Rusia Kembali Menjadi Macan Dunia, Bagaimana Nasib Amerika?

Rusia Kembali Menjadi Macan Dunia
0 362

Rusia Kembali Menjadi Macan Dunia – Dunia memang selalu berputar. Ia tidak pernah berhenti untuk berganti haluan. Itulah mungkin kalimat tepat yang patut disampaikan saat ini. Pernyataan ini, seolah membenarkan teori sejarah Ibnu Khaldun yang menyatakan bahwa sejarah selalu berputar. Fenomenal Inilah yang menimpa Rusia.

Dulu, saat saya menjadi penulis lepas di PR Edisi Cirebon, tahun 1991, pernah menulis tentang kegagalan Uni Soviet dalam melakukan reformasi politik. Saat itu, Presiden Mikhail Gorbachev melakukan reformasi, tetapi gagal. Reformasi yang dia dengungkan adalah, memberi kesempatan kepemilikan harta secara pribadi baik kepada masyarakat maupun kepada para birokrat. Maklum di negara sosialis ini, seseorang tidak dapat memiliki harta kekayaan. Inilah prinsip komunisme yang menjadi ideologi tunggal dan resmi negara. Gorbachev, seolah melakukan perlawanan atas prinsip ideologi negaranya dimaksud.

Gerakan Reformasi Gorbachev yang Gagal

Gerakan reformasi Mikhail Gorbachev dalam sebuah retorika politiknya, ternyata mendapat perlawanan dari kelompok konservatif. Kelompok konservatif ini, bercokol kuat dalam birokrasi negara yang dipimpinnya. Karena kegagalan implementasu konsep ini pula, Uni Soviet pada akhirnya gagal mempertahankan unifikasinya yang sebelumnya selalu memimpin Blok Timur. Blok ini menjadi versus bagi blok Barat yang dimpin Amerika Serikat.

Kegagalan implementasi konsep reformasi ini, yang menyebabkan berakhirnya perang dingin antara Amerika dengan Uni Soviet. Kedua pemimpin dua Blok ini, sebelumnya selalu saling berlomba menjaga image masing-masing. Mereka satu sama lain saling beradu. Beradu dalam konteks teknologi, maupun sejanta perang. Termasuk tentu yang paling unik adalah pertarungan dalam menguasai dunia angkasa.

Uni Soviet yang gagal melakukan Glasnot (keterbukaan) dan Prestorika (membangun kembali) ini, yang menyebabkan negara ini secara ekonomi gagal dan bahkan runtuh. Kegagalan ini, secara otomatis melumpuhkan sendi-sendi pertahanan negara. Dalam banyak kasus, negeri ini bahkan terlibat Korupsi dan Kolusi yang sangat tinggi. Kecenderungan inipun tidak mampu dibendung Gorbachev.

Uni Soviet menjadi Rusia

Berbagai kegagalan ekonomi dimaksud, menyebabkan pada Desember 1991, Presiden RSFS Rusia, RSS Ukraina, dan RSS Byelorusia, melakukan Perjanjian Belavezha. Inilah perjanjian yang menyepakati pembubaran Uni Soviet yang digantikan dengan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS).

Pembubaran ini mengandung konsekwensi bagi Gorbachev untuk meletakkan jabatannya sebagai Presiden Uni Soviet. Saat itu, tepat tanggal 25 Desember 1991, ia melimpahkan kekuasaannya kepada Boris Yeltsin. Majelis Agung Uni Soviet juga sama. Mereka membubarkan diri pada 26 Desember 1991. Inilah yang mengakhiri Uni Soviet sebagai suatu negara dan berubah nama menjadi Rusia. Pembubaran ini, hanya menyisakan waktu empat hari sebelum hari jadi yang ke-69 negara tersebut.

Sejak saat itu, Amerika mencari musuh baru. Salah satu musuh yang diincar adalah negara-negara Islam atau negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Amerika membuat tata negara baru. Namun setelah sekian lama berlangsung, tampaknya Amerika mulai Lelah. Kelelahan Amerika itu, justru di waktu yang sama, Rusia kembali menjadi macan dunia baru. Macan yang telah memperkuat dirinya sebagai negara dengan kekuatan militer penuh. ** (Prof. Cecep Sumarna)

Komentar
Memuat...