Inspirasi Tanpa Batas

Saat Cinta Tak Menjadi Seperti Yang Diharapkan

0 68

Konten Sponsor

Menurut wikipedia Indonesia, cinta adalah sebuah emosi yang berasal dari kasih sayang yang kuat, dan rasa tertarik terhadap seseorang dengan cenderung ingin selalu bersama, berkorban, memiliki rasa empati, perhatian, ingin membantu, dan ingin mengikuti apapun yang diinginkan oleh seseorang yang dicintainya. Pertanyaannya, bagaimana jika cinta tidak seperti yang kita harapkan?

Lalu cinta seperti apa yang diharapkan? Jawabannya adalah “cinta bersambut atau saling mencintai”. Pertanyaan kedua, kalau cinta bersambut, apakah masih bisa ada masalah? Jawabannya “masih”

Banyak bentuk cinta tidak seperti yang diharapkan. Diantaranya, mencintai tapi tidak dicintai kembali, atau mencintai, dan dicintai kembali tapi dengan cara yang salah, atau perubahan sikap pasangan yang awalnya baik menjadi buruk.

Misal pada awal pacaran atau awal pernikahan dia baik sekali, perhatian, pengetian, alim, setia, tapi ternyata setelah mempunyai anak, kita baru mengetahui bahwa ternyata dia banyak menggunakan cara untuk menutupi ketidak jujurannya, atau anda jadi tahu sifat alsinya yang selama ini dia sembunyikan. Oh… ternyata dia kasar, suka ngatur-ngatur, oh… ternyata dia pecemburu, oh… dia orangnya ingin menang sendiri, dan masih banyak oh-oh  yang lainnya.

Biasanya kekasaran tersebut diturunkan dari didikan orang tuanya saat mendidik pasangan anda. Dia meneruskan kekasaran orang tuanya!!! Karena cara-cara orang tua mendidik anak akan diteruskan kalau anak itu tidak cukup terdidik, tidak dewasa, tidak matang, dan tidak tegas memutuskan bahwa “mata rantai keburukan keluargaku harus berhenti di aku, selanjutnya adalah keputusanku untuk menjadi lebih baik”. Jika wanita menikahi laki-laki seperti itu yang meneruskan kekasaran orang tuanya dalam mendidik, maka sifat kasar pasangannya tersebut baru akan kelihatan setelah punya anak.

Jadi anda sebagai orang tua atau calon orang tua, harus benar-benar dalam mendidik anak. Jangan sampai salah didik. Karena didikan orang tua terhadap anak sangat menentukan sikap, akhlak, karakter dan pola pikir anak tersebut. Bahayanya lagi, didikan itu tidak hanya berpengaruh pada sikap-sikap tadi saja, melainkan didikan tersebut akan diteruskan kepada cucu anda saat anak anda sudah berumah tangga dan mempunyai anak.

Atau contoh lain, laki-laki yang selama ini nurut sama perempuan, begitu dia punya uang atau jabatan sedikit, langsung merasa lebih  menarik bagi wanita lain, atau menjadi sombong. Selama awal pernikahan karena istrinya lahir dari keluarga yang mampu, dia menurut. Tapi begitu dia punya pendapatan sendiri dan merasa mampu, dia mulai kasar kepada istrinya. Jadi banyak sekali hal yang bisa masuk dalam robeknya hubungan cinta.

Lalu bagaimana jika hal tersebut sudah terlanjur terjadi? Dapatkah sifat buruk itu diubah? Jawabannya mungkin saja bisa. Tapi perlu diingat, bahwa merubah sifat asli seseorang itu sangat tidak mudah. Analoginya seperti ini, misal pasangan anda usianya 27 tahun, maka selama 27 tahun itu dia terlatih dalam kebiasaan dan sifat buruk tersebut. Bisakah anda merubah kebiasaan dia yang sudah berpuluh-puluh tahun dia lakukan????

Jadi, karena cinta memang tidak akan selalu menjadi seperti apa yang kita harapkan, maka bersiap-siaplah untuk bertanggung jawab atas pilihan menikahi seseorang.

Solusi Saat Cinta Tak Menjadi Seperti Yang Diharapkan

Lalu solusi bagi anda yang belum menikah, adalah sejak sekarang pandai-pandailah memilih calon pasangan hidup. Jangan hanya berfikir cinta saja, tetapi anda juga harus memperhatikan akhlaknya, pendidikannya, pekerjaannya, apakah dia mampu bertanggung jawab atas nafkah anda atau tidak? Lalu garis keturunannya, apakah keluarganya keluarga yang baik atau buruk? Perhatikan juga kesetiaannya, apakah dia mampu setia dalam setiap keadaan? Apakah dia akan tetap berada di samping anda di saat susah atau jaya? Jangan memilih pasangan yang ingin didampingi ketika susah saja, kemudia setelah dia jaya, dia melupakan dan menyelingkuhi anda!!

Dan yang tak kalah penting adalah agamanya, karena agama juga sangat menentukan kepribadian seseorang. Selain itu, sebelum memutuskan untuk menikah, anda juga harus mengenal dan tahu terlebih dahulu sifat luar dan dalam pasangan anda. Jangan buru-buru memutuskan menikah jika tidak ingin cinta anda berubah menjadi seperti yang tidak anda harapkan. (Red-)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar