Take a fresh look at your lifestyle.

RUU Arsitek Memperkuat Arsitek Lokal

0 11

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah sedang membahas RUU Arsitek. Diharapkan adanya UU Arsitek dapat melindungi dan memperkuat arsitektur kearifan lokal, dan tak akan menghilangkan seni dan budaya bangunan masing-masing daerah. Karena saat ini berbagai bentuk bangunan di Indonesia cenderung sama bahkan mengarah kebarat-baratan atau international style, sehingga mengancam identitas pembangunan bergaya daerah.

RUU ini memberi kepastian hukum untuk masyarakat Indonesia menggunakan jasa arsitek, agar tidak menghilang karakter, desain, seni budaya bangunan lokal. Karena itu setelah RUU ini disahkan, pemerintah harus bisa menyiapkan PP atau Perda tentang tata kelola bangunan agar identitas bangunan lokal tidaklah hilang.

Hampir seluruh bangunan jika terlihat dari atas pesawat semua bentuknya mirip sama, sehingga sulit menentukan kearifan lokal. Contohnya, Bandara Internasional Ngurah Rai Bali yang sempat diprotes oleh warga Bali, karena menghilangkan arsitektur unsur Bali, dan akhirnya saat ini bentuknya tetap dengan kesan budaya dan seni arsitektur Bali.

Dalam hal ini pentingnya Dewan Arsitektur yang akan memberikan sertifikat arsitek, dan lisensi. Sertifikat tersebut tak dikeluarkan oleh Pemda.

Menghadapi MEA

Sementara untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), arsitek lokal harus dapat bekerjasama dengan arsitek asing melalui IAI (Ikatan Arsitek Indonesia), jika arsitek asing mau bekerja di Indonesia.

Saat ini arsitek Indonesia hanya berjumlah 104 yang kualitasnya Asean. Disusul Singapura dengan 80 arsitek, dan Malaysia 70 arsitek. Sementara itu ada 42 ribu lulusan arsitektur Indonesia, dan baru 16 ribu yang tergabung ke dalam IAI. Untuk Asia terdapat 3 ribuan arsitek yang mempunyai SK, namun hanya 200 yang peringkat utama dan selebihnya masih madya.

Di era MEA ini bukan saja arsitek asing yang masuk Indonesia, namun harapannya bagaimana arsitek Indonesia bisa ke luar negeri. Sehingga arsitek Indonesia tak hanya menjadi jago kandang. Karena saat ini baru 100 arsitek yang bersertifikat Asean, serta memiliki surat tanda registrasi (STRA). RUU Arsitek merupakan suatu keniscayaan karena dalam kontek pendidikan arsitek yang selama 4 tahun ini belum bisa diakui dunia, sehingga pendidikan itu harus 5 tahun. Untuk itu Kemeristekdikti dan KemenPUPR harus melakukan pembinaan sesuai jenjang pendidikan tersebut.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar