Ruh dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam

29 548

Ruh dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam. Tulisan ini akan menjelaskan dimensi jiwa atau ruh manusia dalam perspektif Filsafat Pendidikan Islam. Ruh dalam teori filsafat pendidikan Islam, dapat berupa benda fisik [jasad], tetapi sekaligus memiliki dimensi lain yang bersipat metafisis. Inilah perbedaan yang paling mendasar dalam teori filsafat pendidikan Islam.

Pendekatan Filsafat Pendidikan Islam,  akan meletakkan Al Quran sebagai acuan utama. Al Qur’an harus mampu direlasikan dengan berbagai aspek kehidupan, termasuk tentu dengan pendidikan Islam. Tulisan ini dapat pula difahami sebagai studi konpemlatif tentang bagaimana sesungguhnya posisi manusia yang secara filosofis memiliki dua sisi yang berbeda. Perbedaan dimaksud terletak pada dimensi jasadiyah dan dimensi ruhiyah. Dalam bahasa lain sering juga disebut dimensi prophan [duniawi] dan mutlak [ukhrawy].

Karena manusia memiliki dua dimensi yang berbeda secara diametral itu, maka secara teoritik, manusia selalu memiliki bentuk ganda yang juga diametral. Misalnya, manusia selalu bertarung di antara kebaikan dan potensi lain yakni kemungkinan berbuat jahat. Melalui penela’ahan dan studi kontemlatif terhadap dua soal ini, seharusnya dapat diketahui bagaimana sesungguhnya dasar argumentasi lahirnya pendidikan dalam Islam.

Melalui sudut pandang ini, diharapkan dapat pula diketahui titik temu dan sekaligus titik beda konsep pendidikan Islam dengan pendidikan lainnya. Pertanyaan dasar tentang, apakah tujuan pendidikan Islam memiliki tujuan yang jauh lebih mendasar dibandingkan dengan tujuan pendidikan lainnya, diharapkan dapat terjawab juga melalui Tulisan ini.

Urgensi Kajian Ruh

Pentingnya mengkaji soal ruh dan kaitannya dengan rumusan pendidikan Islam, tampaknya didasarkan atas beberapa pertimbangan. Rumusan pertimbangan ini tentu sangat subektif. Latar belakang pemikiran penulis dimaksud adalah;

Pertama. Ada kesan bahwa pendidikan Islam tidak mampu menjawab pertanyaan subtansional yang menyangkut hajat hidup manusia. Hal ini terjadi karena pendidikan Islam kehilangan paradigma epistimologisnya;

Kedua. Pendidikan Islam dianggap pemeluk muslim tidak lebih normatif dibandingkan dengan pendidikan lainnya. Kehadirannya dianggap tidak berjalan diatas nash (al Qur’an dan al Qur’an Nabi), sehingga ia tidak berbeda dengan pendidikan lainnya. bahkan ada kesan kalau lembaga pendidikan Islam lebih banyak melakukan pembajakan terhadap konsep pendidikan kontemporer;

Ketiga. Dalam konteks keindonesiaan, pendidikan Islam yang demikian harus diterima secara given oleh pemeluk Muslim karena lembaga pendidikannya diarasa tidak lagi (tentu subjektif) memberi janji masa depan baik dalam pemahaman keagamaan maupun keterampilan anak didik. kehadiran lembaga-lembaga pendidikan Islam, meski pejoratif hanya dipahami sebagai “cagar budaya” yang hanya mampu mempertahnkan nilai-nilai tertentu dalam lingkungan masyarakat. By. Prof. Cecep Sumarna

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. Rif'atul Ula berkata

    Pendidikan yang baik yaitu pendidikan yang mampu menyeimbangkan antara perbuatan yang dilakukan oleh jasad dan keyakinan yang ada dalam rohani. Pendidikan Islam adalah pendidikan yang dikenal dengan kedekatan pada Tuhan nya. Berbicara mengenai pahala, surga, neraka dan hal-hal lain mengenai tatacara ibadah kepada Tuhan.
    Padahal pendidikan Islam tidak hanya berbicara mengenai hal-hal itu saja. Pendidikan Islam menjadikan Al-qur’an dan hadits sebagai acuan agar pendidikan yang dilakukan memiliki jiwa atau ruh nya sehingga pendidikan itu tidak mati yang hanya berupa teks saja, tetapi ada pengamalan nya.

  2. Danty Adi Sudarno Jafar berkata

    Menurut Ahmad D. Marimba memberikan pengertian bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam. Tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup manusia dalam Islam, yaitu untuk menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah yang selalu bertakwa kepadaNya, dan dapat mencapai kehidupan yang berbahagia di dunia dan akhirat (lihat S. Al-Dzariat:56; S. ali Imran: 102). Menurut Abdul Fatah Jalal, tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah.

  3. Danty Adi Sudarno Jafar berkata

    Karakteristik Ruh
    Mengenai ruh ada beberapa karakteristik, antara lain :Ruh berasal dari Tuhan, bukan berasal dari tanah, Ruh unik, tak sama dengan akal budi, jasmani dan jiwa manusia, Ruh tetap hidup sekalipun kita tidur / tak sadar, Ruh dapat menjadi kotor dengan dosa dan noda, tapi dapat pula dibersihkan dan menjadi suci, Ruh karena sangat lembut dan halusnya mengambil “wujud” serupa “wadah”-nya, parallel dengan zat cair, gas dan cahaya yang “bentuk”-nya serupa tempat ia berada, Tasawuf mengikutsertakan ruh kita beribadah kepada Tuhan, Tasawuf melatih untuk menyebut kalimat Allah tidak saja sampai pada taraf kesadaran lahiriah, tapi juga tembus ke dalam alam rohaniah. Kalimat Allah yang termuat dalam ruh itu pada gilirannya dapat membawa ruh itu sendiri ke alam ketuhanan.

  4. Nenis Nursona Jamil berkata

    Manusia bukanlah sekedar apa yang nampak secara kasat mata, yang membutuhkan makanan dan minuman. Hakikat manusia terletak pada sesuatu yang amat berharga didalam tubuh kasarnya, yaitu roh. Artinya bahwa eksistensi manusia memiliki jasad sebagai bentuknya dan roh atau jiwa sebagai makna keberadaanya.

  5. Silmy Awwalunnis berkata

    Allah menciptakan manusia benar-benar dengan perencanaan yang tepat sehingga manusia menjadi mahluk yang paling sempurna dari mahluk lainnya, terlepas dari kewajiban manusia itu sendiri. dengan berpendidikan islam Ruh yang ada dalam raga kita ini menjadi tahu siapa dan bagaimana kita di hadapan Sang Pencipta. pendidikan yang baik merupakan pendidikan yang filosofis karena kita dapat mengetahui siapa pendahulu dan kenapa kita ada. konsep nyata yang tertera dalam kehidupan sehari-hari yaitu dalam bermasyarakat. kita harus tahu dan mempelajari filosofis dari kemasyarakatan dan kebudayaan masyarakat tersebut agar kita dapat di terima di dalamnya.

  6. Tri anistiningsih berkata

    Pendidikan islam menjadikan al-qur’an sebagai acuan dari pembahasan mengenai ruh. Manusia dianggap memiliki dua dimensi yang berbeda. Pendidikan islam sangatlah berperan penting untuk menuntun manusia dalam melakukan berbagai hal. Pendodidikan islam juga akan sangat menutup kemungkinan bagi manusia untuk berbuat hal yang tidak sepatutnya diperbuat

  7. mar'ah sohlehah berkata

    mar’ah sohlehah mpi A smt.3
    pada hakikatnya manusia mempunyai dua dimensi yaitu kebaikan dan keburukan. pendekatan filsafat pendidikan islam itu mengacu pada al-qur’an. karena al-qur’an itu merupakan pedoman bagi seluruh umat islam dan semua perkara yang ada didunia sudah tertulis dalam al-qur’an salah satunya yaitu penekatan filsafat pendidikan islam.dalam al-qur’qn juga menjelaskan baik buruknya manusia, masalah dunia dan seisinya dan lain sebagainya.

