Rehatlah Sejenak untuk Mengambil Energy Baru | Slowdown to speed Up Part – 4

0 16

Rehatlah Sejenak untuk Mengambil Energi Baru. Judul ini diambil, saat bapak mengingatkan saya di belasan tahun yang lalu. Ia melihat apa yang dikerjakan saya cukup padat. Ia secara tidak langsung mengingatkan bahwa, mengerjakan sesuatu jika ditarget tidak akan menghasilkan pekerjaan yang baik. Target dalam pekerjaan, malah akan mendorong diri kita menjadi malas.

Kalimat itu, juga meluncur dari pembimbing saya, Prof. Yusni Saby sewaktu menyelesaikan Program S2 di UIN Banda Aceh. Waktu itu, kisaran tahun 1997-an, di ruang kerjanya dia berkata: Istirahatlah yang cukup. Jika anda kurang istirahat, malah tidak fokus. Waktu telah disediakan Tuhan sebanyak 24 jam dalam sehari semalam. Pakailah sepertiganya untuk istirahat.

Profesor yang lama tinggal di Amerika Serikat ini, kemudian mengatakan bahwa, dalam banyak kasus tirulah Mahatma Gandhi. Presiden India itu, menurutnya paling prestisius dan dianggap memperoleh titisan dari Sri Krisna. Ia begitu tenang dan santai. Tetapi tidak ada satu beban yang dipikulnya, yang tidak selesai dia kerjakan dengan baik.

Mengurangi Lelahnya Otak

Jauhi juga sikap berlebihan. Berlebihan dalam menilai kebaikan atau keburukan orang lain.  Jika kita mampu menjaga sisi-sisi yang demikian, maka, kita akan mampu mengurai masalah yang dihadapi dengan tepat. Penilaian akan apa yang kita sebut kebaikan atau keburukan orang lain, itulah cara kerja otak manusia. Kalau kita terlalu sering menggunakan langkah atau cara kerja semacam ini, maka, cara kerja otak kita menjadi lemah.

Makanya, kembali kepada cerita bapak saya, orang yang suka membicarakan aib orang lain, terlebih bercita-cita menjatuhkannya, maka, ia pertanda bukan manusia yang cerdas. Mengapa? Karena otaknya akan selalu berada dalam posisi yang panas dan sulit menghentikan aktivitasnya. Padahal mengistirahatkan otak, jauh lebih penting bahkan jika harus dibandingkan dengan mengistirahatkan tubuh.

Coba kita perhatikan, sisi-sisi tertentu dari mereka yang terbiasa hendak membunuh dan menjatuhkan orang lain. Pasti ia bukan saja termasuk dalam kategori pinggiran, sekalipun tinggalnya di Kota, tetapi bahkan relatif terbelakang dari sisi pemikiran, tentu menurut kelasnya.

Karena itu, istirahatkanlah badan kita, terlebih tentu otak kita. Mengapa? Agar kita memperoleh energi baru yang positif dan tentu memiliki spiritual. By. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.