Rindu Yang Terpahat | Kumpulan Puisi Rindu

0 644

Rindu Yang Terpahat

Karya : Lilik Isdianawati

Kupahat rindu di sunyinya malam
Kuukir kasih dalam kesetiaan
Kusemat cinta dalam kasih sayang
Kurangkai kata dalam rinai kasih

Saat sepoi angin berhembus
Saat binar kasih terus terngiang
Dan terus membius jiwa tentang kasihmu
Saat itulah rindu ini terus bergemuruh dalam kasihku

Saat cintamu mengingatku
Rinduku lumpuh bersama sunyinya malam
Aku tak berdaya ,saat purnama malam yang terang
Saat purnama yang berseri samarkan gelap

dan bahkan sinar purnama yang berseri
tak mampu mengusir sunyi malamku karna rindu
Betapa rindu hati ini
Betapa sunyi hati tanpa hadirmu

Ingin engkau hadir bersamaku
Agar pahatan rindu yang terlukis
Bersama dan
bahkan hilang dengan hadirmu. By. Lilik Isdianawati

Analisa Lyceum atas Puisi Rindu yang Terpahat

Lilik Isdianawati, seorang ibu yang gelisah akan suasana bathin yang terus dilanda kesunyian. Hadir dalam bingkai kerinduan seorang manusia biasa akan berbagai suasana yang dapat mendorong dirinya masuk dalam kategori pembuat puisi-puisi melankolik yang menyentuh hati siapapun yang membacanya. Para pembaca yang berada dalam suasana bathin yang sama, akan merasakan bagaimana getaran kerinduan itu menyentuh hati mereka.

Lyceum Indonesia, menyambut tulisan puitisnya dan menyimpannya dalam labirin puisi-puisi melankolik untuk menjamu siapapun yang berada dalam suasana yang sama.Karena dalam analisa team lyceum, Lilik tampaknya ingin kerinduannya itu didengar oleh mereka yang dirindukan dan disayanginya. Ia menyerah pada takdir alam yang buta dan bertekuk lutut pada keadaan yang membuatnya tidak harus suntuk.

Lyceum Indonesia memberi perhatian khusus akan hadirnya puisi dan karya sastra lain. Sebab dalam analisis kami, budaya dan ilmu sastra ini pula yang kurang dihargai oleh murid-murid dan pelajar pada umumnya di Indonesia. Padahal jika dikaji dalam lintasan sejarah, hampir tidak ada sebuah bangunan peradaban yang tidak dibingkai dalam dunia sastra. Karena itu, lyceum mengapresiasi siapapun yang berani membuat karya sastra dengan cara mendokumentasikan dan mempublikasinnya ke masyarakat luas.

Lilik yang berprofesi sebagai seorang guru dengan usia separuh baya ini, tampil dalam keakuan dan kekhasannya sendiri. Ia menampilkan wujudnya dalam lakon khusus sebagai pendidik yang dicintai murid-muridnya. [AL] –Analis Sastra

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.