Relasi Struktural | Manusia Dengan Alam

0 99

Pada postingan dengan judul Relasi Manusia Dengan Alam (Hubungan Manusia) telah dipaparkan penjelasan tentang 12 jenis asal kejadian manusia yang berasal dan berkaitan dengan alam. Yang secara makro, dapat diasumsikan bahwa esensi maupun eksistensi manusia memiliki hubungan yang romantis dengan alam. Hubungan tersebut baik yang bersifat langsung maupun yang tidak langsung. Baik yang bersifat fungsional maupun yang bersifat relasional. Secara garis besar, relasi antara manusia dan alam dapat dibedakan menjadi dua, yaitu relasi struktural dan relasi fungsional.

Relasi Struktural

Dalam perspektif ekologis, hubungan manusia dan alam merupakan suatu keniscayaan. Antara manusia dan alam terdapat keterhubungan, keterkaitan, dan keterlibatan timbal balik yang sama dan tidak dapat ditawar. Hubungan tersebut bersifat dinamis, artinya terjalin secara sadar, terhayati, dan dijadikan sebagai dasar kepribadian manusia itu sendiri. Sebaliknya, secara ekologis, hubungan manusia dengan alam  bukan bersifat statis, artinya keterjalinan antara manusia dengan alam bukan bersifat deterministis yang harus diterima apa adanya, tetapi bersifat sukarela yang harus dipikirkan oleh manusia. Hubungan tersebut juga bukan bersifat verbalistik tanpa makna, tetapi reflektif penuh makna.

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأَرْضِ وَلاَ طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلاَّ أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ.

Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab. (Al-An’âm/6: 38).

Kata umam (أُمَمٌ) dalam ayat di atas, bentuk jamak dari kata ummah (أُمَّة). Kata tersebut menunjuk semua kelompok yang dihimpun oleh sesuatu, baik secara sadar, maupun terpaksa. Binatang yang ada di bumi dikategorikan sebagai umam sebagaimana manusia, karena memiliki kesamaan seperti hajat hidup, kebutuhan naluri, dan lain-lain. Dalam hubungan ini, manusia bukan pemilik lingkungan atau juga sebaliknya. Dengan demikian, ia dituntut berlaku wajar terhadap makhluk sesamanya.

Dilihat dari asal-usul kejadian manusia, ia sebagai makhluk biologis yang memiliki kesamaan dengan makhluk lain yaitu berasal dari air,  sebagaimana diisyaratkan oleh beberapa ayat:

Al-Furqân/25: 54.

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا

Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.

Al-Anbiyâ’/21: 30.

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلاَ يُؤْمِنُونَ.

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

Al-An‘âm/6: 99.

وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا.

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau,

Al-Nûr/24: 45.

وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ.

Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, 

Beberapa ayat di atas mengisyaratkan bahwa air merupakan unsur utama asal-usul kejadian makhluk biologis, termasuk manusia. Hanya  dalam proses kejadiannya, manusia diistimewakan oleh Tuhan dengan ditiupkan sebagian ruh Tuhan kepadanya. Asal-usul kejadian tersebut, akan mengantarkan manusia sebagai bagian dari alam. Akan tetapi, jika dilihat dari proses kejadiannya, hal itu akan membedakan manusia dengan alam, bahwa manusia bukan milik alam dan juga bukan berasal dari alam. Oleh karena itu, manusia tidak perlu terjebak dalam romantisme ekologis yang akan berakhir paham animisme maupun dinamisme. Kesamaan antara manusia dan alam hanya dalam posisi sebagai karya cipta Ilahi yang tergabung dalam suatu kesatuan ekosistem.

(Hubungan Manusia) (Relasi Struktural)

Komentar
Memuat...