Home » Sosial » Hikmah Hidup » Sabar dalam Menikmati Pintu Menuju Kebahagiaan | Takwa Part_4

Share This Post

Hikmah Hidup

Sabar dalam Menikmati Pintu Menuju Kebahagiaan | Takwa Part_4

SABAR dalam Menikmati Pintu Menuju Kebahagiaan. Ujian yang paling berat, bukan terletak pada saat mengalami kesulitan. Bukan pula pada posisi sedang kehabisan duit, atau kalah dalam pertarungan politik dan bangkrut dalam usaha yang dijalani. Bahkan bukan pula terletak pada saat orang kalah judi yang membuat dirinya kehabisan segalanya. Ujian terberat, justru terletak pada saat memperoleh apa yang disebut dengan kebahagiaan. Tingkat ujian di saat memperoleh kemajuan dan kebahagiaan, jauh lebih berat dibandingkan dengan ujian saat berada dalam kesulitan.

Nasihat agar bersabar kepada mereka yang sedang berada dalam luka, duka dan nestapa, harus difahami kurang memiliki nilai. Kurang memiliki arti. Mereka atau kita yang sedang berada dalam duka, pada akhirnya akan mampu kembali hidup wajar dan akan rela menerima apapun sebagai keputusan Tuhan. Karena itu, jangan dibiasakan memberikan nasihat kepada mereka yang sedang berduka untuk bersabar. Mereka pasti dapat hidup normal dan mampu mensabari apa yang dialaminya.

Ujian Kesabaran Terletak Saat Hidup Bahagia

Sabarlah saat memperoleh kekayaan dan kebahagiaan. Misalnya, sabar saat memperoleh jabatan. Sabar saat memperoleh keberhasilan. Sebab di situlah ujian manusia akan semakin terasa berat. Jarang orang yang mampu sabar dalam suasana bahagia. Banyak manusia yang justru jatuh di saat berbagai kemudahan hidup –dalam apa yang kita sebut sebagai kebahagaiaan– mampu direngkuh.

Inilah kebiasaan nasihat bapak kami saat kami melakukan rehat total di rumah. Seperti biasanya, dengan tangan melingkar di otot belakang, bapak terus bercerita. Cerita yang kadang terasa menjenuhkan. Cerita yang terkadang membuat kami merasa bosan. Cerita yang kadang sulit kami dapat menerimanya. Bagaimana mungkin kami dapat kaya seperti Qarun atau Tsa’labah. Kami juga merasa bagaimana mungkin rasanya dapat menjadi Sulaiman yang kaya dan hidup dalam kewajaran yang luar biasa. Cerita-cerita tadi, terasa hambar karena terasa jauh dari pantauan dan dekapan kami.

Meski dengan cara agak memaksakan, bapak terus bercerita. Ingatlah bagaimana Qarun di jaman Nabi Musa – yang semula Miskin—dengan menghiba kepada Nabi Musa agar didoakan agar Allah memberi kekayaan yang melimpah, yang dengan do’a Musa, ia menjadi manusia yang paling kaya di kalangan masyarakat bani Israil. Manusia yang disegani dan dihormati karena kekayaannya. Namun disayangkan, ia justru tersungkur dan runtuh saat segala kekuasaan direngkuhnya.

Rekomendasi untuk anda !!   Bersikap Terbuka Pintu Menuju Kebahagiaan | Takwa Part-6

Kunci Gembok Qarun

Kunci gembok untuk mengamankan harta kekayaan yang dimiliki Qarun, tidak cukup dibawa kereta kuda dalam hitungan puluhan, tetapi, dalam hitungan ratusan dan bahkan ribuan. Manusia sebagai penjaga gudang, jumlahnya juga cukup banyak. Ia terkenal seantero Negeri. Ia dipuja bukan hanya oleh masyarakat Mesir, tetapi, juga memperoleh penghargaan dari warga-warga negara asing, di jamannya.

Ia yang semula miskin dan taat beribadah, tetapi, menjadi dengan cepat dapat segera berubah. Ia dengan kekayaannya, bukan hanya lalai dalam beribadah, tetapi bahkan meninggalkannya tanpa bekas. Ia bukan kehilangan kesahajaannya, tetapi, ia malah tumbuh menjadi manusia paling angkuh. Sikap Qarun  yang demikian, terjadi lebih karena ia tidak memiliki kesiapan mental untuk bersabar saat dia memperoleh keberkahan hidup. Ia tidak lulus ujian saat Tuhan memberikan kemakmuran dalam hidup. Jadi kebahagaiaan juga adalah ujian. Itulah ujian terbesar dalam hidup.

Kesombongan yang dimiliki Qarun mengakhiri posisi dirinya sebagai manusia kaya. Ia bukan hanya mati, tetapi, kekayaannyapun ditenggelamkan ke dalam bumi. Hartanya, sampai sekarang menjadi buruan jutaan orang, dan ia tidak menikmati apa yang menjadi hasil jerih payahnya. Namanya boleh dikenang, tetapi, kenangan terhadap dirinya, semua terasa semu dan mengandung makna yang jelek.

