Rusia Kembali Menjadi Macan Dunia, Bagaimana Nasib Amerika?

3 347

Rusia Kembali Menjadi Macan Dunia – Dunia memang selalu berputar. Ia tidak pernah berhenti untuk berganti haluan. Itulah mungkin kalimat tepat yang patut disampaikan saat ini. Pernyataan ini, seolah membenarkan teori sejarah Ibnu Khaldun yang menyatakan bahwa sejarah selalu berputar. Fenomenal Inilah yang menimpa Rusia.

Dulu, saat saya menjadi penulis lepas di PR Edisi Cirebon, tahun 1991, pernah menulis tentang kegagalan Uni Soviet dalam melakukan reformasi politik. Saat itu, Presiden Mikhail Gorbachev melakukan reformasi, tetapi gagal. Reformasi yang dia dengungkan adalah, memberi kesempatan kepemilikan harta secara pribadi baik kepada masyarakat maupun kepada para birokrat. Maklum di negara sosialis ini, seseorang tidak dapat memiliki harta kekayaan. Inilah prinsip komunisme yang menjadi ideologi tunggal dan resmi negara. Gorbachev, seolah melakukan perlawanan atas prinsip ideologi negaranya dimaksud.

Gerakan Reformasi Gorbachev yang Gagal

Gerakan reformasi Mikhail Gorbachev dalam sebuah retorika politiknya, ternyata mendapat perlawanan dari kelompok konservatif. Kelompok konservatif ini, bercokol kuat dalam birokrasi negara yang dipimpinnya. Karena kegagalan implementasu konsep ini pula, Uni Soviet pada akhirnya gagal mempertahankan unifikasinya yang sebelumnya selalu memimpin Blok Timur. Blok ini menjadi versus bagi blok Barat yang dimpin Amerika Serikat.

Kegagalan implementasi konsep reformasi ini, yang menyebabkan berakhirnya perang dingin antara Amerika dengan Uni Soviet. Kedua pemimpin dua Blok ini, sebelumnya selalu saling berlomba menjaga image masing-masing. Mereka satu sama lain saling beradu. Beradu dalam konteks teknologi, maupun sejanta perang. Termasuk tentu yang paling unik adalah pertarungan dalam menguasai dunia angkasa.

Uni Soviet yang gagal melakukan Glasnot (keterbukaan) dan Prestorika (membangun kembali) ini, yang menyebabkan negara ini secara ekonomi gagal dan bahkan runtuh. Kegagalan ini, secara otomatis melumpuhkan sendi-sendi pertahanan negara. Dalam banyak kasus, negeri ini bahkan terlibat Korupsi dan Kolusi yang sangat tinggi. Kecenderungan inipun tidak mampu dibendung Gorbachev.

Uni Soviet menjadi Rusia

Berbagai kegagalan ekonomi dimaksud, menyebabkan pada Desember 1991, Presiden RSFS Rusia, RSS Ukraina, dan RSS Byelorusia, melakukan Perjanjian Belavezha. Inilah perjanjian yang menyepakati pembubaran Uni Soviet yang digantikan dengan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS).

Pembubaran ini mengandung konsekwensi bagi Gorbachev untuk meletakkan jabatannya sebagai Presiden Uni Soviet. Saat itu, tepat tanggal 25 Desember 1991, ia melimpahkan kekuasaannya kepada Boris Yeltsin. Majelis Agung Uni Soviet juga sama. Mereka membubarkan diri pada 26 Desember 1991. Inilah yang mengakhiri Uni Soviet sebagai suatu negara dan berubah nama menjadi Rusia. Pembubaran ini, hanya menyisakan waktu empat hari sebelum hari jadi yang ke-69 negara tersebut.