  8. Futihatus sholihah berkata

    Pendidikan islam adalah Pendidikan yang menyeimbangkan akal fikiran dan mengetahui insan yang sebenarnya, dan adanya al-qur’an sebagai pedoman hidup bagi umat islam bukan hanya mempelajari tapi juga mengamalkannya dalam hal kehidupan. nah itu juga termasuk dalam pendidikan islam. Jadi, pendidikan islam adalah pendidikan yang rokhmatal lilngalamin. Pendidikan islam ini tidak hanya mengajarkan jiwa kita tetapi juga mengajarkan ruh dalam diri kita.

  9. Evy Lusiana berkata

    Al-Qur’an dijadikan sebagai acuan untuk belajar dan menerapkan pendidikan islam, karena Al-Qur’an adalah pedoman hidup kita agar menjadi manusia baik dan lebih baik lagi. dan pendidikan islam itu ialah pendidikan utama yang harus di pelajari oleh setiap manusia yang berpendidikan dan lebih khusus yaitu mereka yg muslim. karena di dalam pendidikan islam tercantum materi yang dapat di terapkan dalam kehidupan, misalkan bertatakrama dengan baik, sopan santun, dan saling mengasihi.

  10. Birnawati berkata

    adab dan akhlak yang menjadi ruh pendidikan harus dihidupkan kembali. Selain itu, pendidikan Islam pun harus mengisolir pandangan hidup sekular-liberal yang ada dalam setiap disiplin ilmu pengetahuan modern saat ini. Ketika perubahan secara islami (dalam kurikulum, lingkungan, visi, dan misi) terjadi, pendidikan Islam akan membebaskan manusia dari kehidupan sekular menuju kehidupan yang berlandaskan ajaran Islam. Dari pendidikan seperti itulah, manusia yang baik dan beradab akan lahir. Individu-individu seperti itu adalah manusia yang menyadari tanggung-jawabnya terhadap Tuhannya, memahami dan melaksanakan kewajiban-kewajibannya kepada dirinya dan yang lain dalam masyarakatnya, serta berupaya terus-menerus untuk mengembangkan setiap aspek dari dirinya menuju kemajuan sebagai manusia yang bermoral.

  11. Elok Firdausiana berkata

    Pendidikan islam itu menurut saya penting untuk dipelajari, karena pendidikan islam tidak hanyapelajari tentang ilmu2 agama saja, tetapi juga mencakup ilmu2 umum, sperti ilmu sosial, matematika, geografi dll. Tetapi beda dengan pendidikan umum, pendidikan umum hanya mempelajari ilmu2 umumnya saja, maka itu lah penting bagi kita semua untuk mempelajari pendidikan islam.

  12. Nurul Faridah berkata

    karena manusia memiliki dua dimensi yang berbeda secara diametrial yang mempunyai kebaikan dan juga mempunyai potensi kemungkinan berbuat jahat, oleh sebab itu peru pendidikan islam agar mampu mengendalikan jiwanya, pendidikan islam tidak hanya menyangkut hal keagamaan saja tetapi juga ilmu-ilmu yang lainnyaseperti ilmu sosial,matematika, geografi dan lain sebagainya.

  13. Manarul hidayat berkata

    Menurut saya pendidikan islam adalah pendidikan rohmatal lilalamin, pendidikan yang unggul pendidikan istimewa dimana pendidikan ini tidak hanya mengajarkan jiwa kita, tetapi pendidikan ini juga mengajarkan ruh kita, yang oleh karna itu di dalam hakikat manusia mempunyai dua dimensi yaitu ruh dan jiwa, seakan seseorang tidak sadar akan keberadaan ruh yang ada didalam jiwanya dia fikir jasmanilah yang membuat segalanya menjadi sempurna, tidak dengan demikian, banyak orang yang sempurna akalnya tetapi tidak sedikit pula seorang yang sempurna akalnya tetapi jiwanya terganggu, ruhnya teroyak ayik bagaikan abu terhambar angin. Jadi pendidikan islam adalah pendidikan yang bisa menyeimbangkan akal fikiran dan mengetahui hakikotul insan yang sebenarnya. wassalamualaikum

  14. Siti Mar'atul Hasanah berkata

    Pendidikan islam yaitu usaha untuk menjadikan anak keturunan dapat ilmu pengetahuan (berwawasan islam). Tujuan dari pendidikan islam yaitu manusia memiliki gambaran tentang Islam yang jelas, utuh dan menyeluruh. Dasar dari pendidikan islam adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah.

