Sebab Jodoh Takkan Kemana

0 125

Sebab Jodoh Takkan Kemana | Aku ingin orang lain tahu, siapa dirimu. Karena itu, biarkan aku cerita. Sebab Jodoh Takkan Kemana – Untukku, kau pria terdingin dan tercuek yang pernah kutemukan. Sayangnya aku pengagum rahasiamu. Aku tak ingin melepas perasaanku sekalipun kau tak tahu. Aku penyuka kekurangan dan kelebihanmu. Meski sikapmu seringkali membuatku terluka dan tak kuasa untuk tidak merahasiakannya. Tapi aku tetap bertahan menjadi pengagum rahasiamu, mendamba segala kelebihanmu sekaligus menerima segala kekuranganmu.

Mungkin sudah saatnya kau tahu perasaanku. Sudah saatnya kau tahu, bahwa selama ini namamu selalu terukir di hatiku. Sudah waktunya kau tahu perasaanku yang terbungkam sejak lama untukmu. Kau perlu tahu, aku banyak cemburu karenamu. Aku banyak rindu padamu. Aku selalu berdo’a agar Tuhan menyatukanmu denganku. Kamu adalah nama yang selalu terpatri di setiap do’aku. Aku berharap semoga kamu bersedia membacaku dan mengeja perasaanku.

Saat aku bersedia berlama-lama mendengar segala ceritamu. Itu tak lain hanya agar aku bisa terus menatap matamu. Meski ceritamu sering kali membuatku cemburu. Tapi aku rela mendengar semua obrolanmu. Mencuri-curi pandanganmu adalah hobiku. Mencari-cari kesempatan untuk sekedar melakukan hal konyol denganmu adalah kesenanganku. Berusaha membuatmu nyaman bercakap denganku adalah usahaku. Meski kutau, kau tak pernah memperhatikanku dan cuek sekali dengan sikapku. Tapi, aku senang bisa dekat denganmu.
Terkadang aku ingin sekali menulis sesuatu untukmu. Berupa puisi atau cerita cinta. Tapi aku tau, kamu akan dingin dan cuek. Kadang juga aku ingin sekali meneleponmu saat malam menyepikanku. Tapi aku tau, kamu akan malas berbicara malam-malam denganku. Dalam hati aku selalu berharap dan menanti, semoga kamu merasakan jua perasaanku.

Satu Kisah di Bulan September

Sebab Jodoh Takkan Kemana
Kau tahu? Aku senang saat kau sengaja memintaku untuk mendoakan kesuksesanmu. Aku senang saat kau berkeluh kesah tentang pekerjaanmu yang membuatmu lelah. Aku senang melakukan banyak percakapan denganmu, sekalipun itu hal yang tak penting. Sebab, aku merasa sangat berarti bagimu. Meski kutau aku bukan perempuan yang kau inginkan. Tapi aku berharap, Tuhan akan memilihkan hatimu untukku.

Saat kamu bilang ada seseorang yang mencintaimu. Rasanya hatiku resah dan tak tenang. Tapi kamu bilang tak ingin mengingkari prinsipmu. Kamu bilang tak ingin memiliki ikatan sebelum meraih mimpimu. Aku? Tentu saja mendukung prinsipmu. Aku juga tak ingin ada orang lain di sisimu selain aku sahabatmu. Sahabat yang mencintaimu.

Kamu masih ingat? Satu kisah kita di bulan September adalah hal paling menyenangkan dan langka untukku. Kisah yang sengaja Tuhan tuliskan itu sangat istimewa dan berarti bagiku. Berada di belakang jok motormu disertai hujan deras adalah hal paling menyenangkan. Lalu kau payungi aku dengan jas hujanmu, dan kita melakukan hal-hal yang membuat kita sama-sama tertawa. Hari itu, aku merasa menjadi perempuan paling bahagia di dunia ini.

Setelah hari itu, kau memutuskan untuk pergi dari kota ini. Dengan alasan urusanmu sudah selesai disini. Aku tak bisa mencegahmu, aku mendukung semua keputusanmu. Barangkali kau dan aku lebih baik jauh. Barangkali rinduku padamu berubah. Juga, agar rasaku tak terlalu menumpuk untukmu.

Setelah kau pindah, aku merasa jalananku sepi. Meski komunikasi kita tetap berjalan seperti biasa. Meski kau masih menjadi pria asyik yang selalu membuatku tertawa. Tapi semua terasa beda. Ada rindu yang susah bertemu temu. Segalanya berbeda dan hampa. Dan kau masih saja bercerita tentang kerjaanmu yang melelahkanmu, asmaramu yang seringkali membuatku cemburu. Juga hal-hal spele lainnya. Tak pernah bercerita rindu padaku, sekalipun itu hanya bercanda.

