Rezeki Tidak Selamanya Berbentuk Rupaiah

0 58

Kehidupan bahagia dengan segala kecukupan finansial dan harta merupakan harapan bagi setiap manusia. Kebahagiaan yang sering didefinisikan oleh sebagian besar manusia adalah memiliki uang atau rupiah dalam bahasa kita. Seseorang akan berubah gaya dan tindakan dalam sekejap bila sudah bersentuhan dengan uang. Meskipun uang sebagai benda mati namun memiliki daya magis tinggi dan luar biasa berpengaruh.

Dalam konteks kehidupan yang penuh pragrmatisme dan materialisme, uang selalu dijadikan parameter kesuksesan, ukuran kebahagiaan, maupun alasan untuk mencapai tujuan. Konsep kehidupan demikian bukan berarti salah total namun lebih kepada sebuah kekeliruan. Betapa tidak, jika manusia selalu menjadikan uang sebagai tujuan maka ia akan terabaikan oleh kehdupan jika uang itu tidak berada dengannya. Manusia yang senantiasa mengukur apapun dengan uang akan dipastikan ia akan terjebak pada ukuran-ukuran yang serba tidak jujur. Tidak jujur yang dimaksud adalah bertolakan dengan nurani. Bagaimana seseorang bisa memaafkan kesalahan orang lain hanya dengan uang, mengganti jabatan dengan uang, mengabaikan idealisme dengan uang dan melupakan persahabatan karena uang, adalah bukti bahwa uang telah dipersepsikan sebagai alat yang menjadikan kehidupan manusia keliru.

Kebahagiaan hidup yang diinginkan oleh manusia seharusnya menjadi tujuan utama. Tentu, untuk menuju kebahagiaan itu memiliki keragaman jalan untuk mendapatkannya. Uang hanyalah salah satu dari bagian jalan untuk menuju kebahagiaan itu. Bukan tujuan yang harus menghentikan segala perjalanan hidup kita ketika sudah bertemu dengan uang. Karena sifat uang hanyalah alat tukar yang dengan cepat dan meninggalkan manusia. Manusia akan mengalami frustasi selamanya jika uang dijadikan tujuan utama. Ia hanyalah salah satu jembatan menuju kebahagiaan hidup.

 Rezeki berbeda dengan Uang

Rezeki itu beruba anugerah yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Rezeki-secara terminologi-dapat dipahami sebagai semua kasih sayang yang diberikan Allah, baik yang terasa maupun tidak terasa. Sebagian besar manusia selalu memaknai bahwa Rezeki hanya sesuatu yang dilihat dan dirasa semata. Sehingga, manusia akan menemukan kesengsaraan dalam hidupnya. Mereka selalu menghitung tentang kekurangan dari pemberian Tuhannya bukan menikmati apa yang sudah dimilikinya.

Memaknai Rezeki hanya sebatas uang adalah salah satu prinsip hidup yang keliru. Begitu murah dan begitu sederhana jika menyamakan Rezeki sama dengan uang. Semua apa yang kita miliki dalam tubuh kita sesungguhnya telah melebihi sejumlah uang yang sering kita bayangkan untuk dimiliki. Jika kita menganalogikan tentang hitung-hitungan perusahaan asuransi, tentu dari ujung rambut sampai ujung kaki dapat dinilai dengan rupiah yang tidak terbatas. Karena setiap suborgan yang kita miliki bernilai angka yang tidak murah. Bagaimana patah jari tangan dalam kecelakaan dalam diklaim ke asuransi sekian puluh juta, patah lengan, patah kaki, penyakit jantung, gagal jantung, stroke dan semua jenis-jenis penyakit berat lainnya yang dapat mendera tubuh manusia semuanya bernilai rupiah tinggi.

Jika hari ini kita mengabaikan tentang nilai kesehatan yang dimiliki oleh kita, maka sesungguhnya kta termasuk orang-orang yang tidak bersyukur. Kesehatan fisik maupun sehat pikir merupakan Rezeki Allah yang tak terbatas. Memiliki sahabat baik dan keluarga yang mengasihani merupakan Rezeki yang tak ternilai jika dikonversi dengan rupiah.

Rezeki itu nyata dan terasa jika seseorang dapat menyadari tentang apa yang kita miliki hari ini dan orang lain tidak memilikinya. Bukan sebaliknya untuk terus menuntut atas apa yang telah dimiliki oleh orang lain namun kita tidak memilikinya. Allah memiliki skenario yang penuh misteri dan sulit untuk diprediksi, namun yakinlah bahwa Allah akan senantiasa memberikan dan menambah Rezeki hamba_Nya yang mampu mensyukuri dan melestarikan nikmat-Nya. [Nanan Abdul Manan]


foto-nanan-abdul-mannan

Tentang Penulis

Nanan Abdul Manan, lahir di Kuningan tanggal 11 Februari 1982. Penulis adalah Dosen STKIP Muhammadiyah Kuningan. Untuk mengetahui lebih lengkap Lihat Biografi Lengkapnya

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.