Sejak saat itu, Amerika mencari musuh baru. Salah satu musuh yang diincar adalah negara-negara Islam atau negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Amerika membuat tata negara baru. Namun setelah sekian lama berlangsung, tampaknya Amerika mulai Lelah. Kelelahan Amerika itu, justru di waktu yang sama, Rusia kembali menjadi macan dunia baru. Macan yang telah memperkuat dirinya sebagai negara dengan kekuatan militer penuh. ** (Prof. Cecep Sumarna)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. Rosi Aprilia Diningsih berkata

    Sejarah selalu berputar, seperti Rusia.. Presiden Mikhail Dorbachev melakukan reformasi ideologi kumunisme dimana kepemilikan harta dapat dikuasai oleh pribadi ataupun birokrat.. kegagalan tersebut menyebabkan berakhirnya perang dingin antara Amerika dengan Uni Soviet. Sebelumnya saling berlomba dan beradu dalam konteks teknologi maupun senjata perang termasuk pertandingan dalam menguasai dunia. Kegagalan tersebut melumpuhkan perekonomian negara Uni Soviet sehingga berimbas pada sendi-sendi pertahanan negara.
    Desember, 1991 Presiden RSFS Rusia, RSS Ukraina dan RSS byelonsia melakukan perjanjian Belazevha yaitu menyepakati pembubaran Uni Soviet dan digantikan dengan persemakmuran Negara Merdeka atau pergantian nama negara Uni Soviet menjadi Rusia.
    2016, Rusia kembali menunjukkan kekuatan baru, dan Rusia adalah negara pertama yang melakukan perjalanan sampai ke Bulan.
    Dari : Rosi Aprilia Diningsih (T.IPS-C/VI)

  2. Nina Marlina Asriani NIM 1414143090 berkata

    tali takdir sejarah manusia memang mungkin tidak akan pernah berakhir hingga kehidupan umat manusia itu sendiri hancur oleh apa yang dibuat oleh umat manusia itu sendiri. Seperti roda, Rusia kini kembali menjadi macam dunia yang keterbalikan dengan Amerika yang sedang mengalami kemunduran. rusia yang dulu juga pernah mengalami masa-masa yang sulit dengan ideologi komunis, namun karena merasa ideologi yang diterapkan pada saat itu di Rusia sudah tidak dapat diterima oleh rakyat, yang pada saat itu menderita, sehingga lahirlah sebuah perlawanan yang dimulai oleh Gorbachev.

  3. NUR MUHAMAD FADILLAH berkata

    “Bangkitnya Beruang Merah”
    Di awal tahun 1990-an Rusia merupakan sebuah negara yang kalah. Uni Soviet, yang membuat Rusia sebagai sebuah negara superpower, kemudian runtuh dan meninggalkannya sebagai sebuah negara, yang untuk dekade selanjutnya juga hancur karena korupsi dan merajalelanya kekuatan kapitalis. Kemudian negara itu kehilangan banyak wilayahnya. Ekonominya ambruk sementara militernya menjadi sangat lemah.
    Banyak dari sumber alam Rusia, termasuk gas dan minyak bumi, yang kemudian dijual kepada pihak swasta dan perusahaan-perusahaan luar negeri karena kebutuhan uang yang banyak.
    Kebangkitan rusia dimulai sejak Vladimir Putin menjadi presiden rusia. Vladimir Putin berupaya mengembalikan Rusia sebagai negara kuat dan berpengaruh di dunia. Pada tahun 2000-an pemerintah melakukan serangkaian reformasi sosial dan ekonomi, seperti perpajakan, pertanahan, dana pensiun, perbankan, ketenagakerjaan, energi listrik dan transportasi kereta api. Pada saat itu, dalam ekonomi Rusia terjadi kestabilan anggaran negara, pertumbuhan GDP, pertumbuhan produksi industri dan pertanian, pembangunan, pendapatan penduduk yang nyata dan juga penurunan inflasi.
    Dibawah kekuasaan Vladimir Putin sejak tahun 2000 Rusia tumbuh kembali menjadi kekuatan Ekonomi, sosial dan politik yang disegani dunia, serta mengembalikan kejayaan Rusia seperti masa Uni Soviet dahulu kala untuk menjadi Negara Adi kuasa (Super Power).

    NAMA : NUR MUHAMAD FADILLAH
    KELAS : T.IPS C SEMESTER 6

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.