Di jaman Nabi Muhamad, dikenal pula ada seorang miskin yang ahli ibadah. Ia begitu mencintai Rasul Allah dan menghambakan dirinya secara total kepada Allah. Ia beribadah dengan penuh kekhusu’an, meskipun memakai pakaian yang sangat lusuh. Dipakai beribadah kepada Allah dengan cara gantian dengan istri kecintaannya. Di suatu hari, ia meminta kepada Rasulullah untuk mendo’akannya agar diberi kecukupan rizki. Lalu Nabi berdo’a. Secara syari’ati, iapun diberi seekor kambing betina. Ia menerimanya dengan suka cita yang mendalam dan berjanji akan selalu taat pada Allah dan rasul-Nya.

Do’a Rasul tentu mustajabah –gampang diterima Allah. Kambing yang diberikan Rasul Allah –yang menjadi cincin para Nabi– kepada Tsa’labah demikian cepat berkembang. Kambing yang dimilikinya, bukan hanya puluhan, tetapi ratusan dan ribuan. Inilah awal mula ia menjadi seorang hartawan yang kemajuannya didorong atas do’a orang kecintaanNya, yakni Nabi Muhammad.

Rekomendasi untuk anda !!   Isra Mi'raj

Seiring dengan meningkatnya jumlah kambing yang dia miliki, perlahan ibadah-ibadahnya mulai berkurang. Mulai dari terlambat shalat berjama’ah bersama Nabi, meninggalkan berjama’ah, meninggalkan shalat-shalat sunnah rawatib dan meninggalkan shalat fardu’ sama sekali. Ia mulai ketakutan kambing-kambingnya dicuri orang, dimakan binatang buas atau kabur tidak jelas rimbanya. Ia menjadi demikian terpesona oleh pesona kekayaan yang dimilikinya. Bahkan ketika Nabi meminta Tsa’labah untuk memberikan sebagian kambingnya untuk kemaslahatan agama, ia menolaknya. Ia merasa bahwa kambing yang dimilikinya merupakan hasil usahanya sendiri, hasil penjagaannya sendiri dan hasil jerih payahnya sendiri. Tidak ada siapapun atau apapun yang menjadi pemicu lahirnya kekayaan yang melekat pada dirinya.

Berani Menyindir yang lemah Tanda Akan Segera Mengakhiri Kebahagiaan

Ia mulai sering menyindir dan bahkan mengejek orang-orang miskin. Orang miskin dianggapnya sebagai orang lemah dan tidak berpengetahuan. Semakin hari semakin banyak sahabat Nabi yang tersinggung dengan sikap dan polah yang dilakukan Tsa’labah. Sampai pada akhirnya Rasul kembali meminta kepada Allah untuk menghabisi harta kekayaan Tsa’labah.

Do’a Nabi kembali dikabul Allah. Tsa’labah kembali jatuh miskin. Ia miskin oleh sesuatu yang patut diduga tidak seberapa. Bapak kami bilang, tidak ada “ketersandungan” oleh sesuatu yang besar. Ketersandungan selalu terjadi oleh duri yang kecil bahkan sangat kecil. Mungkin duri ikan Tawes dan Ikan Emas jauh lebih menyengsarakan kehidupan seseorang dibandingkan dengan duri yang berasal dari sapi dan kambing.

 Zakat jumlahnya sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah kekayaan yang dimiliki. Jangan takut kehabisan harta kalau diminta untuk mengeluarkannya. Itu adalah hak Allah. Bukan berarti Allah miskin yang menyebabkan Ia fakir atas tidak dibayarnya zakat. Tetapi, justru Allah maha kaya dan pemilik segala harta. Memberikan hak Allah berarti anda mempersiapkan untuk kembali memperoleh rizki yang banyak yang sumbernya dari Allah. Minimal ya untuk menjaga apa yang dimiliki. ** (Prof. Cecep Sumarna)

Share This Post

2 Comments

  1. Seperti yang sering sekali Bapak utarakan, bahwasanya jangan memberi nasehat kepada mereka yang sedang dalam di rundung nestapa karena mereka sudah faham bagaimana sabar itu harus dan telah ada dalam mereka. Namun Pak, sebetulnya saya rasa tidak ada salahnya juga ketika kita memberikan sebuah nasehat/saran/komentar atau apapun dalam bentuk ucapan yang sifatnya dapat memberikan sebuah motivasi, kebangkitan diri serta kekuatan hati serta kemantapan langkah. Terkadang, ketika kita dirundung sebuah duka, seyogyanya kita sudah memahami apa yang harus dilakukan dan diputuskan, hanya saja kita butuh penguatan dari orang lain bukan karena kita tidak tahu atau tidak bisa apa yang harus diperbuat namun lebih kepada karena manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri.

    Kita butuh penguatan akan sesuatu. Dan sabar, sebuah kata yang penuh makna. Sesuatu yang hanya dapat dirasakan. Sebuah kata yang dapat mewakili segenap perasaan serta keadaan yang sedang di hadapi.

    Reply
  2. Sabar merupakan sebagian hal penting dalam kehidupan . Dengan bersabar hidup kita terasa tenang walaupun pada awalnya tudak sesuai dengan ke inginin tapi percayalah dengan bersabar hidup kita lebih bermakna dan bahagia

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>