Semua Untukmu

Aku selalu setia menjadi pendengar ceritamu. Menjadi pendukung atas hal-hal yang kau inginkan. Akupun tak ingin kalah, menceritakan segala hal yang kualami di sini. Tentang pekerjaanku dan sahabat-sahabat kita. Juga hal-hal yang selalu mengarah pada perasaan bahwa aku menyukaimu. Aku ingin menguji perasaanmu, barangkali ada bagian hatimu yang menyimpan namaku. Tapi aku tak berani dan aku tak pernah melihat rasa istimewa di hatimu untukku.

Seringkali aku menulis status yang menunjukkan rasa kagum dan sukaku padamu. Tapi kau tak pernah peduli akan semua hal yang kutulis. Hey, dasar pria tak peka! Pria cuek dan dingin, aku benci. Pernahkah kau melakukan hal yang selalu kulakukan? Berkali-kali aku melihat profil facebookmu berharap kau menulis sesuatu untukku. Pernahkah kau ingin menelpon aku? Padahal berkali-kali pula aku ingin menghubungimu.

Hanya aku yang tau bagaimana dirimu, sifatmu dan kebiasaanmu. Aku yang tahu apa saja yang kamu sukai. Aku tahu buku apa yang ingin kau beli dan film apa saja yang ingin kau tonton. Aku yang tahu keluargamu yang baik itu. Aku tahu keinginanmu yang tak biasa itu. Sebab aku selalu ingin tahu tentangmu. Meski kau tak pernah tahu inginku.

Aku pernah bilang bahwa aku ingin jodoh yang baik sepertimu dalam hidupku. Kau jawab bahwa kaulah jodoh yang baik untukku. Saat itu, betapa senangnya hatiku, aku tertawa bahagia. aku mengira Tuhan mengabulkan doaku. Tapi kau hapus lagi kesenanganku dengan mengatakan bahwa itu hanya bercanda. Kau bilang kau tak ingin memiliki jodoh sepertiku. Sungguh bercandamu tak lucu. Ah, betapa sedihnya aku saat kau bilang hal itu. Tapi kau selalu mampu membuatku tersenyum kembali. Katamu, aku harus sering bertahajud dan beristikharah. Meminta jodoh yang baik dan terbaik.

Kaupun pernah berkata bahwa ingin memiliki jodoh yang solehah. Jodoh yang memiliki ilmu agama yang tinggi. Kau ingin perempuan yang berkerudung panjang. Perempuan yang jauh sekali dengan pibadiku saat ini. Biar anak-anakmu kelak solehah seperti ibunya. Dan kau bilang akan selalu berdoa dan bertahajud agar Tuhan mengirimkan jodoh yang kau idamkan. Aku mengamininya dan menyelipkan do’a, semoga aku jodohmu itu.

Harapan Dan Doa

Aku selalu bertanya dan berharap. Adakah kau memiliki rasa yang sama seperti rasaku? Jika tidak, maka semoga Tuhan menempelkan perasaan itu untukmu. Adakah keinginanmu adalah hidup bersamaku? Jika tidak, maka semoga Tuhan memberi keinginan itu untukmu. Dan jika kau ingin memiliki perempuan yang begitu mencintaimu. Maka akulah perempuan itu.

Lama tak bercakap denganmu. Tiba-tiba kau meneleponku. Aku senang saat kau ingin berbicara denganku lewat telepon. Rinduku terobati kala kudengar suaramu..Namun rasa senang itu hanya seketika. Kau bilang kau memiliki kekasih yang telah dipilih keluargamu. Dan kau ingin meminangnya satu bulan lagi. Kutaksir kau sangat senang dengan semua itu. Kau tertawa dan bahagia. Sedang aku hanya diam membisu. Menahan segala perasaan yang merobohkanku. Perasaan yang merusak bahagiaku. Aku berusaha tegar dan tak menangis saat berbicara denganmu. Meski kabar itu menyesakkan dan menumpukkan kesedihan di hatiku.

Sejak itu, aku ingin menyudahi semua perasaanku padamu. Aku tak ingin lagi dirimu nyaman dalam ingatanku. Aku tak ingin lagi mengingatmu. Biar kusimpan perasaanku. Aku telah pasrah jika Tuhan memang menjodohkanmu dengannya. Sebab seringkali tuhan menjodohkan seseorang dengan cara yang kejam dan sadis. Dengan mematahkan hati yang lain dan membuatnya menjadi remuk. Aku tak ingin menyalahkan kuasa Tuhan yang benar-benar berkuasa. Biar kusimpan segala perasaan yang menyesakkan dada. Pintaku hanya satu, semoga tuhan membalikan hatimu untukku. Sebab jodoh takan kemana, sekalipun kau akan menikah esok. Jika tuhan tak berkehendak maka kamu tak bisa menikah dengannya. Akan kuperbanyak mendoakanmu agar menjadi jodohku. Namun jika akhir kisahku tak denganmu, semoga aku dan kamu bahagia. (Ade Puadah)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Komentar
Memuat...