat kebaikan dan kebenaran, sebagai bekal ketika jiwa telah terpisah dari badan.

    4. Hasanatun Nadia berkata

      iya benar sekali.. maka dari itu selayak nya kita sebagai manusia ciptaan Allaah menyiapkan bekal sebanyak banyaknnya untuk menghadapi hari di mana semua perbuatan akan di pertanggung jawabkan..

      1. Siti Mar'atul Hasanah berkata

        Iya saya sependapat karena di akhirat kelak yang akan di pertanggungjawabankan adalah lisan maka jagalah lisan dan berbuat baiklah

  7. Asri Wulandari berkata

    Dalam artikel diatas, telah di jelaskan bahwa ragam aliran filsafat tentang manusia ada 4 (perspektif filsafat modern) aliran yang pertama adalah aliran yang memandang manusia adalah sebuah dzat, tidak lain bahwa manusia adalah sekumpulan daru darah daging dang tulang, kedua adalah aliran yang memandang bahwa manusia hanyalah ruh, sedangkan badan hanya sebatas penjelmaan, aliran ketiga adalah aliran dualisme, aliran ini berpendapat bahwa manusia terdiri atas dua subtansi. Yaitu ruh dan badan. Aliran yang terakhir adalah aliran eksistensialisme, aliran ini memandanh dari cara eksistensi manusia, dari cara keberadaan manusia. Seperti telah kita ketahui bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah, yang diciptakan oleh Allah untuk menjadi khalifah. Khalifah sendiri berarti mempin, seseorang yang memimpin identik dengan kecerdasan secara fisik maupun non fisik, karena itu manusia diciptakan oleh Allah dari awalnya hanya segumpal darah kemudian bertahap menjadi manusia sempurna, setelah 4 bulan dalam kandungan ibu , barulah ditiupkan ruh kedalam badan manusia, badan dan ruh adalah kesatuan manusia yang hadir demi mewujudkan manusia untuk menjadi khalifah di bumi. Terimakasi

    1. Amalia Fitriyanti berkata

      Benar sekali dan saya setuju dengan pendapat anda bahwa manusia di jadikan oleh Allah sebagai khalifah bahkan Allah mempercayakan sepenuhnya kepada manusia untuk di jadikan khalifah. Maka dari itu kita sebagai manusia harus menjalankan kewajiban-Nya

    2. Fajar berkata

      Betul, bahwa manusia adalah khalifah di muka bumi ini, dan sekarang giliran kita sebagai manusia menjadi pemimpin sebagaimana yang di tetapkan Allah.

    3. Nisa berkata

      Benar dengan apa yang telah mba Asri sebutkan, tambahan sedikit, sebelum menjadi segumpal darah, awalnya manusia berasal dari tanah kemudian dari setetes mani, setelah itu jadilah segumpal darah, kemudian segumpal daging dan pada akhirnya menjadi manusia sebagai makhluk yang sempurna.

    4. Sukinih berkata

      saya setuju sekali dengan pendapat anda,Sebab manusia memiliki semua komponen yg dimiliki seperti jasad . Ruh,disertai akal ,Nafsu dan keberadaan dr sifat itu sendiri.terima kasih.

      1. Diah ayu n berkata

        Ya memang benar, manusia sempurna dengan ruh, jasad, akal dan nafsu yang dianugrahkan kepadanya. Tetapi jika komponen-komponen tersebut tidak bisa dikendalikan dengan baik, maka bisa menghancurkan manusia itu sendiri. Contohnya jika manusia tidak bisa mengendalikan nafsunya, berdampak pada hal negative yg akan menimpa manusia itu sendiri

    5. Hasanatun Nadia berkata

      iya benar sekali adanya bahwa manusia dan ruh adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan kecuali dengan kematian.. maka dari itu kita sebagai makhluk spesial yang memiliki ruh selayak nya kita selalu bersyukur dengan menjaga ruh agar tidak lemah.

      1. Siti Mar'atul Hasanah berkata

        Iya saya sependapat sebegitu sempurnanya allah menciptakan manusia dengan akal, jasad, ruh dan nafsu.

  8. Raudhotul Jannah berkata

    Assalamualaikum.
    Mengenai bacaan tentang banyaknya aliran yang membahas tentang manusia, menyebutkan ada 4 aliran. Aliran yang membahas tentang manusia terdiri dari darah, daging dan tulang. Aliran yang menyatakan bahwa kehidupan adalah segala sesuatu yang bersifat ruh. Aliran yang menyatakan bahwa manusia memiliki dua subsistansi yaitu ruh dan badan. Serta aliran yang menyatakan bahwa manusia adalah jasmani dan ruh. Juga dijelaskan bahwa manusia ada yang menciptakan yaitu Allah dengan memberikan kehidupan, memiliki ruh, badan serta jasmani dan juga ruhani. ada saatnya manusia juga akan kembali kepada yang menciptakan yaitu kepada Allah.
    Terima kasih

  9. Eka Ali Wahab berkata

    assalamu’alaikum…
    mengenai bacaan di atas yakni ragam filsafat tentang manusia itu di lihat dari banyak sudut pandang, terutama sudut pandang filsafat bahwa manusia tidak lain adalah mahluk yang terdiri dari darah, daging dan tulang. Ia seperti mahluk hidup lainnya, dan tidak perlu berpikir tentang apa di balik badan yang bersipat immateril. dilihat dari persfektif Al-Qur’an, Allah menciptakan manusia dengan dua unsur yakni jasmani dan rohani. Unsur jasmani Adalah tubuh atau jasad. Unsur yang kedua yakni unsur ruh atau jiwa. Kedua unsur ini berkaitan satu sama lain dan apabila kedua unsur tersebut berpisah maka manusia disebut mati sehingga tidak lagi dapat disebut sebagai manusia. maka jelas dengan pendapat di atas yakni Manusia selalu berangkat dari Allah, harus kembali kepada Allah dengan aturan Allah juga.
    terima kasih

    1. Asri Wulandari berkata

      Saya sangat setuju dengan pendapat anda. Bahwa sanya Manusia berangkat dari allah dan akan kembali kepada Allah. Manusia diciptakan untuk menyebah Allah. Mengisi masa hidup untuk beribadah kepada Allah sebelum Akhirnya kemabli kepada Allah

    2. Hasanatun Nadia berkata

      iya betul sekali saya pun setuju dengan pendapat diatas bahwa manusia berasal dari Allaah (di ciptakan oleh-Nya) dan akan kembali kepada Nya.. maka dari itu selayak nya kita mempersiapkan diri untuk kembali kepada yang menciptakan.

  10. Silmy Awwalunnisa TIPS/1
    Silmy Awwalunnisa TIPS/1 berkata

    Manusia, tercipta untuk kembali. Sebelum di kembalikan kita senantiasa selalu menyebut nama Allah SWT. agar kita selamat dunia akhirat.
    Manusia merupakan mahluk tuhan yang paling istimewa, karena di bekali (Ruh) sebagai pembeda antara manusia dan binatang. Bagaimana kehidupan setelah mati? Manusia setelah mati (ruhnya) akan kembali kepada allah untuk mempertanggung jawabkan semua tingkah lakunya selama hidup. Sedangkan binatang setelah mati hanya akan menjadi bangkai.

  11. fajar maulana berkata

    Assalammualaikum,
    Subhanallah, maha suci Allah dengan segala ciptaannya. Bahwa manusia itu terdiri dari darah daging dan tulang. Akrinya terbentuklah badan, jasmani kita.
    Pendapat lain mengatakan bahwa manusia itu terdiri dari badan dan ruh. Sehingga timbul pertanyaan, jika manusia terdiri dari badan ruh, begitu juga binatang juga memilikinya, jadi apa yang membedakan manusia dengan binatang? Secara kodrat jelas beda….
    Lalu, darimanakah manusia itu? Dari materi di atas di jelaskan, “manusia berasal dari Allah dan di ciptakan dari Allah, dan manusia akan kembali kepada Allah. Menurut agama islam….
    Sedangkan menurut teori Darwin bahwa” bahwa manusia merupakan evolusi dari binatang mamalia yaitu kera, atau sebangsa kera.
    Toh bagaimanakah kita menyikapinya………
    Sekian dan terimakasih.

    1. Asri Wulandari berkata

      Benar sekali. Bahwa manusia harus mempertanggung jawabkan apa yang telah ia perbuat semasa hidup, Allah menciptakan manusia dengan sangat sempurna, akal, jiwa dan juga badan yang fitrah. Karena itu perbuatan manusia pun harus dalam lingkar amar ma’ruf nahi munkar, agar pertanggung jawaban nanti di akhirat tidak memberratkan manusia itu sendiri.

  12. Hasanatun Nadia berkata

    bismillah..
    mengenai bacaan diatas, memang ilmu filsafat begitu luas dan untuk ilmu filsafat yang berhubungan dengan manusia terdiri dari 4 aliran, seperti yg tertera diatas yg ditulis oleh Prof. Cecep Sumarna.
    Setiap manusia pada dasarnya berasal dari Allaah (di ciptakan oleh-Nya) dan akan kembali kepada Nya dengan berbagai kondisi tergantung amal dan perbuatan nya. Namun dengan segala apa yang telah di lakukan di dunia semua akan di pertanggung jawabkan kelak di akhirat.. sebagaimana firman Allaah dalam Q.S Ali Imran ayat 36, “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan & hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya”.

    1. Asri Wulandari berkata

      Benar sekali. Bahwa manusia harus mempertanggung jawabkan apa yang telah ia perbuat semasa hidup, Allah menciptakan manusia dengan sangat sempurna, akal, jiwa dan juga badan yang fitrah. Karena itu perbuatan manusia pun harus dalam lingkar amar ma’ruf nahi munkar, agar pertanggung jawaban nanti di akhirat tidak memberratkan manusia itu sendiri.

      1. Hasanatun Nadia berkata

        iya walaupun tidak mudah dalam melakukan amar ma’ruf nahi munkar, manusia harus berusaha semaksimal mungkin, karena Allaah tidak menilai seberapa besar kebaikan yg telah kita lakukan tapi yang Allaah nilai adalah seberapa keras kita berusaha untuk melakukan kebaikan itu.

        1. Siti Mar'atul Hasanah berkata

          Saya setuju walaupun kita berniat baik maka niat tersebut sudah di catat dalam amal kebaikan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.