Asmara tanpa Cinta| Candu Asmara Remaja Part – 14

Asmara tanpa Cinta dalam Candu Asmara Rejama Part - 14
0 306

Asmara tanpa Cinta Candu Asmara Remaja.Selama 24 jam pasca persalinan, Nisa, Kelvin dan tentu anak yang baru dilahirkannnya, tetap berada di rumah sakit. Dalam suasana penuh gembira, Nisa terus memuji Tuhannya dengan penuh seksama. Ia merasa telah memperoleh keberkahan hidup yang tiada berhingga. Berkali-kali ia mencium anak kesayangannya yang baru dilahirkan. Subuh di hari itu, dokter dan bidan mengidzinkan Nisa untuk pulang pada hari itu. Itulah moment akhir Nisa berada di rumah sakit bersalin/

Ratusan pengunjung yang menengok kelahiran Nisa, turut serta membawa rasa suka cita yang dimiliki dibenaknya. Pagi itupun, pengunjung masih menyisakan ratusan orang untuk mengunjungi Nisa. Suasana kebathinan yang dirasa penuh ketulusan itu, membawa aroma keindahan tersendiri buat Nisa. Perkawinan mereka yang dilangsungkan di Ka’bah saat pelaksanaan Umrah tahun lalu itu, menghasilkan buah istimewa dengan lahirnya anak pertama mereka.

Diiringi desingan mobil pengunjung, pulanglah mereka ke rumah orang tuanya. Mobil Volvo keluarga besarnya itu, membawa Nisa dan kelvin dengan perjalanan yang sangat santai dan penuh ketenangan. Sekali-kali anak yang baru dilahirkannya menangis. Tetapi desiran AC mobil yang sangat dingin, disertai dengan musik ala Timur Tengah, menghantarakan perjalanan kepulangan mereka di suatu pagi yang masih sangat dingin.

Di rumah mertuanya yang besar dan mewah, rumah menjadi terasa sempit. Mereka sibuk mempersiapkan prosesi walimah [pesta] kelahiran anak dalam apa yang disebut dengan aqiqahan. Kambung Jalu sebanyak dua ekor, kadang mengembik di serambi rumah itu. Tanduk-tanduk kambing yang melingkar seperti hurup S itu, terus menjalak seperti ingin segera disembelih, dipotong-potong lalu disate dan dibikin gulai.

Kayla dan Rayhan Menyambut Nisa

Tepat pukul 6.55 menit, Mobil Volvo masuk ke Garasi depan rumah. Nisa dan Kelvin disambut ibunya yang sedari subuh ditunggu kepulangannya. Pintu belakang mobil dibuka dengan pelan. Nisa berjalan dengan sangat pelan karena ia masih mengeluarkan darah nifas persalinan. Ia dipapah dengan sangat hati-hati. Halaman rumah yang cukup luas yang ditimbuni dengan kerikil batu, di sampingnya terdapat-pohon rindang, membuat Nisa harus melepaskan nafas panjang, maklum selama hampir 36 jam ia berada di sebuah ruang yang dilingkari dinding tebal.

Di ruang tamu rumah, Kayla [kakak Nisa] dan Rayhan berdiri cukup tegak. Nisa masuk dan dipeluknya dengan hangat oleh Kayla. Sementara itu, Rayhan dengan sangat gesit membantu Kelvin mengangkut barang-barang yang diangkut dari rumah sakit. Puluhan orang sudah berada di rumah dan sangat ramai sekali mempersiapkan acara aqiqahan nanti sore. Anak itupun sulit ditidurkan di kasur, karena banyak orang yang ingin menggendong anak Nisa yang dianggapnya sangat ganteng.

Siang hari sekitar pukul satu siang, Nisa tak kuasa menahan ngantuk Ia akhirnya tidur di sebuah shofa besar dan tidak melakukan tidur dikamarnya. Orang tua dan suaminya membiarkan Nisa tidur yang dirasa Kelvin sangat istimewa. Entah mengapa, tiba-tiba Kelvin membayangkan suatu subuh di dua hari lalu, di mana Kayla tidur di situ dengan pakaian tipis dan sangat merangsang dirinya. Kelvin tertegun dan entah mengapa ia merasa terbius ke masa lalu yang berlalu dua hari itu.

