Saat Kakak dan Adik Berbagi Kamar

0 67

Walaupun kamar mereka bersatu, privasi harus tetap dimiliki masing-masing anak.

 

Keterbatasan jumlah ruang dan luas rumah kerap menjadi alasan mengapa anda harus menyatukan kamar anak yang satu dengan lainnya. Terkesan mudah memang. Namun, banyak hal yang harus diperhatikan saat anda ingin menyatukan kamar mereka sebab hal ini akan berdampak pada psikologi kedua anak.

Ketika kakak dan adik harus berbagi kamar tidur, ada beberapa aturan yang perlu diterapkan agar anak-anak tidak bertengkar. Selain itu, aturan ini pun perlu anda perhatikan agar kedua anak merasa nyaman di kamar mereka sendiri.

 

Ajak Anak Mendesain Kamar

Bagaimana caranya membuat anak-anak berani untuk tidur tanpa orang tua? Jawabannya ialah membuat kamar senyaman mungkin untuk mereka tinggali. Rasa nyaman tersebut dapat diciptakan melalui desain dari kamar mereka.

Ajak anak anak anda untuk mendesain kamarnya sendiri. Jika mereka merasa mendesain kamar mereka, nanti aka nada sense of belonging yang muncul “bahwa itu kamar ku lho!” Kedua anak harus terlibat dalam mendesain kamarnya sebab setiap anak pasti memiliki ekspresi yang berbeda terhadap ruang yang mereka miliki.

Bila keinginan mereka telah anda akomodasi, rasa memliki pun akan timbul terhadap teritorinya masing-masing. Rasa memiliki ini sangat penting untuk ditanamkan kepada sang anak sedari kecil.

 

Point yang mesti diperhatikan

  1. Sebelum anda menyatukan kamar anak-anak, anda perlu membicarakannya dengan kedua anak. Hal ini penting untuk mengetahui keinginan anak terhadap kamarnya, sebab setiap anak pasti memiliki keinginan yang berbeda pula.
  2. Bagaimana jika keinginan keduanya bertentangan? Untuk mencari garis tengahnya. Misalnya sang kaka menyukai tema mobil balap, sementara adik menyukai robot, anda tak lantas harus membelah dua dinding menjadi dinding mobil dan dinding robot, namun anda bisa menerapkan kedua tema tersebut pada soft furnishingnya saja, misalnya seprai atau bantal. Bila anda memaksakan kedua tema tersebut diaplikasikan pada dinding, desain kamar anak anda kemungkinan akan terlihat tidak selaras.
  3. Jika luas ruangan terbatas, anda dapat menggunakan kasur tingkat. Namun, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu siapa yang mau tidur di kasur bawah dan siapa yang mau tidur di kasur atas. Perhatikan juga keamanannya. Jangan gunakan kasur tingkat untuk anak usia dibawah 6 tahun karena riskan untuk terjatuh. Anda juga dapat menggunakan kasur lipat, namun engsel dari kasur ini cenderung mahal.
  4. Boleh saja menyatukan anak perempuan dan laki-laki di satu kamar, namun tidak direkomendasikan. Perbedaan karakter keduanya bukan tidak mungkin akan membuat mereka saling bertengkar. Namun, bila ruangan memang terbatas, satukan kamar mereka sampai anak menginjak usia 6 tahun. Selepas usia itu sebaiknya dipisahkan sebab anak sudah tahu perbedaan jenis kelamin laki laki dan perempuan. Masing-masing pun sudah punya wilayah privasi sendiri.
  5. Tidak direkomendasikan untuk menyatukan kamar bayi dengan balita. Hal ini karena mereka belum memiliki sense of safety. Harus ada orang ketiga di antara mereka.

 

saat-kakak-dan-adik-berbagi-kamar2

Yang Boleh dan Yang Tidak

  • Jangan hadapkan posisi tidur anak-anak ke arah pintu sebab mereka sedang tidur pulas sementara anda membuka pintunya tiba tiba, kualitas tidur sang anak pun akan terganggu. Posisi kepala anak juga sebaiknya jangan berada di bawah jendela.
  • Jangan sediakan perangkat elektronik di dalam anak seperti TV dan playstation. Hal ini akan berdampak terhadap interaksi anak dengan keluarga.
  • Batasi akses internet jika anak-anak menggunakan laptop untuk belajar.
  • Bila ada kamar mandi di dalam kamar anak, jagalah agar tetap kering. Jangan dikunci saat mandi karena kejadian anak terkunci di dalam sangat kerap terjadi.
  • Jangan menyimpan barang-barang berbahaya di kamar anak, termasuk mainan. Letakkan di tempat yang tidak mudah dijangkau oleh mereka.
Komentar
Memuat...