Connect with us

Pendidikan

Resonansi Finansial Guru

Admin

Published

on

Saudara kami yang lama bekerja di Dikti, Bang Haryono, tiba-tiba mengabarkan melalui akun FB-nya. terdata Jum’at, 27 Juli 2016, bahwa Sertifikasi guru akan dihapus, seiring dengan pergantian Menteri di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dari Anies Baswedan,  ke Muhadjir Effendy. Menteri yang S1-nya lulus  dari IKIP Malang tahun 1982 ini, akan menghapus program Sertifikasi guru baik bagi PNS maupun non PNS karena dianggap membuang-buang uang negara. Pelatihan guru, terlalu banyak memakan biaya dan tidak sinkron dengan hasil yang diharapkan. Program ini secara resmi akan dihapus mulai Agustus tahun 2016. Ia akan mengganti tunjangan guru baik yang sudah tersertifikasi atau belum, melalui program Resonansi Finansial Guru.

Resonansi Finansial Tak Mengharuskan Guru Tersertifikasi

Ke depan guru tidak perlu pelatihan atau mengikuti program sertifikasi. Program ini akan diganti dengan program baru yang disebutnya dengan istilah Resonansi Finansial. Dalam program ini, siapapun yang berstatus sebagai guru, langsung akan diberikan tunjangan yang cukup. Seorang guru –sekalipun belum disertifikasi– akan diberikan tunjangan cukup dengan melampirkan tanda bukti atau surat keterangan bahwa seseorang benar-benar menjadi seorang guru, maka, tanpa melewati proses pelatihan ini dan itu, seperti sertifikasi ataupun UKG, guru tersebut langsung mendapatkan tunjangan profesi secara otomatis dan berkala.

Jika hal ini benar-benar terjadi, luar biasa. Inilah revolusi baru di dunia pendidikan. Bangsa ini, memang cukup lama sakit dalam menilai dan memberi penghargaan pada guru. Banyak istilah akhirnya yang disandingkan kepada guru mulai dari guru PNS, guru tersertifikasi, guru honor daerah sampai kepada guru daerah terpencil. Program ini bagus. Sebab melalui paket ini, guru akan terdorong untuk lebih termotivasi. Pesan khusus yang disampaikan Prof. Muhajir Effendy sebagai Mendikbud -adalah sebagai berikut:

Resonansi Finansial Mengharuskan Guru Kompeten

Guru adalah kunci kesuksesan pendidikan generasi penerus. Karena itu guru harus benar-benar cakap, kompeten dan profesional dalam melaksanakan tugas mendidiknya. Untuk itu seharusnya guru datang dari kelompok warga bangsa yang cerdas, punya idealisme, berpandangan luas, dan dedikasi yang tinggi. Pemerintah berkewajiban mengembangkan iklim kerja pendidik yang benar-benar kondusif dan inspiratif agar guru berkembang dan maju. Selama ini, guru -diperlakukan- sama saja dengan pegawai yang lain seperti pegawai administrasi pada umumnya. Lebih buruk lagi iklim kerja yang hanya mendisiplinkan guru dengan menakut-nakuti dengan sanksi-sanksi seperti pencabutan tunjangan pendidik, hambatan kenaikan pangkat dan sebagainya.

Kita ucapkan selamat bekerja pak Menteri … semoga sukses. Team lyceum.id

Continue Reading
2 Comments

2 Comments

  1. Avatar

    Anan Abdul Hanan

    22-09-2016 at 15:13

    Inilah langkah revolusi yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia …
    lanjutkan pak mentri

    • Avatar

      Lanlan Muhria

      22-09-2016 at 15:27

      Semoga menjadi pemacu para guru bekerja dan mengabdikan diri demi bangsa dan negara

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.