Kayla di pintu utama kamarnya, menyaksikan bagaimana Kelvin menatap adiknya Nisa. Ia merasa bahwa suasana seperti itu, seolah seperti sedang menatap dirinya. Kayla terbawa pada aroma perjalanan asmara bersama dirinya di dua hari yang lalu. Ia membayangkan bagaimana tubuh kelvin yang gagah itu, menepuk bahu lalu aku, kata Nisa, mendorongnya dalam pelukan penuh asmara.  Didorongnya Kelvin untuk masuk ke dalam kamar ini kata Kayla membathin. Entah mengapa, ia seperti berontak atas nasibnya. Dalam kekalutannya, Kayla akhirnya, berpaling dan masuk ke kamar tidur.

Bercumbu Tanpa Cinta

Di kamar miliknya yang besar, ia menyaksikan suaminya, Rayhan, sedang tiduran di kasur miliknya. Kayla kemudian ikut merebahkan tubuh dan membayangkan detik per detik perjalanan asmara bersama adik iparnya, di kasur ini. Ia menerawang dan terus menerawang ke alam imaginasi yang penuh pantasi. Dalam pantasi penuh asmara itu, tak terasa ia membalikkan badan dengan mata tetap tertutup. Tubuhnya yang sudah dipenuhi asmara imaginasi itu, tiba-tiba menyatu dengan tubuh laki-laki yang dalam pikiran Kayla, itu adalah Kelvin. Asmaranya terus terpacu dalam katupan mata yang tetap tertutup.

Pasangan suami istri itu, akhirnya melakukan hubungan suami istri penuh asmara. Tetapi, begitu Kayla tahu bahwa yang dipeluk dan dicumbunya itu Rayhan, syahwatnya tiba-tiba ambrol. Ia hampir membatalkan hubungan suami istri itu karena rasa asmara berubah menjadi sesuatu yang hambar. Asmaranya langsung meredup.

Rayhan semula kecewa ketika Kayla hampir membatalkan hubungan suami istri yang hampir menapaki setengah perjalanan itu. Rayhan dengan sangat pelan kemudian bertanya, mengapa? Setelah pertanyaan itu meluncur, Kayla yang pandai menyembunyikan rahasia itu berkata: “Nggak enak di luar banyak tamu. Lagi pula, pintu kamar barangkali belum dikunci”. Ach masa pintu kamar belum terkunci? Kan setiap pintu yang tertutup, pasti sudah otomatis terkunci, kecuali dibuka dari dalam. Kayla tersenyum manja dan berkata: “oh iya aku lupa”. Rayhan-pun kembali memeluk Kayla dengan kuat.

Rayhanlah yang melakukan cumbuan asmara di pertengahan sesi ini. Beda dengan setengah sesi pertama, di mana Kayla yang memulai. Tapi kali ini, Rayhan yang agresif. Kayla sendiri sebenarnya berusaha menghadirkan bayangan Kelvin agar asmaranya dapat tertumpahkan dengan baik. Tentu selain agar usahanya untuk melayani suaminya dapat dilakukan dengan hebat. Tetapi usaha imaginasi itu, tetap sulit. Akhirnya, ia banyak diam dan tidak melakukan besutan-besutan asmara yang biasa dia mainkan.

Bathin Kayla Berontak

Dalam bathin Kayla berkata: Apa mungkin asmara dapat dibangun tanpa rasa cinta? Kelihatannya memang sangat sulit. Tetapi, ini kewajibanku, meski dalam banyak kasus aku merasa seperti sedang diperkosa. Begitulan Kayla sebenarnya ingin memberontak.

Lain Kayla beda dengan Rayhan. Justru setelah adegan ranjang itu, Rayhan merasa bahwa Kayla telah mempesembahkan sesuatu yang sangat istimewa. Ia merasa bahwa betapa Kayla begitu peduli pada dirinya. Ia yang rencananya akan berangkat nanti malam setelah prosesi aqiqahan  ke Tanah Abang, Jakarta itu, dijamu dengan cumbuan yang memuaskan dirinya. Berkali-kali Rayhan mengatakan: Terima kasih sayang, terima kasih. Kau telah membahagiakan aku.

Kayla hanya diam dan membiarkan semuanya berjalan tanpa sedikitpun pesan. Mereka tanpa sadar tertidur dengan pulas di ranjang penuh misteri itu. Mereka baru bangun ketika speaker Masjid mengumandangkan suara adzan ashar. Bersambung By. Charly Siera

Komentar
Memuat...