Relasi Tuhan dan Manusia | Analisis Interpretatif Teologis

5 791

Relasi Tuhan dan Manusia | Analisis Interpretatif Teologis: Relasi antara manusia dan Tuhan yang membentuk kutub yang bertolak belakang, tidak bersifat unilateral, melainkan bersifat ganda dan bilateral dalam pengertian relasi yang timbal balik. Untuk menjelaskan relasi tersebut, Izutsu memetakan menjadi empat kategori yaitu sebagai berikut:

Relasi Ontologis

Tuhan sebagai sumber eksistensi manusia yang utama sekaligus sebagai sumber inspirsi nilai yang tinggi, sedangkan manusia sebagai representasi dunia wujud yang eksistensinya berasal dari Tuhan. Dalam istilah teologi, relasi ini adalah relasi pencipta-dicipta (khâliq-makhlûk) antara manusia dan Tuhan.

Alam semesta adalah wujud dan eksistensi Tuhan dalam kehidupan. Alam tersebut meliputi langit, bumi, dan manusia. Alam semesta sebagai eksistensi Tuhan bersifat tak terbatas. Yang terbatas adalah ciptaan-ciptaan yang ada di dalamnya. Sebagai ciptaan Tuhan, isi alam semesta terikat dengan hukum penciptaan yang fundamental, yaitu proses yang menyaratkan adanya pencipta, waktu, tujuan, ukuran, serta mekanisme hukum yang bekerja secara otomatis yang mengatur kehidupannya.

Dalam perspektif al-Qur’an, alam semesta (al-âlamîn) sering dijadikan sandaran (idlâfah) kata Tuhan (rabb). Hubungan relasional dari bentuk tersebut adakalanya bersifat objektif dan ada kalanya bersifat subjektif. Bersifat objektif dalam pengertian bahwa secara konseptual, Tuhan adalah pemilik, pemelihara seluruh alam tanpa harus adanya pengakuan dari makhluk. Keingkaran makhluk terhadap pencipta tidak berpengaruh pada keberadaan dan eksistensi Tuhan sebagai pemilik dan penciptanya. Bersifat subjektif dalam pengertian eksistensi Tuhan sebagai pemilik dan pendidik alam, ditanggapi oleh makhluk secara subjektif, relatif, dan beragam.

Relasi Komunikatif

Tuhan dan manusia berada dalam satu korelasi yang dekat sekali antara satu sama lain. Dalam hal ini, Tuhan sering mengambil inisiatif aktif untuk berkomunikasi dengan manusia  seperti pernyataan Tuhan dalam ayat al-Baqarah: 186). Komunikasi bentuk ini dapat berjalan, jika manusia mempunyai kesadaran terhadap relasi tersebut. Kata ‘ibâd/عباد (hamba-hamba) di dalam ayat tersebut, bentuk jamak dari kata ‘abd/عبد. Kata ini digunakan oleh al-Qur’an untuk menunjuk hamba-hamba Allah yang taat kepada-Nya atau kalaupun mereka berdosa, mereka sadar akan dosanya.

Surat al-Baqaarah/2: 186 di atas, diawali dengan ungkapan “bertanya” yang lazimnya dikuti dengan ungkapan “jawablah”. Kondisi ini ditiadakan dalam ayat tersebut, untuk mengisyaratkan bahwa betapa dekatnya komunikasi tersebut berlangsung. Setiap orang walaupun berdosa dapat berkomunikasi secara langsung dengan Tuhan, tanpa harus dengan perantara. Anak kalimat “seorang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku” dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa akan ada orang yang bermohon atau berkomunikasi dengan Tuhan, tetapi tidak dihiraukan. Karena komunikan tidak menyadari sepenuhnya komunikasinya.

Komunikasi tersebut dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu komunikasi verbal dan non verbal. Komunikasi tersebut bisa berlangsung dari dua arah, dari Tuhan kepada manusia, dan dari manusia kepada Tuhan. Bentuk komunikasi verbal yang berasal dari Tuhan kepada manusia, berbentuk wahyu dalam pengertian yang sempit dan teknis. Sementara komunikasi verbal dari manusia kepada Tuhan dalam bentuk doa (shalât) (Al-Ankabût/29:45). Adapun bentuk komunikasi nonverbal yang berasal dari Tuhan kepada manusia adalah tindakan Ilâhiyyah menurunkan (tanzîl) ayat-ayat-Nya (âyât), sementara respon manusia terhadap tindakan Tuhan dalam bentuk ibadah dan praktik-praktik penyembahan (Q.S. Âlu ‘Imrân/3: 191).

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. Anggun Nur Fitriani berkata

    Asalamualaikum wr.wb saya akan merangkum materi relasi tuhan dan manusia.
    pengertian relasi yang timbal balik. Untuk menjelaskan relasi tersebut, Izutsu memetakan menjadi empat kategori yaitu sebagai berikut:

    -Relasi Ontologis
    Tuhan sebagai sumber eksistensi manusia yang utama sekaligus sebagai sumber inspirsi nilai yang tinggi, sedangkan manusia sebagai representasi dunia wujud yang eksistensinya berasal dari Tuhan.
    -Relasi Komunikatif
    Tuhan dan manusia berada dalam satu korelasi yang dekat sekali antara satu sama lain.
    Komunikasi di bagi menjadi 2 perbedaan macam tipe:
    1.komunikasi verbal yaitu komunikasi yang berasal dari 2 arah di mana itu tuhan kepada manusia dan manusia pun kepada tuhan.
    2.komunikasi non verbal yaitu komunikasi yang berasal dari tuhan kepada manusia saja namanya tindakan Ilahiyyah, sementara respon manusia terhadap tindakan Tuhan dalam bentuk ibadah dan praktik-praktik penyembahan.
    Sekian dari saya terimakasih wasalamualaikum wr.wb.

  2. Assalamu’alaikum wr.wb
    Saya ingin menyimpulkan materi apa yang disampaikan pada minggu kemaren.
    Bahwasannya hubungan timbal balik antara tuhan dan manusia membentuk kutub yang bertolak belakang, tidak bersifat tunggal, melainkan bersifat ganda dan bilateral.
    Izutsu memetakan menjadi empat kategori yaitu :
    1. Relasi Ontologis, hubungan sang pencipta dan yang dicipta ( khaliq-makhluk ) antara manusia dan tuhan.
    2. Relasi komunikasi, komunikasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal
    3. Relasi tuhan – hamba, manusia menjadi 3 kelompok yaitu, mereka yang tunduk, ingkar dan ragu. Dan seluruh kelompok tersebut untuk mengabdi dan menggantungkan orientasinya kepada tuhan.
    4. Relasi etik, relasi ini merupakan relasi yang paling menonjol dari pemikiran keagamaan. Relasi ini didasarkan pada perbedaan yang mendasar antara 2 titik yang saling bertolak belakang, yaitu antara manusia dengan tuhan. Tuhan sebagai sumber eksistensi utama, dan manusia sebagai representasi dari dunia wujud.
    Konsep Eskatologi
    Hubungan antara manusia dengan tuhan. Kebahagiaan dan kesengsaraan adalah masalah kehidupan manusia yang hakiki. Hal ini desebabkan karena tujuan hidup manusianya adalah memperoleh kebahagiaan dan menghindar dari kesengsaraan.
    Wassalamualaikum wr.wb

  3. Neneng Sumarni T.IPS A / 1 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Yang bisa saya simpulkan mengenai Relasi Tuhan dan Manusia, yaitu Tuhan sebagai sumber Eksistensi manusia yang utama sekaligus sebagai sumber inspirasi representasi dunia wujud yang eksistensinya berasal dari tuhan dalam istilah teologi, relasi ini merupakan relasi pencipta-dicipta.
    Wassalamualaikum wr.wb

  4. Silfiyani berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Saya ingin menyimpulkan pembahasan hasil diskusi tentang Relasi tuhan dan manusia. Bahwa terdapat 4 kategori pada materi relasi tuhan dan manusia, yaitu diantaranya:
    1. Relasi Ontologis
    2. Relasi Komunikatif
    3. Relasi Etik, dan
    4. Konsep Eskatologis

    Terimaksih, wassalamualaikum wr.wb

  5. Ade Ratnasari berkata

    Assalamualaikum wr. wb. Bapa izin bertanya, dalam point materi relasi etik ada yang dimaksud agama-agama semitik. agama semitik itu maksudnya seperti apa?

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.