Rendahnya Publikasi Hasil Penelitian| Problem Ilmiah Part – 3

Rendahnya Publikasi Hasil Penelitian Problem Ilmiah Part - 3
0 63

Problem akademik sebagaimana digagas Sneha Kulkarni [2016] sebagaimana dijelaskan sebelumnya, berdampak pada rendahnya pertumbuhan Penelitian Replikasi. Ai??Mengapa? Sebab jurnal-jurnal ilmiah, terlebih jurnal yang terindek Scopus, dan pemangku kepentingan sains, cenderung skeptis terhadap Penelitian Reflikasi. Hasil penelitian reflikasi, dianggap kurang memberi makna bagi kelahiran ilmiah baru.

Bagi banyak pengelola Jurnal Ilmiah, Scopus dalam tanda baca tertentu, seolah menjadi hantu. Kini, ia telah menjadi entitas paling dikenal para peneliti dunia untuk mengukur jurnal mana yang masuk dalam data Scopus. Elsevier sebagai pemilik utama Scopus, berhasil membawanya menjadi salah satu penerbit utama dunia.

Scopus menjadi pusat data terbesar di dunia yang mencakup puluhan juta literatur ilmiah yang terbit sejak puluhan tahun lalu. Meski jumlahnya masih sangat terbatas, Scopus juga dianggap berhasil menyimpan data ilmiah sebelum terjadi Perang Dunia II.

Fungsi utama Scopus adalah membuat indeks literatur ilmiah untuk memberikan informasi yang akurat mengenai metadata masing-masing artikel ilmiah secara individual, termasuk di dalamnya adalah data publikasi, abstrak dan referensi

Sebagian besar jurnal, tentu apalagi yang terindek Scopus, mengutif Sneha lebih suka mempublikasikan hasil asli dan terobosan baru dibandingkan dengan reflikasi. Mengapa? Karena menurutnya, studi replikasi dianggap kurang baru. Periset dan badan pendanaan enggan menginvestasikan sumber daya mereka dalam studi replikasi dengan alasan yang sama.

Sependapat dengan Sneha tadi, penulis melihat hal ini adalah kerugian besar sesungguhnya bagi pertumbuhan keilmuan. Mengapa? Karena sebagian besar percobaan tidak pernah divalidasi dan diuji tingkat validitas dan kebenaran ilmiahnya.

Makna Penelitian Reflikasi

Untuk sebagian orang, istilah penelitian replikasi mungkin dianggap asing. Untuk mengetahui makna Penelitian Reflikasi, Rossi Sanusia menulis khusus tentang soal ini dalam judul: ai???Penelitian Reflikasiai???. Rossi pada 14 Juni 2009, di https://rossisanusi.wordpress.com menyebut Ai??Penelitian Reflikasi bertugas untuk menjawab masalah penelitian yang sama.

Tujuan Penelitian Reflikasi adalah untuk menggugurkan teori yang digunakan di penelitian-penelitian sebelumnya dengan rancangan yang lebih valid. Atau sangat mungkin lebih memperkuat teori lama dari hasil penelitian sebelumnya. Lepas dalam posisi dan fungsi apa yang diperankan Penelitian Reflikasi, yang pasti, melalui penelitian sejenis inilah yang bakal mengukuhkan keyakinan suatu penelitian.

Menurut Rossi, Penelitian Reflikasi tidak dapat dihindari dan wajib dilakukan peneliti. Mengapa? Sebab menurutnya, tidak ada penelitian yang betul-betul asli. Setiap peneliti akan selalu berupaya menjawab masalah penelitian berdasarkan teori yang ada. Jadi jika ada peneliti yang berhasil melakukan Penelitian Reflikasi, dia justru patut dianggap berjasa ketika mampu menggugurkan (merefutasi) teori tersebut dengan rancangan yang lebih kuat. Mengapa? Sebab melalui penelitian sejenis ini, ia dapat menjadi pijakan untuk melakukan peyempurnaan sebuah teori. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.