Rencana Full day School, Apakah benar di batalkan?

0 45

Apakah Rencana Full day School Dibatalkan?. Sejak menyebarnya informasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait Rencana Full day school,  pro dan kontra pun bermunculan. Ada yang setuju dan tidak, tentu dengan alasan masing-masing. Meski Mendikbud Muhadjir memastikan siswa tak akan bosan sekolah seharian, tetap saja hal itu tak menurunkan kritik pedas masyarakat. Tingkat kedekatan anak dengan orangtua berimbas tak bagus menjadi salah satu alasannya.

Sejak informasi ini menyebar di masyarakat, pro dan kontra pun bermunculan. Ada yang setuju dan tidak, tentu dengan alasan masing-masing. Meski Mendikbud Muhadjir memastikan siswa tak akan bosan sekolah seharian, tetap saja hal itu tak menurunkan kritik pedas masyarakat. Tingkat kedekatan anak dengan orangtua berimbas tak bagus menjadi salah satu alasannya.

Rencana tahap Pengkajian Ulang

Menindaklanjuti usulannya, saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat tim khusus guna mengkaji dan mengembangkan sistem belajar sehari penuh. Menurut Muhadjir, tim khusus ini melibatkan pakar pendidikan, pakar psikolog, dan juga publik dalam proses pengkajian konsep belajar sehari penuh. “Masih dipelajari seperti apa konsep full day school beserta konsep perkembangan karakter anak. Bagus atau tidak dan apa saja yang mesti disapkan. Itu sedang kami kaji bersama tim khusus,” ujar Muhadjir.

Muhadjir menyatakan, tim khusus turut membahas hal-hal teknis seperti kesiapan guru, sarana prasarana infrastruktur sekolah, serta anggaran operasional yang dibutuhkan. Jika diterapkan, konsep full day school ini dipastikan dapat mengakomodir kebutuhan siswa di sekolah. Selain melakukan kajian, tutur Muhadjir, Kemdikbud juga akan mempersiapkan uji coba konsep full day school ini pada beberapa sekolah pelaksana. Penerapan kebijakan ini akan ditentukan setelah hasil kajian tim khusus dan uji coba rampung, termasuk besarnya tanggapan dari masyarakat.

Rencana tahapan Pembatalan

Menurut Effendy, kementeriannya akan membatalkan rencana perpanjangan jam sekolah dasar dan menengah jika masyarakat keberatan. Perpanjangan jam sekolah yang ramai disebut sebagai full day school itu bertujuan memperpendek waktu di luar sekolah. Dengan waktu panjang di sekolah, siswa mendapat tambahan jam untuk belajar pendidikan karakter budi pekerti dari para guru.

“Jika memang belum dapat dilaksanakan, saya akan menarik rencana itu (Rencana Full day School Dibatalkan) dan mencari pendekatan lain,” kata Muhadjir dalam konferensi pers di restoran Batik Kuring, Jakarta, 9 Agustus 2016. “Masyarakat harus mengkritik gagasan ini, jangan keputusan sudah saya buat kemudian merasa tidak cocok.”

Di sisi lain juga Wakil Presiden Jusuf Kalla. Beliau sempat berpesan kepada Muhadjir  supaya ide ini dipelajari lebih saksama dan, jika memang bagus, akan diterapkan secara lebih luas,” ujarnya. Ketika sistem sudah siap diimplementasikan, Muhadjir akan melapor ke Presiden Joko Widodo. “Keputusan ada di tangan Presiden. [Kiki Ahmad Bulkini]

Sumber Informasi :

CCN Indonesia

TEMPO 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.