  15. neila nur zuhrufillah berkata

    Sebanarnya pendidikan islam juga sangat penting karena itu menjadi nilai lebih karena kita tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan saja tetapi tentang islam juga kita mengetahuinya, hanya saja karena kebanyakan orang tidak percaya diri jika harus berada di lingkungan pendidikan islam.

    1. Siti Mar'atul Hasanah berkata

      Ya pendidikan islam sangat penting bukan hanya untuk di dunia saja di akhirat pun. Sebenarnya bisa membuat orang bisa percaya diri masuk dalam pendidikan islam, sekolah harus mempunyai ciri khas contohnya di sekolah islam tersebut di wajibkan untuk berbahasa Arab dan Inggris tujuannya agar minat masuk dalam sekolah tersebut bukan hanya itu tujuannya agar siswa bisa berbahasa asing, jadi sekolah yang berbasis islam tidak kalah saing dengan yang sekolah umum.

  16. Ikke nurzannah azhari berkata

    Pendidikan islam bersumber dari nash-nash alqur’an yg merupakan sumber dari segala sumber hukum, pendidikan islam yaitu suatu pendidikan yg dapat menjadikan manusia menjadi pribadi yg lebih baik, pribadi yg mempunyai sopan santun, pribadi yg mempersiapkan manusia agar hidup dengan sempurna, dan profesional dalam bekerja. Faktanya pendidikan umum pun akarnya dari al-quran karena semuanya tertuang di dalam al-quran.

  17. Ikke nurzannah azhari berkata

    Pendidikan islam bersumber dari nash-nash alqur’an yg merupakan sumber dari segala sumber hukum, pendidikan islam adalah suatu pendidikan yang dapat mempersiapkan manusia agar menjadi manusia yg dapat berguna bagi manusia lain, manusia yg mempunyai budi pekerti yg baik, manusia yg dapat menolong sesamanya. Pendidikan islam juga mungkin mengajarkan kita akan pentingnya pendidikan bagi kita karena tanpa pendidikan seseorang tidak akan tau apa itu ilmu, dan fakta nya pendidikan umum juga akar nya dari Alqur’an.

    1. Ririn Fitriani berkata

      Perkuat dengan dalil dan pengetahuan anda,jika hanya mengandalkan pendapat orang lain dan mengutip pendapat orang lain,secara lahiriah konsep pemikiran intelektual anda tidak di pakai secara efisien.

    2. Birnawati berkata

      Selalu berpegang teguhlah pada Al Quran dan Assunah. Dan jadikan para ulama-ulama terdahulu dan saat ini sebagai acuan kita untuk lebih memahami dan mendalami tentang Islam.

  18. azis surokhmat berkata

    pendidikan islam apabila dilihat langsung didalam alquran maka maknanya akan membingungkan maka muncullah penjelasan dari rosul atau sering disebut dengan Hadits, dan dari hadits pun kadang masih membingungkan bagi pembacanya maka muncullah para ahli tafsir, maka tidak salah juga jika pendidikan islam memang agak kurang dan terkesan mengikuti, tapi melihat kenyataan para ahli dan ahlinya para ahli yaitu rosulullah Saw Dalam buku The 100, a Ranking of the Most Influental Persons in History, karya Michael Hart, Nabi Muhammad saw, menempati peringkat pertama. yang mampu membuat dunia ini dari zaman kegelapan menuju zaman terang benderang karena islam. kenapa pendidikan islam lebih menekankan ke akhlak ketimbang ke ilmu pengetahuan? islam lebih menekankan ke akhlak yang dimana jika akhlak sudah benar, maka ilmu pun akan mengikuti. tetapi melihat kenyataan sekarang ini umat islam mengalami kemunduran bahkan berbanding terbalik dengan dulu, karena penerapan nilai-nilai islam kurang diminati dan lebih mengikuti trend yang sesaat, mungkin ini yang disebut kegagalan pendidikan islam. pendidikan islam tak pernah salah, yang salah adalah penerapannya. dan yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana penerapan pendidikan islam yang benar?
    terima kasih.

    1. neila nur zuhrufillah berkata

      Saya sangat setuju dengan pendapat anda memang pendidikan islam itu tidak salah tetapi yang salah adalah penerapannya, di lihat dari keadaan zaman sekarang para pelajar malah merasa malu bila berada di lingkungan pendidikan yg berbasis islam contohnya seperti sekolah madrasah aliah (MA) yang minim sekali peminatnya, bahkan orangtu pun bangga jika anaknya bersekolah di pendidikan yg berbasis umum mungkin di karenakan mereka minim dengan pengetahuan sejarah islam yang mana sebenarnya penemu ilmu-ilmu tersebut berasal dari orang islam di mana islam memiliki ibnu sina dalamm bidang kedokteran, al-jabar dalam bidang matematika dan lain sebagainya. Seharusnya kita itu bangga bisa memiliki nilai lebih bukan hanya ilmu pengetahuan saja tetapi ilmu tentang pendidikan islampun kita bisa mengetahuinya.

  19. Ririn Fitriani berkata

    Pendidikan islam bersumber dari nash-nash alqur’an yg merupakan sumber dari segala sumber hukum,di bandingkan dengan pendidikan umum pembahasan yg berkaitan dengan perspektif islam hanya di bahas secara garis besarnya saja,beda dengan pendidikan islam yg pembahasannya luas dan menyeluruh. Fakta nya pendidikan umum juga akar nya dari Alqur’an,karena firman Allah itu memang isinya tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya,contohnya pendidikan umum yaitu pelajaran matematika,bersumber dari ilmuwan muslim.

    1. azis surokhmat berkata

      ya islam memberikan kontribusi terhadap ilmu tetapi bukan sepenuhnya islam, karena sebelum islam datang pun bangsa arab mengenal pendidikan bahkan kata bapak Dr. taqiyyudin M,pd dalam diskusi sistem pendidikan islam, sudah ada sekolah disana cuman sedikit yang mau sekolah. karena pendidikan akhlak itu tujuan islam, rosulullah bahkan pernah berkata” saya datang untuk menyempurnakan akhlak” karena memang peradaban arab sudah maju buktinya dengan ahli syair-syair bangsa arab itu, maka tidak aneh jika al-quran menjadi rangkaian untaian kata yang menakjubkan yang sekaligus menjadi mukjizat dan belum ada yang bisa menyamai keindahan dan menjadi sumber inspirasi sampai hari akhir datang.

      1. Ririn Fitriani berkata

        Saya setuju dengan tanggapan anda,memang bukan sepenuhnya islam bahkan pada zaman Rasul saw dulu masyarakat arab belum mengenal tulisan bahkan masih menyembah berhala,namun Rasul saw mengajarkan nya terlebih dahulu kepada keluarganya,setelah islam berlembang lahir lah para ilmuwan muslim.

  20. Cecep Sumarna berkata

    Jadi apakah menurut anda semua mana, pendidikan yang terbaik secara konseptual dan secara filosofis. Pertanyaan lainnya, bagaimana pula dalam praksis nyata? Apakah pendidikan Islam atau pendidikan umum. Pendidikan Islam jauh lebih filosofis, hanya sayang dalam tataran praksis masih jauh dari harapan ideal. Inilah persoalan serius yang kita hadapi.

    1. M fatkhurizqo berkata

      Pendidikan islam,umum itu untuk zaman now ini kurang ideal bukti dari itu semua adalah banyaknya anak2 yg suka tawuran,mesum, dll karna pendidikan di Indonesia saat ini hanya mengedepankan nilai akhir(kecerdasan) tidak melibatkan ahlaknya akhirnya banyak orang pintar tapi menyalahgunakan kepinyaranya seperti korupsi dll.

  21. siti khodijah mpi A-3 berkata

    pendidikan Islam yaitu mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan bahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, sempurna budi pekertinya, pola pikirnya teratur dengan rapi, perasaannya halus, profesiaonal dalam bekerja dan manis tutur sapanya.

  22. siti khodijah berkata

    pendidikan Islam adalah mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan bahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, sempurna budi pekertinya, pola pikirnya teratur dengan rapi, perasaannya halus, profesiaonal dalam bekerja dan manis tutur sapanya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.