Saatnya Islam Belajar Dari Sepak Bola

0 61

Tahun 2016 adalah tahun yang bersejarah bagi sepak bola Portugal yang bisa meraih kejuaraan yang pertama kalinya selama ajang piala eropa dengan skor 0-1 di menit menit akhir penambahan waktu, berkat gol pemain pengganti Eder dimenit 109 kegawang Perancis  dan memastikan Portugal sebagai jawara di ajang  4 tahunan tersebut. Sepak bola adalah olahraga yang mengandalkan kerjasama Tim.

Selain skill dan kemampuan dibutuhakan pula kesabaran, kepercayaan dan kekompakan dalam mengatur ritme permainan dilapangan agar bisa memenangkan dalam setiap pertandingan. Sehebat apapun para pemain sepak bola dalam suatu tim jika tidak didukung dengan kerjasama dilapangan, mustahil bisa memenangkan pertandingan. Sehingga tidak sedikit tim bertabur pemain bintang  yang sulit meraih kejuaraan disebabkan kurangnya kerjasama dan kekompakan selama bermain dilapangan.

Melihat Sejarah Rosulullah

Rasulullah pernah bersabda yang terurai dalam berbagai riwayatnya Rasulullah bersabda “perbedaan dikalangan umatku (Rasulullah) adalah rahmat (Kekuatan). Sejenak jika hari ini kita merefleksikan sabda baginda agung Rasulullah Muhammad SAW tentu cukup memprihatinkan. Siapa yang tidak prihatin saat umat Rasulullah saling berseteru satu sama lain hanya karena perbedaan persoalan yang bersifat Furu’iyyah.

Padahal sejatinya perbedaan sejak zaman Rasulullah sudah diciptakan, terbukti dalam tatacara pembacan ayat suci alqur’an umat Islam mengenal istilah Qira’ah Sab’ah (Tujuh cara pembacaan al-Qur’an) begitupun dalam redaksi periwayatan hadits terdapat hadits hadits yang memiliki banyak kesamaan dalam persoalan perintah ibadah namun berbeda dari segi fadilah (keutamaan) dari perintah  ibadah tersebut, sehingga seolah olah perbedaan itu sejak zaman Rasulullah sudah sengaja diciptakan.

Dalam hal ini penulis menganalisa nampaknya Rasulullah sengaja membuat perbedaan agar dapat mengakomodir umatnya yang beraneka ragam suku, lahzah dan budayanya, sehingga Islam sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin bisa terasa oleh berbagai kalangan Islam datang ke Indonesia dibawa oleh para pedagang gujarat, khususnya para walisanga ditanah jawa yang menyebarluaskan Islam melalui proses akulturasi budaya. Dan menjadikan budaya sebagai sarana untuk penunjang dakwah. Sehingga sampai hari ini Islam bisa terus berkembang di Indonesia berkat warisan budaya yang sampai saat ini terus dipegang erat oleh muslim Indonesia. Akhir akhir ini umat muslim di Indonesia mulai dibenturkan dengan muslim satu sama lainnya  hanya persoalan perbedaan yang bersifat Furu’iyyah.

Sehingga satu sama lain saling mencela dan yang lebih parahnya menuduh kafir, tentunya hal tersebut sudah menyimpang dari yang telah termaktub dalam al-Quran dan Hadits. Idealnya perbedaan tersebut bisa mengakomodir umat muslim di Indonesia yang beranekaragam suku dan budayanya sehingga menjadi kekuatan besar yang bisa menghimpun seluruh kebutuhan dan kepentingan umat Islam.

Belajar dari Club Sepak Bola dan Formasi Pertandingan

Jika di dalam sepak bola terdapat pemain depan, tengah, belakang dan penjaga gawang yang satu sama lain harus saling bekerja sama, maka dalam Islam pun harus berperan seperti serupa sehingga antara golongan satu dengan golongan lainya berusaha untuk bekerja sama, saling memahami dan saling percaya untuk kemajuan umat Islam.

Begitupun perbedaan golongan dalam Islam bukan untuk disatukan menjadi satu golongan yang sama, karena sejatinya perbedaan golongan akan menjadi kekuatan besar jika semua sadar berada dalam kesatuan Kalimah Tauhid Laa Ilaa Ha Illa Allah. Semua golongan boleh berbeda namun tak perlu serupa Karena tak ada ceritanya suatu tim sepak bola seluruh pemainya adalah pemain belakang. Wallahu a’lam … ** Mufti Tubagus Maulana

Komentar
Memuat...